Pembangunan Masjid”TAQWA”. Tinggalan Sejarah Ketokohan Mbah KH. Muhammad Sanusi. Pembangunan Masjid At-Taqwa, Terbuka Bagi Siapa Saja Yang Ingin Berdonasi.

Img 20240504 Wa0004 Wm 89435.90000009537

Bojonegoro I skinfosuneta.com, -PADA Awalnya At-taqwa desa Kumpulrejo kecamatan Kapas dipugar tahun 1979, masih dalam Ketokohan Mbah KH.Munammad Sanusi saat itu sebagai pelopor Agama Islam yang ada di desa yang terdiri dari 5 RT. Dan merupakan daerah para pendatang Translok (Transmigrasi lokal saat penjajahan Jepang 1942). Dan untuk pemahaman bidang agama Islam, sangatlah susah, dari beberapa teman yang mau diajak berjuang. Tetapi karena tekad bulat dan ingin mengembangkan syi’ar agama. Mbah KH. Muhammad Sanusi, seperti ter-ilhami Firman Allah SWT:”Belanjakan sebagian hartamu ke Jalan Allah SWT. Sebelum datang suatu hari, tidak ada jual beli, pembelaan, persahabatan. Ketahuilah bahwa Allah SWT Maha Kaya dan Maha Penyantun”.(QS. Al-Baqarah..).

Dengan ketekunan memahamkan itu, berdirilah sebuah masjid ‘At-Taqwa’ bertujuan, semoga warga desa Kumpulrejo menjadi kaum Muttaqin. Insya Allah.. Aamiin.

Bacaan Lainnya

Udzur-nya usia dan wafatnya Tokoh Agama desa yang berdenah tengah tengah sawah berjauhan dengan desa Tetangga. Terkaderlah putra Mbah KH. Muhammad Sanusi, yakni Gus Muhammad Irham (Nama lengkapnya KH. Muhammad Irham), mengganti posisi di tokohkan untuk bidang Agama , dan bidang pemerintahan (jabatan terakhir sebagai sekretaris desa, sekarang 4 Mei 2024 aktif sebagai PJ. Kades Sumbangtimun kecamatan Trucuk), untuk di desa Kumpulrejo kecamatan yang berpenduduk kisaran tidak ada 400-an Kepala keluarga. Bisa di sebut sebagai pemenang tongkat estafet kepemimpinan bidang Agama di desa Kumpulrejo.
Mulai sebagai ketua Ta’mir masjid, Imam, Khotib, ketua Tanfif NU, Pemimpin doa di setiap acara desa/ jamaah/ maupun warga hajatan.

Alumni Ponpes Abbu Dzarrin Kendal, serta Alumni MAN 1 Bojonegoro, bernama H. Muhammad Irham, sebelum memegang tongkat estafet atau tongkat ‘Ansitu Wa’u’. Memang sejak remaja berperan aktif di desa, pelopor kepemudaan, kader Pembangunan Desa (KPD. SK Bupati Drs. H. Imam Soepardi), membrek menjadi Carik, berganti merk yakni sebagai Sekdes PNS. Karena sebagai Abdi Negara (Korpri) pindah tugas jadi bagian kesra di kecamatan Trucuk, dapat Anugerah dari Bupati Bojonegoro kini Sang Tokoh Agama Desa kumpulrejo menjabat sebagai PJ. Kades Sumbangtimun kecamatan Trucuk.

Untuk meneruskan perjuangan sang ‘Rama’ syi’ar Islam. Melihat kondisi Masjid At-Taqwa di desanya supaya bisa seperti masjid masjid yang pernah di singgahi untuk sholat di saat keluar dari desanya. Munculah ide untuk memugar ‘total’. Yakni mengumpulkan tokoh pemerintahan desa, tokoh Agama, tokoh Masyarakat, untuk diajak musyawarah ‘ngrembuk’ renovasi masjid At-Taqwa Desa kumpulrejo full body .
Pada tanggal 17 April 2024, kumpul bermusyawarah dengan Titik temu, untuk per kepala Keluarga (KK), untuk ikut membelanjakan sebagian hartanya ke Jalan Allah SWT. Yakni untuk pembangunan Masjid minimal Rp.1.000.000,- dan “Alhamdulillah… spontanitas malam itu juga dapat Rp.270. juta. Masya Allah… begitu kesadaran masyarakat untuk membangun sebuah masjid ‘At-Taqwa’ di desa Kumpulrejo. Demikian juga, saat panitia penggalangan dana datang pun, Alhamdulillah tidak ada kendala”, kata Bagian Do’a di kantor kecamatan Trucuk di setiap acara kedinasan.

Img 20240504 Wa0005 Wm 88640.40000009537

Lebih lanjut suami dari Bu Hj. Qoyimah Sukorejo Bojonegoro, ini juga menuturkan, bahwa Panitia menerima donasi dari siapa pun yang ingin nitip amal “Jariyah “. Dan berterima kasih, para donatur yang sudah memberikan bantuan material ada 1 kaum muslim menyumbang semen 100 zak, ada juga besi dan juga tunai. Semoga Allah SWT membalas dengan balasan yang berlipat lipat. Termasuk warga yang menyumbang makan minum jaminan maupun yang siap saat giliran nya. Semoga mudah untuk dapat ganti yang berlimpah.. Aamiin.

Ta’mir yang juga memiliki sampingan selain PNS. Pj. Kepala desa Sumbangtimun, juga sebagai petani dan peternak. Menyebutkan bahwa untuk warga yang berpartisipasi konsumsi di jadwal. Bila tenaga 10-15 orang, yang ngirim makan siang cukup 1 warga. Tapi jika lebih dari 15 orang yang ngirim 2 KK. Soal jaminan (cemilan/cokotan untuk obahe lambe) tidak usah terjadwal..wes ngantri suka suka. Kadang sambil ngantar jajan juga ikut pegang pegang alat, mbuh itu ikut thuthuk besi entah ngiwangi usung luloh. Alhamdulillah.
Kalau dulu yang masak hanya ibu saya dan keluarga dan yang belanja saya dengan teman. Tetapi sekarang dengan sebuah nama At-Taqwa, Alhamdulillah..wes kathing grudhug do melu, seperti tadi akan ngambik molen..biyuh kathing clingkrik Munggah pick up. Coro lagune yo “ringan sama di jinjing berat sama dipikul, begitu harus nya kita bekerja”.
“Oh iya mas, untuk tenaga profesional tukang gajinya 75 % dari nukang di proyek. Demikian si pembantu tukang yang tetap. Dan tenaga pembantu secara bergiliran upahnya ya makan minum serta okok-okok’an. Alhamdulillah… kesadaran masyarakat desa kumpulrejo semakin full, Sama sama berlomba lomba ‘ber-fastabiqul khoirrat’.

Sesuai keterangan Masjid ini sebagian tanahnya dari wakaf (sesuai amanah Ta’mir) tidak usah di sebutkan namanya. Ukuran masjid 20 meter x 20 meter berlantai dua. Fasilitas jeding 2 , sayap kiri tempat wudhu pria, sayap kanan tempat wudhu wanita. Tempat parkir lebih luas, dulu di halaman depan masjid, sekarang di geser ke Utara.
Untuk tempat Jum’atan sementara waktu di mushalla tertua tinggalane Bapaku Leh (Alm) Abbah KH. Muhammad Sanusi, yakni mushalla ‘Tarbiyatul Abdillah’.
Doktrin dari Abbah kami kami beserta saudara kami, Ibnu Aliyah Ahmad Badri, Siti Salatin, dulu yakni ‘ Berani asal benar. Tugasmu belajar, soal besok jadi apa, itu pasrahkan kepada Allah. Yang penting ikhtiar dan do’a (Perjuangan & Do’a).”Alhamdulillah, 3 anaknya, semua cukup. Dan di setiap acara adikku bagian tanduk, saya bagian mimpin Do’a. Dan setiap musyawarah perihal kegiatan keagamaan semua unsur pemerintahan, toga, tomas di undang. Soal datang dan tidak, itu kembali pada hak azasi masing masing.

Adapun susunan kepanitiaan pembangunan Masjid At-Taqwa desa Kumpulrejo kecamatan Kapas di perkirakan 1 tahun tuntas. Ketua H. Suyoto, wakil ketua Sapuan, Sekretaris Sobirin, bendahara khoirul mafakhir.
Seksi penggali dana Seluruh ketua RT (1-5) di Bantu panitia dan lingkungan masing-masing. Humas Kyai Ahmad Badri dan Suyanto. “Masjid adalah milik ummat Islam, oleh karena itu semua ummat Islam yang ada di kumpulrejo mari kita ikuti merasa handarbeni. Alhamdulillah.. panen sukses, harga bagus, semua antusias serta tidak ada yang mengeluh.”Dari ummat, olehe ummat dan ummat”.

Tokoh tokoh di antaranya awal adalah Mbah KH. Muhammad Sanusi (Alm), dilanjutkan oleh sang putra Gus H. Muhammad Irham. H. Suyoto. Khoirul Mafakhir, Sapuan, Ubaidillah, Khanafi. Yang aktif sejak muda yaa Gus Irham, dari muda penggerak karang taruna dan juga ketua Remas. Insya Allah.. bersama arahan melalui mimbar maupun komsos, pengetahuan agama semakin berkembang “. Kata H. Suyoto.

Untuk mushalla se-desa yang jumlahnya 5 RT ada
7 Mushalla.(RT.1 dan RT.4 ada @ 2 mushalla) lainnya @ 1 mushalla. Dan sudah ada TPA komplit Ustadzah/ustadz nya.***(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *