Kisah Perjalanan figur Waka Adm KPH Jatirogo Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan.

IMG 20260522 WA0042

Tuban I skinfosuneta.com,-IBARAT nya Biji ‘EMAS’ di tanam di semua jenis kultur tanah, tetep utuh EMAS. Itulah intro penulisan artikel tentang Sosok figur Waka Adm KPH Jatirogo Panggil akrab nDan ‘GIMAN’.

Perjalanan pulang kemarin (Kamis 21/5/2026), dari Jatirogo menuju Bojonegoro, karena mencari judul untuk orang nomor dua di jajaran KPH Jatirogo, naik motor laju setengah kencang karena sampai pertigaan SOTO Bangilan – Jatirogo, di papak hujan. Ada kubangan tertutup air hujan, ternyata, ban motor supra yang di pakai untuk meliput, tahu tahu kejebak Lubang jalan tertutup air hujan.’Jedhag’..prag..Dhowah-Dhowak.Hehehehe..ajur..run..run.

Bacaan Lainnya

Sosok nDAN, Perjalanan hidup meniti karier bukan semulus Tol Surabaya -ngawi. Tetapi berlembah ngarai, cukup terjal dan juga curam.
Namun karena niat dan tekad yang di ikhtiar serta jujur dan tulus menyadari kondisi, maka nasib baik pun, mengikuti meskipun tidak diangen-angen. Itulah Muqaddimah.
Selanjutnya kita bahas setelah mengurai tentang tugas dan tanggung jawab sebagai Wakil Adm KPH Jatirogo.

IMG 20260522 WA0043

 

Berikut perihal monografi tentang KPH Jatirogo, menurut Waka Adm KPH Jatirogo Giman,(ADM Jatirogo Dedy Siswandhi, ada acara bersama Muspida Tuban-red). menjelaskan bahwa KPH Jatirogo masih mengandalkan produksi tebangan kayu jati. Diantaranya sekarang sedang melaksanakan tebangan habis ‘A’-2 di BKPH Ngolahan & BKPH Bancar.
Untuk BKPH Sekarang, BKPH Bate, BKPH Bahoro masih ada klas kayu ‘A’-2. Yang tidak ada hanya BKPH Bangilan.
Bangilan ada tebangan ‘B’ & ‘E’.
Sedangkan tanaman Balza di KPH Jatirogo hingga saat ini baru 10 hektar (ha). Tapi untuk tahun ini rencananya ada lebih dari 50 ha.

Sedangkan bidang keamanan, juga melihat dari tingkatan kondisi. Sehingga cukup preventif, atau pre-emtif, bahkan sampai Refreshing.
Sedangkan fokus keamanan sesuai atensi Direksi, yang terbaru di kawasan BKPH Bancar dan Ngolahan.
Sedangkan potensi kayu KU Besar ya di BKPH Ngolahan.
Katagori BKPH Rawan yakni BKPH Bahoro, Ngolahan, Bancar. Lainnya relatif.
Dengan Keluasan wilayah 15.847 ha.Terdiri dari 6 BKPH.

Personil keamanan KPH Jatirogo berjumlah 42 personil. Yang terdiri dari Asper, KRPH, Polmob, Polter dan Polter Pembantu.

System patroli keamanan adalah, selain mobile, juga standby pos, ada group WAG. Dan tetep siaga komunikasi 24 jam. Bila suatu wilayah membutuhkan bantuan personil keamanan, maka langsung PLB, dan bergerak bersama sama menuju sasaran yang ingin bantuan personil. Kita tanamkan kebersamaan, Solid, Kompak sinergi satu komando “, paparan Waka Adm KPH Jatirogo, nDAN Giman Dengan mantap.

Selanjutnya, Inginkannya menjadi Tehnisi Electronic, Berujung jadi Rimbawan, yang cukup teruji.

Maaf, keterus terangan perjalanan hidup dan karier, bisa jadi karena menjadi anak Sholeh yang penuh Bhakti pada orang tua. Meskipun berawal dari keluarga warga Transmigrasi, yang balik – berangkat lagi. Sehingga nasib sekolah pun, sempat terbengkalai karena jarak jauh. kisaran 80 KM. Bayangkan, seandainya memakai Zona sekarang, ya Mbah Giman cukup lulus SMP. Tetapi nDAN Giman, gigih dan tidak gengsi, dan percaya takdir. Serta bagaimana arus air itu.

