Bojonegoro I skinfosuneta.com,-MENJADI Adab warga Dusun Jipangulu, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, terus menunjukkan kepedulian terhadap warisan leluhur dengan melestarikan Makam Mbah Santri.Secara turun Temurun.
Makam yang juga dikenal sebagai Wali Santri Jipangulu ini diyakini sebagai tempat peristirahatan salah satu tokoh penyebar agama Islam sekaligus sesepuh masyarakat setempat.
Keberadaannya bukan hanya menjadi situs religi, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan identitas warga Jipangulu.
Sebagai bentuk penghormatan, masyarakat rutin menggelar tradisi bersih desa/sedekah Bumi dan ziarah di area makam.
Kegiatan ini biasanya dilaksanakan setiap Jumat Pahing di bulan Sura, yang dianggap sebagai waktu sakral oleh warga setempat.
“Mbah Santri itu sosok yang sangat dihormati. Kami menjaga makam ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa beliau dalam menyebarkan Islam di wilayah sini,” ujar salah satu warga.
Mbah Santri diyakini sebagai tokoh yang berperan besar dalam awal penyebaran Islam di kawasan Jipangulu Margomulyo.
Hingga kini, nilai-nilai yang diwariskan masih dipegang teguh oleh masyarakat, terutama dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
Terletak di Dusun Jipangulu yang masih asri, makam kuno ini juga kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah. Selain berziarah, mereka juga ingin melihat langsung jejak sejarah yang masih terjaga dengan baik.
Melalui upaya pelestarian yang dilakukan secara gotong royong, warga berharap nilai-nilai agama, budaya, dan kearifan lokal yang diwariskan Mbah Santri tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Harapan Kades Ngelo 3 periode, H. Tri Mariyono, S.Ag.
Untuk menuju makam tersebut, dari Watu Jago mencari Jalur menuju Bendungan Karangnongko, terus sampai di Resto PERSADA mart. Bisa istirahat sejenak (Ngopi/Es, Makan prasmanan, Berwudhu atau mandi) sambil persiapan , lalu melanjutkan perjalanan sekitar 400 meter, sampai lah di area makam Mbah Santri.**(Eko-Nar- Zulfikar/red).






