Tebu BKPH Pradok KPH Bojonegoro, Primadona Protas .

IMG 20260426 WA0057

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-MENJADI Unggulan memang awalnya adalah dengan proses yang panjang. Sehingga protas tebu Pradok (RPH Grogolan & RPH Suruhan 8 % dari RPH Grogolan), protas nya selalu juara 1.

Berikut kisahnya di ceritakan oleh KRPH Grogolan BKPH Pradok KPH Bojonegoro DIVRE JATIM, H.Patkurrohman, seusei patroli preventif petak 88, 89, 90, 133 alur ‘H’. Berangkat dari pukul 05.11.WIBB. Lalu komsos dengan warga di moment kerja Bhakti bersama warga sempat di buatkan sarapan pagi oleh bu Mantri Grogolan, dengan jumlah lah kisaran 62 bungkus. Karena demi bisa sama-sama memahami. Dengan tradisi ‘Nguwongke uwong ‘ dan Komsos pun selalu bisa di temukan ‘Win-Win Solution’.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, menurut Mbah kung Mantri Patkhurohman, perihal Pertebuan.

Seijin Pimpinan nya yakni Asper BKPH Pradok, H.Djayadi,SH.
Mbah Mantri secara kongkrit, memaparkan sebagai berikut:
Untuk TMA siap nunggu perintah dari manajemen. Tebu BKPH Pradok RPH Grogolan, sudah ready.
Sampling KADEP petak 87. Hasil 20:20:16.
Dilanjutkan pabrik dengan hasil 20:18:16.
Petak 88: 18:18:15
Tebu siap tebang, tenaga nunggu ‘Aba-aba’. Seandainya besok Tebang, juga tinggal ‘klik’.

IMG 20260426 WA0058

Terima kasih atas kerjasamanya semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan RPH Grogolan BKPH Pradok. Dalam hal ini adalah perihal *Tebu”*.
BKPH Pradok selama 2 tahun berturut-turut mendapatkan predikat sebagai produsen tebu protas tertinggi untuk tingkat KPH Bojonegoro.Dari tahun (2023-2024)-(2024-2025) secara beruntun protas tertinggi. Tingkat KPH Bojonegoro. “Dan harapan nya pak Kadep dari Perhutani pusat, apa yang dilakukan yang bisa menghasilkan yang terbaik ini, harus di pertahankan, dan bisa di sampaikan pada teman teman BKPH Lain. Sehingga bisa seperti hasil yang di capai oleh BKPH Pradok.
Tanaman tebu 2 RPH Wilker BKPH Pradok KPH Bojonegoro luas keseluruhan 68.03 hektar (ha). Untuk RPH Grogolan luas tanaman tebu 63.26 ha. Dan untuk yang di RPH Suruhan luasnya ya itu: 68.03 ha dikurangi 63.26 ha. Maka yang RPH Suruhan. 4.77 ha.

Pola perawatan dari RC 1 ke RC 2 , diawali dengan cara pembersihan serasah tebu. Dilanjutkan kepras, pedot oyot, pemupukan, pembasmian gulma, Riwas dan Kletek.
Dengan pemeliharaan yang konsisten serta pengawasan yang ketat, ini adalah upaya maksimal untuk bisa menjadi pilihan bisa sesuai yang diharapkan oleh Manajemen. Dengan kata lain, adalah mensugesti pesan dan arahan pak KADEP, yakni tetep konsisten dengan langkah yang di lakukan. Dan sudah di sampaikan secara umum agar BKPH lain bisa dengan hasil yang juga bagus. Seandainya RPH Grogolan untuk Tebu di tambah luasnya, oo… sangat Siap. karena sudah tahu caranya.
Dan RPH Grogolan punya petak andalan protas, yakni petak 88-1.
Protas tahun 2023-2024: 86.6
2024-2025: 91.90
Meskipun mungkin Wilayah lain beranjak RC terjadi turun protas, tetapi untuk petak 88-1, justru protas nya naik.”Alhamdulillah, pertanda hara tanah di petak tersebut sangat potensial untuk di gunakan lahan tebu”, papar KRPH Grogolan, sambil menemani personil (Mbah Jumadi) benah benah instalasi air untuk menyirami tanaman persemaian.

“Personil RPH Grogolan tergolong banyak karena selain perihal hutan, juga persemaian, dan tebu.
“Akan tetapi”, untuk giat nya terbagi bagi, meskipun sistem bergulir (Yanto, Jumadi, Samiran, Sujianto, Abd Rokhim, Kustiyono, Anto), piket pola Naik-turun. Dan selalu *Siaga*. Memberlakukan Komsos 1 Minggu 2 x (melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, juga perangkat desa).
“Kami selalu siaga, karena pak Asper sering melakukan PLB, begitu usei rapat di KPH, terkait elemen pekerjaan langsung PLB di bahas langsung. Sehingga tiap pak Asper rapat di KPH, personil gedhe – cilik siaga tidak ada yang berani mematikan HP. Mergo sak wayah wayah ada PLB.
Dan khusus personil RPH Grogolan, kami menerapkan bila personil terlambat datang, tetep harus ijin. Sehingga di saat ada pimpinan tanya, kami selaku KRPH, bisa memberikan jawaban. Tetapi jika di tunggu lama tetapi tidak ijin dan ada agenda kegiatan kog tidak datang datang cukup kami voice,”Po cuti tahunan ?”.
Atau ijin akan buwuh, kami jawab, *Oklik..jo suwe suwe, 5 menit, cukup Khan. Hehehehe”. Begitulah.

“Kami melaksanakan tugas sesuai dengan juknis dan arahan Pimpinan. Termasuk persiapan PHL. Untuk hari ini (Minggu 26/4/2026), selain membersihkan yang masuk area penilaian, juga pembenahan instalasi air. Termasuk penyediaan piranti lainnya. Jangan ada Tim penilai..Lha hari hari biasa saja, yang merupakan tanggung jawab sebagai Rimbawan yang mendapat amanah, tetep kami rawat dengan baik. Lha mau menggunakan/ menerima manfaat kog tidak merawat..itu Khan..*Ter..la..lu*. Ulasan Mbah kung Mantri Patkhurohman. Mengakhiri perbincangan karena akan melanjutkan tugas.**(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *