Imam Sholat Tiap Hari Kamis di Masjid SAMIN SABILLUL MUTAQQIN (Masjid Viral) Ternyata Imam nya Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo.

IMG 20260828 WA0075

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-PADA Awalnya tidak tahu. Dan saat wartawan skinfosuneta berkelana pada hari Kamis (27/8/2026), tujuan akhir di perbatasan kabupaten Bojonegoro – Ngawi. Disaat waktu nya Dzuhur di masjid viral ‘SAMIN SABILLUL MUTAQQIN’ di Desa Sumberejo kecamatan Margomulyo kabupaten Bojonegoro.
Ternyata Bertindak sebagai Imam Sholat Fardhu tersebut adalah Abbah Tri Maryono,S.P. Kepala Desa Ngelo Kecamatan Margomulyo, yang belum genap satu bulan yang lalu pulang dari Tanah Suci Makkah, menunaikan ibadah Umroh.

“Kami masuk dalam Ke-ta’miran di Masjid ini, tiap hari Kamis. Ini masjid Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Memang kami kepala Desa Ngelo, sudah setahun lebih bertugas piket sebagai Imam Sholat Fardhu mulai dari Jama’ah sholat SUBUH hingga sholat isya’ baru pulang.
Namun demikian jika ada rapat dinas yang tidak bisa di wakilkan maka, kami tukar waktu piket ‘IMAM’ dengan Ta’mir yang bertugas di sini.
Untuk perihal pelayanan masyarakat, tidak terhambat. Dan lancar lancar semua”.

Bacaan Lainnya

 

Lebih lanjut, Abbah Tri (sapaan akrab Kades Ngelo), di Kepengurusan Ta’mir masjid ini. kami mendapat amanah sebagai imam Sholat Tarawih 5 x dalam sebulan puasa. Sedangkan piket, awalnya Tiap Hari Minggu, lalu pertukaran dengan Imam yang lain. “, Kami dalam kepengurusan ini, sebagai Wakil ketua. Sedangkan ketua nya adalah mbah Drs. H. Suroto. Untuk mbah kades Sumberjo/ketua Ta’mir, tidak dapat agenda bergiliran piket.”Kami sangat bersyukur atas apa yang menjadi tanggung jawab untuk menjadi imam orang shalat.

Setelah usei waktu sholat, kami bisa tafakur. Mengingat sudah Lansia utama, sehingga seperti yang di tuturkan oleh pak Haji Rhoma Irama,”Selagi masih ada kesempatan, Beriman dan bertaubat. Bila sudah di kerongkongan, maka akan tertolak yang namanya penyesalan.

Dan tatkala berdzikir, lebih teduh di hati, bila usei bertindak sebagai imam. Bisa melanjutkan dzikir di ruang khusus. Sehingga menjadikan diri kita lebih ‘khusyu’.
Berzikir di dan latihan menyendiri. Karena, dalam syair lagu nya pak Haji Rhoma Irama, ,.. disaat menjadi penduduk alam barzah, yang di sebut sudah menjadi ‘SEBUJUR BANGKAI”. Anak, istri atau anak, suami.. konon tercinta, di saat sudah menjadi sebujur bangkai, tak Sudi lagi bersama. Secepatnya jasad di pendam. Karena tak lagi di butuhkan. Sehingga terputuslah pergaulan, terbujurlah sendirian dan diri terbungkus kain kafan.
Dan wajah dan tubuh indah
Yang dulu di puja puja
Namun ketika sudah menjadi bangkai sudah tiada lagi orang menyentuh nya. Pupusnya adalah jadi santapan cacing tanah, hingga tersisa kerangka.
Begitulah suratan badan kebumi untuk di kembalikan.

Dan untuk tidak termasuk golongan orang yang lupa. Maka dengan tafakur dengan ikhlas, itulah bekal dan sebagai teman tatkala sedang sendirian.
Dengan perbanyak Dzikrullah, hidup di dunia ini tenang, harapan nya kelak juga tenang dan damai. Ini adalah momentum untuk mencari bekal di akhirat kelak. Dan di dunia ini agar semakin mendapat nilai tinggi keberkahan dalam menjalani kehidupan yang singkat ini.
Karena kehidupan di dunia ini hanya sementara, sedangkan di akhirat adalah Abadi. Dengan selalu ingat dan bertaqwa itulah harapan untuk mendapatkan kebaikan di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat dan terhindar dari siksa neraka, Amin”.**(, Eko-Zulf/ red) .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *