Bojonegoro I skinfosuneta.com -Langkah cepat di lakukan oleh Asper BKPH Bareng Slamet Winarno dengan anak buahnya untuk mensukseskan program ATM (tebu).
Berikut audensi skinfosuneta.com dengan Asper BKPH Bareng Kelahiran Kediri Slamet Winarno yang energik, hampir 2,5 jam ber-audensi sambil berbagi cerita.
Sepengetahuan Waka Adm KPH Bojonegoro Wawan Gunawan,S.Hut. skinfosuneta.com akan mengawali audensi dengan Asper pindahan dari KPH Parengan.
Dari cerita Asper BKPH Bareng, luas BKPH Bareng secara keseluruhan 4.327, 38 hektar (ha). Khusus RPH Bareng tanaman ATM (tebu) seluas 80, 97 ha. Sedangkan tanaman penyeimbang (Jati), luas tanaman jati 64,64 ha atau sekitar 46 %.
1 RPH Bareng 80,97 ha. Terbagi di petak 57b luas 11,84 ha. Penyeimbang 4,67 ha (jati). Petak 5 c-1 tanaman ATM 25,94 ha. Penyeimbang (jati) 10,69 ha. Petak 58 ATM 43, 19 ha penyeimbang (jati) 49,28 ha.
“Besar harapan kami, untuk persiapan lapangan lokasi ATM bisa segera di mulai. Mengingat keluasan lokasi di Bareng. Sehingga tidak terjadi keterlambatan persiapan lapangan untuk tanaman ATM yang akan berakibat pada kelancaran kegiatan ATM. Selanjutnya dan juga berimbas pada produksi tebu yang dihasilkan kelak/nantinya”, Penjelasan Adm KPH Bojonegoro Ir.H.Slamet Juwanto melalui Waka Adm KPH Bojonegoro Sub Tengah Wawan Gunawan, S. Hut. Yang juga mewakili Waka Adm KPH Bojonegoro sub Timur.
Selanjutnya, Asper BKPH Bareng, menyampaikan data untuk tanaman rutin (jati) di:
Petak 5 G-1 : 0,81, petak 2A-2 : 3,44 petak 2 B-3:2,04 petak 2 D-2: 0,79 petak 4A: 7,23 petak 4E: 2,3 ha. Petak 5A-6: 0,87. Petak 6E: 11,41 ha. Petak 24B-3: 1,32 ha. Petak 28A-1: 5,16. Petak 47D:7,58 ha.
“Rincian di RPH Sekidang 2 anak petak (8,9 ha), di RPH Bareng 1anak petak (5,16 ha), RPH Alasgung 8 anak Petak luas 28,89 ha. Dan jenis tanaman biomasa tidak ada.Dan untuk tanaman pembangunan/rutin diluar tanaman penyeimbang (jati) tahun,2023 luas 42,95 %, untuk pasangan ‘acir’ sudah 100 %”, uraian Asper Bareng.
Disebutkan pula bahwa untuk keamanan September – Oktober walau musim buwuhan, terkendali. Kebakaran pun tidak ada kejadian kebakaran. Gangguan keamanan hutan terkendali walau kemarau dan musim buwuhan, alhasil Karena hasil pertanian tembakau sangat bagus, harga jagung bagus. Lagi pula tanaman jati di BKPH Bareng tergolong kecil kecil, gangguan perencekaan juga tidak ada. Bahkan dari limbah tebangan saja sampai kualahen membersihkan. Untuk bahan bakar masak, warga disini 2 hari sekali 1 truck Elpigy pasti mensuplay.
Komsos terjalin pula dengan Forpimca berjalan bagus.”Saya baru pulang dari Koramil Sugihwaras, mengikuti acara pasca HUT TNI ke 78.
Sedangkan Komsos dengan kades, perangkat desa Wengkon secara dinas sebulan sekali, kalau non dinas setiap saat jika longgar waktu. Dengan menekankan pada personil kepada masyarakat agar lebih komunikatif. Dan tergolong rawan gangguan adalah RPH Babat. Perlu penjabaran telaten, karena daerah perbatasan. Sedangkan untuk tebangan ‘B’ sebelum penghentian, BKPH Bareng sudah selesai menebang. Semoga semua segera memahami, arti dan manfaat hutan lestari. Begitulah, harapan kami sebagai petugas Perhutani yang di lapangan “, ulasan Asper cukup riil.**(Ep-Zulfikar).






