*Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh*
*Alhamdulillah, Allahu Akbar 3x… Merdeka!*
Bapak/Ibu, rekan-rekan kerja yang dirahmati Allah,
Hari ini kita memperingati kemerdekaan.
Kita merdeka dari penjajah. Tapi ada pertanyaan penting: *Apakah kita juga sudah “merdeka” menjaga titipan Allah berupa alam ini?*
Kemerdekaan tanpa alam yang lestari = sia-sia.
Mau kerja senyaman apa kalau air krisis, udara polusi, banjir terus?
Allah berfirman:
_”Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya”_ *QS. Al-A’raf: 56*
Ini perintah langsung. Menjaga alam = ibadah. Merusak alam = maksiat.
*3 BENTUK MELESTARIKAN ALAM DI DUNIA KERJA:*
*1. Merdeka dari Boros dan Konsumtif di Kantor*
Listrik nyala padahal ruangan kosong. AC 16°C, Kertas print 2 lembar buat 1 halaman, Botol plastik sekali pakai numpuk.
Padahal Rasulullah saja berwudhu cuma pakai 1 mud air.
*Syukur kemerdekaan* = gunakan sumber daya se-efisien mungkin. Matikan lampu, hemat kertas, bawa tumbler sendiri. Itu jihad kecil kita.
*2. Merdeka Menjadi “Khalifah” di Lingkungan Kerja*
Allah titipkan kita sebagai khalifah di bumi *QS. Al-Baqarah: 30*.
Di kantor, kita khalifah di meja kita, begitu juga dilalangan, kita juga seorang Khalifah, bagaimana memanage waktu kita utk melaksanakan pekerjaan mulia kita yaitu melestarikan alam.
Artinya: pilah sampah, kurangi sampah plastik, tanam pohon di halaman kantor, biasakan “green office”, dan juga dilapangan, jgn buang sampah sembarangan.
Pahlawan dulu merebut tanah air dari penjajah. Tugas kita sekarang *merawat tanah air*. Jangan sampai merdeka 81 tahun tapi sungai kita kering, udara penuh polusi.
*3. Merdeka dengan Kerja yang Ramah Lingkungan*
Apapun bidang kita: Kantor, Tata Usaha, IT, dilapangan ; Mdr. Tanam, Poler, Keamanan, Sosial, semuanya pasti ada dampak ke alam dan lingkungan kita.
Bentuk syukur: buat kebijakan tanpa plastik, digitalisasi biar hemat kertas, CSR penanaman pohon, edukasi rekan kerja.
Ini juga bagian dari *SDGs dan ESG* yang sekarang dituntut perusahaan. Ternyata Islam sudah ajarkan 1400 tahun lalu.
Rekan-rekan,
Kemerdekaan itu bukan cuma bebas. Tapi *bertanggung jawab*.
Nabi Adam diturunkan ke bumi bukan untuk merusak, tapi untuk memakmurkan.
Bayangkan 20 tahun lagi anak cucu kita tanya: “Dulu pas 17 Agustus 2026, kantor kita ngapain buat bumi?”
Jawaban kita: “Lomba balap karung aja Pak”
Tapi: “Kita mulai kurangi sampah, hemat energi, dan tanam pohon”
*Penutup*
Mari jadikan peringatan kemerdekaan ini sebagai momentum *”Merdeka dari Kerusakan”*.
Kerja kita berkah, bumi kita lestari, dan doa kita dikabulkan.
Mimbar skinfosuneta.com.
Thausiyah Ustadz : M. Arifin.
Ngawi I skinfosuneta.com,-Ustadz M.Arifin, menyampaikan sebagaimana Rasulullah bersabda: _”Jika kiamat terjadi dan di tangan salah satu dari kalian ada bibit pohon, maka tanamlah”_ HR. Ahmad
Artinya: selagi masih bisa berbuat baik untuk alam, lakukan sekarang.
Mari berdoa:
_Ya Allah, jadikan kami hamba yang bersyukur atas nikmat kemerdekaan dan nikmat alam. Jadikan pekerjaan kami ibadah dalam menjaga bumi-Mu. Aamiin._
*Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh*
*Merdeka! Lestari!***(Eko-Zulf/red).
—






