Marilah Mengenal Desa Deling Dengan Keragaman Yang Ada. Meskipun Sekilas Info.

IMG 20251219 WA0018

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- PENGELOLA Pemberitaan di skinfosuneta.com, memang punya hobby sejak kecil adalah “Berkelana”.

Terinspirasi dari Lagu karya cipta nya Al-mukharam Pak Kyai Rhoma Irama, judul “KELANA”. Maka kegiatan berkelana, adalah bagian dari kehidupan sehari-hari bila kondisi sehat, pikiran sehat meskipun ekonomi kurang sehat.
Misalnya pikiran rada sumpek tak punya uang maka alternatif adalah Berkelana sambil mengucapkan “Astaghfirullah..Kemana lagiku berjalan membawa derita di badan ?”. Hehehehe.

Bacaan Lainnya

Insya Allah..naluri membisiki”Stop..!”, kembalilah ke rumah”.
Maka ku pulang kembali.

Maka dalam mengemban profesi, kadang sering sendiri. karena dari sebuah implementasi dari lagu,”Kemana ku pergi tiada yang harus tahu tujuanku, dan apa yang ku cari dalam berkelanaku. Gunung tinggi akan ku daki, bahkan ada jembatan pun saya terkadang lewat Penyeberangan desa Ngablak – Mori.

Tak akan ku berhenti, aku berkelana. Sebelum ku dapat (inspirasi) apa yang ku cari. Meskipun adanya di dekat lokasi “Bukit Cinta”.

Akhirnya, sampai lah di lereng BUKIT CINTA ku bersama kang Yono, berhenti dan tidak memulai ingin berkarya tulis dari cerita ‘Bukit Cinta’.
Karena Bukit Cinta, ada nilai nilai ekonomi.

Sementara kita bernuansa”RILEX”.
Selanjutnya, meskipun tidak dapat apa apa (bernilai pendapatan), tidak jadi target. Yang penting Heppy.

Jika selanjutnya pembaca kog ingin menelusuri dari asal cerita ini, Monggo.
Hanya saya menulis, Deling Indah. Panorama alam yang begitu menawan. Warga nya. Ibaratnya “Tamu Sopan, warga Sungkan (menghargai), tetapi jika kurang Sopan.. Tentu seketika itu di lawan tidak menunggu Minggu depan.

Deling Adalah jadi Pujaan.
Bahkan di masa lampau pernah menjadi Tempat Pemerintahan.
Di masa era pasca Kemerdekaan.
Yakni Di Masa Gubernur Jawa Timur ‘Suryo’.
Desa Deling menjadi Alamat Pelayanan Pemerintahan Tingkat Karisidenan.

Dening Kabupaten Bojonegoro Yang ‘tumpah ruah’ kekayaan alam. Kog Desa Deling di Abaikan tanpa Kenangan sebagai ‘Cagar Budaya’ Kabupaten Bojonegoro.
Mumpung masih ada yang bisa Bercerita.
Monggo lah..Di Angkat Untuk menjadi tambahan Perbendaharaan Keragaman Yang ada di Desa DELING .

Ini cerita dari Warga luar desa Deling, yakni ceritanya mbah Inggi (Mantan Kades Bobol kecamatan Sekar), HARINTO, SP.
Setelah menyaksikan unggahan YouTube SUNETA CHANNEL, Beliau mengirim Narasi, sebagai berikut:
” Lokasiitu (Bahan unggahan YouTube SUNETA CHANNEL)…Sebagai tempat tinggal Residen/Pembantu Gubernur di Bojonegoro, Tandiono Manu, S.H. Pada saat agresi Belanda II Tahun 1950,..
Beliau mengungsi di Desa Deling.
Karena di kejar-kejar oleh tentara sekutu. Bersamaan dengan itu pemerintahan tingkat propinsi juga mengalami kekacauan, karena Kota Surabaya menjadi basis perlawanan para pejuang Rakyat Jawa Timur,..
Maka Beliau Gubernur Jawa Timur waktu (Suryo-red), menitipkan kendali pemerintahan Propinsi Jawa Timur kepada Beliau Residen/Pembantu Gubernur di Bojonegoro, Tandiono Manu, S.H.

Dengan kata lain Pemerintahan Propinsi Jawa Timur pernah di kendalikan dari lembah di bawah gunung Pandan tepatnya Desa. Deling, Kecamatan. Sekar, Kabupaten. Bojonegoro.
Karena bila di telusuri lebih lanjut bahwa sepanjang bukit Atas Angin sampai gunung Kendil sejak Era Mataram tempat ini menjadi tujuan para Abdi dalem untuk nyepi/tirakat.

Maka tidak berlebihan kiranya kalau saat ini muncul potensi wisata alam yg bersama-sama kita rintis yaitu Negeri Atas Angin.

Demikian.

Selanjutnya untuk Nara sumber yang bisa di mintai keterangan adalah keluarga Mbak Carik Deling. Yang rumahnya dulu di Tempati sebagai kantor Resident.

Monggo Yth.
-Bapak Bupati,
-Ibu Wakil Bupati,
-Bapak Ketua DPRD
-Kadin PU Cipta Karya/Pemukiman.
-Disbudpar.

berkunjung di rumah bekas di tempati sebagai Kantor Karisidenan Bojonegoro (BAKORWIL) , Ditiliki.

“Dan Desa Deling punya potensi Alam yang perlu di kaji yakni dusun ‘KALIMAS’.

Dulu zaman Wali sakti, memberikan nama sebuah apapun tentu ada makna.**Bersambung**(Eko-Yon-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *