Konferensi Pers Polres Bojonegoro Rilis Kinerja Selama 2025, Kejahatan Konvensional Naik, Laka Lantas dan PPA Turun.

IMG 20251230 WA0012

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-KEPOLISIAN Resort (Polres) Bojonegoro menggelar konferensi pers akhir tahun 2025 pada, Senin (29/12/2025).

Dalam rilis tersebut diungkap, angka kejahatan konvensional naik, angka laka lantas dan laporan di Pelayanan Perempuan Anak (PPA) turun.

Bacaan Lainnya

Kegiatan itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati, Ketua PC Nahdlatul Ulama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), dan puluhan awak media di Bojonegoro.

Dalam kesempatan tersebut, di paparkan pencapaian kinerja Polres Bojonegoro sepanjang 2025.
Yakni mencakup penanganan tindak pidana kriminal, lalu lintas, narkoba, hingga kejahatan yang menjadi atensi Presiden.

Kapolres AKBP Afrian Setya Permadi, menyampaikan hasil kinerja yang di capai Polres Sepanjang tahun 2025.
Dan terdapat dinamika signifikan dalam penanganan perkara.

Sejumlah jenis kejahatan mengalami peningkatan, namun di sisi lain terdapat penurunan pada kasus-kasus tertentu yang berdampak langsung terhadap keselamatan serta perlindungan masyarakat.

“Capaian ini menjadi bahan evaluasi kami. Meski terdapat peningkatan pada beberapa jenis kejahatan, Polres Bojonegoro juga mencatat penurunan signifikan pada kasus yang berkaitan langsung dengan keselamatan jiwa dan kelompok rentan,” ungkap Kapolres Bojonegoro ini.

Dalam penanganan perkara pembunuhan, Polres mencatat satu kasus pembunuhan berencana, (Selasa, 29 April 2025-red), sekitar pukul 04.15 WIB di Mushola Al Manar, Desa Kedungadem, Kecamatan Kedungadem.

Peristiwa itu mengakibatkan tiga korban jiwa, 2 korban meninggal dunia di lokasi kejadian dan 1 korban meninggal dunia di rumah sakit.

Kapolres menegaskan, perkara tersebut telah dinyatakan tuntas dan berkekuatan hukum tetap melalui putusan Pengadilan Negeri Bojonegoro.

Sementara itu, pada kasus pencurian dengan pemberatan, Polres berhasil mengungkap perkara pencurian rel kereta api di Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, serta Desa Tikusan, Kecamatan Kapas.

Satu orang tersangka diamankan bersama barang bukti berupa besi rel kereta api. Selain itu, kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dengan pelaku pasangan suami istri juga berhasil diungkap, dengan modus memanfaatkan sepeda motor yang masih terpasang kunci kontak.

Di bidang tindak pidana korupsi, sepanjang 2025 Polres Bojonegoro menangani satu perkara, meningkat 100 persen dibandingkan 2024 yang nihil kasus.

Dalam perkara tersebut, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan nilai kerugian negara mencapai Rp394.307.642. Hingga kini, proses penelusuran serta pengembalian aset masih terus dilakukan.

Untuk data kecelakaan yang bersumber dari Satlantas Bojonegoro mengalami kenaikkan, dan untuk korban meninggal menurun.

Di sektor ini, jumlah kecelakaan sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan sebesar 46,32 persen atau bertambah 347 kasus, dari 749 kasus di 2024 menjadi 1.096 kasus pada 2025.

Namun demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan sebesar 5,64 persen. Dari 195 korban meninggal dunia pada 2024, turun menjadi 184 korban di 2025.

Selain itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga menurun signifikan sebesar 45,85 persen, dari 12.034 pelanggaran pada tahun 2024 menjadi 6.518 pelanggaran di tahun 2025. Penindakan dilakukan melalui tilang manual dan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), dengan total barang bukti yang diamankan sebanyak 791 unit.

Penanganan kejahatan terhadap perempuan dan anak (PPA) menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam.
Pada 2025 tercatat 15 perkara, turun dari 50 perkara pada 2024 atau menurun sebesar 70 persen.

Jenis perkara PPA yang paling banyak ditangani meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 9 perkara dan persetubuhan sebanyak 6 perkara.

Kapolres menegaskan bahwa: “Setiap penanganan perkara PPA dilakukan dengan pendekatan khusus, termasuk pendampingan psikologis serta penerapan mekanisme diversi bagi anak,”.

Pada kategori kejahatan yang menjadi atensi Presiden, kasus narkoba mengalami peningkatan. Sepanjang tahun 2025, Polres Bojonegoro menangani 70 perkara narkoba, meningkat 9,37 persen dibandingkan tahun 2024. Barang bukti yang diamankan berupa sabu seberat 74,54 gram dan pil dobel L sebanyak 70.711 butir, dengan nilai ekonomis mencapai Rp465.365.000.

Sementara itu, penanganan kasus judi online mengalami penurunan drastis. Pada tahun 2025 tercatat 5 perkara, turun dari 43 perkara pada tahun sebelumnya atau menurun sebesar 88,37 persen.

Untuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO), sepanjang tahun 2025 tidak ditemukan perkara, atau turun 100 persen dibandingkan tahun 2024.

Secara umum, jumlah kejahatan konvensional (Crime Total/CT) pada tahun 2025 tercatat sebanyak 367 perkara, meningkat 15,77 persen dibandingkan tahun 2024.
Meski demikian, tingkat penyelesaian perkara (Crime Clearance/CC) juga meningkat menjadi 458 perkara atau naik 14,21 persen.

Menutup konferensi pers, Kapolres Bojonegoro menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat upaya pencegahan kejahatan, serta memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat.

“Kami menjadikan capaian dan evaluasi tahun 2025 sebagai pijakan untuk meningkatkan profesionalitas, transparansi, dan kepercayaan publik di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.**(Eko-Yat-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *