Bojonegoro I skinfosuneta.com,- PADA Hari Jumat, 28 Agustus 2026 — Perhutani Bojonegoro menghadiri kegiatan Pembukaan Kemah Kembara MTs se-Kabupaten Bojonegoro yang dilaksanakan di Lokasi Wisata Grogolan/Persemaian Grogolan, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Acara pembukaan dimulai pada pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Sholehuddin, Dirut KSKK Kemenag Prof. Dr. Nyayu Khodijah, S.Ag., M.S.I., Camat Dander, Polsek Dander, Koramil Dander, Kepala Desa Ngunut, serta Asper BKPH Pradok Jayadi dan KRPH.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Hj.Nurul Azizah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Kemah Kembara MTs se-Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini dinilai dapat menjadi wadah bagi para siswa untuk membangun karakter, melatih kemandirian dan kedisiplinan, serta mempererat kebersamaan antarpeserta.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Sholehuddin, turut menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Kemah Kembara.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan karakter siswa melalui pengalaman belajar di luar ruang kelas, sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan kemandirian.
Sementara itu, Dirut KSKK Kemenag, Nyayu Khodijah, menyampaikan bahwa kegiatan kemah dapat menjadi sarana untuk mengembangkan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Selain meningkatkan keterampilan dan kemandirian, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu membentuk generasi yang memiliki karakter positif dan mampu bekerja sama dengan baik.
Dari pihak Perhutani, Yakni Asper BKPH Pradok, H.Jayadi,SH. menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan yang menggunakan kawasan Grogolan tersebut. Ia berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman positif selama mengikuti kegiatan sekaligus semakin mengenal dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan.
Pembukaan Kemah Kembara MTs se-Kabupaten Bojonegoro berlangsung dengan lancar.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan keterampilan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan bagi para peserta.**(Eko-Zulf/red).