Menurut ceritanya kemarin (kamis 21/5/2026), nDAN Giman semasa kecilnya tidak ada benak secercah harapan untuk menjadi Rimbawan, mengingat kondisi Ekonomi kurang mendukung, saudara banyak.
Kalau kelahiran di Desa Soko Mentoro kecamatan Soko kabupaten Tuban tahun 1972.
Setelah itu hijrah ke Kabupaten Tanah Laut Pulau Kalimantan tahun 1975-1985 sampai Sekolah Dasar.
Tahun 1985-1987 di Soko Mentoro menamatkan sekolah SD. Sampai SMP Kelas 2 Setelah itu, hijrah lagi ke Jambi plus pindah SMP di Jambi ( Sumatera Selatan) daerah pemukiman Transmigran.
Lulus SMP, rada bingung melanjutkan kemana, karena jarak tempat tinggal dengan SMA ada sekitar 80 KM.
Lalu sempat ‘macet’ dan mengembangkan bakat Alam yang Autodidak yakni bidang Electro ( Servis Radio, Tape Record, Pesat HT, juga Televisi Hitam Putih). Setelah berhenti beberapa waktu, bertemu (Alm) bernama Yang bernama Pak Mulyadi dari Trenggalek saat di perusahaan HPH sedang Crossing perusahaan, ketemu di kantor Kanwil Kehutanan. Asli Trenggalek. Setelah berkenalan, ada gaining berkenalan dan di tawari ikut beliau (Pak Mulyadi), ikut ke Jambi. Dan di sekolahkan SMK di Pekan Baru.
Lulus SMK tahun 1993 ada test lowongan kerja di kanwil kehutanan, pendaftar sejumlah 500 peserta, yang lulus cuma 3, diantaranya adalah nDAN Giman.
Di tempatkan di Perhutani Pekanbaru sebanyak 10 orang.
Lalu dapat tugas Belajar di Pusdik Cepu Unit 1 Jateng, Watu Kosek.
Lalu Magang di beberapa KPH.
Capeg di KPH Banyuwangi selatan sampai pegawai Difinitif (1994-1997), terakhir jadi Mandor di BKPH Bajul Mati.

Dari Difinitif itu lah BKPH Bajul mati, terus Berkelana, hingga ketemu media online skinfosuneta.com di KPH Jatirogo (21/5/2026).

Berikut kisahnya perputaran jabatan, setelah dari BKPH Bajul mati KPH Banyuwangi.
1997-2002 jadi KRPH di KPH Jember. Tahun 2002-2004: Kaur Tanaman KPH Ngawi. Tahun 2004-2007 KSS Wilayah Madura. 2007-2010 Asper Kangean Timur KPH Madura. 2010-2011: Asper BKPH Klabang KPH Bondowoso. Tahun 2011-2017 Asper Plosobarat ujung timur KPH Jombang. 2017-2021: Asper Pare KPH Kediri. 2021-2023: Kasi PSDH KPH Kediri. 2023-2023 (3 bulan) Kasi PPB KPH Tuban. 2023-2025 Akhir Waka ADM KPH Banyuwangi selatan.2025–Sekarang Waka ADM KPH Jatirogo.”Kami bekerja hingga saat ini, mengalir bagaikan air aja lah.
Menikah Desember 1995. Anak pertama lahir 1999 saat bertugas di KPH Jember. Anak kedua lahir saat bertugas di KPH Ngawi, anak ke tiga lahir 2013 lahir saat bertugas di KPH Jombang.
“konsep di manapun bertugas istri dan anak harus ikut. Sebab pindah nya jauh jauh. Pekerjaan dan keluarga harus Se- imbang. Dan bekerja Normatif, kerja baik dan sesuai dengan S.O.P. Loyal kebijakan pimpinan. Dan Komsos itu penting untuk nambah paseduluran, berbuah hidup menjadi nyaman. Meskipun jauh dari keluarga sedangkan bisa menjalani komunikasi dengan masyarakat dengan baik. Maka bila akan berbuat yang sekiranya ada niat kurang baik. Pasti banyak perhitungan. Santai Serius Amanah”. Ulasannya nDAN Giman, dengan penuh Dedikasi.**(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *