Bojonegoro I skinfosuneta.com -“Kalau persiapan atau pasang ‘acir’ 100 % kog minggu pertama, itu telat. Karena awal Nopember 2023 sudah pada tahap pembuatan lubang tanam. Demikian kata Asper Gondang Biyanto didampingi Kaur TU Mansyur.
Kemarin skinfosuneta.com sebelum Berkelana , sempat matur pada KSS Humas KPH Bojonegoro Sunyoto SH. Dan Waka Adm Wawan Gunawan, S.Hut. Bahkan terkadang matur dulu pada Adm KPH Bojonegoro Ir. H. Slamet Juwanto.
Seperti kalau di KPH Parengan juga matur pada Adm KPH Parengan Irawan Dharwanto Jati, S.Hut. atau pada Waka Adm KPH Parengan, Huda, S. Hut.
Alhasil sempat singgah untuk ber-audensi di 1RPH 3 BKPH. Walau planing skinfosuneta.com ada 6 titik. Tetapi waktunya hari Jum’at, sehingga 2 RPH belum terkoneksi yakni RPH Soko dan RPH Sukun dan RPH Brabuhan BKPH Temayang.
Sudah terbiasa ‘mlebu metu’ hutan dengan cuaca dingin, sejuk, biasa dan sekarang panas. Tatkala ketemu yang berwenang, kepanasan, kedinginan pun hilang. Karena seumpama sambat, lha sudah sejak tahun 1992 sudah biasa meliput dan meng-ekspose kegiatan Perum Perhutani.
Seusei dari RPH Dodol dan sebelum ke BKPH Bareng, bertemu dengan Asper Gondang. Adapun dalam percakapan kemarin dengan Asper Gondang Biyanto, disebutkan bahwa untuk persiapan menghadapi musim tanam, konvensional, tidak ATM , untuk tahapan pelaksanaan nya sampai dengan saat ini sudah sesuai NPS.
karena secara geografis tidak layak untuk ATM (tebu), sehingga untuk MT tahun ini dengan luas 140,38 hektar (ha) pada jenis jati dan sedikit biomassa (cliriside).
Perihal tingkat kerawanan Keamanan hutan, nomor wakhid dari 13 BKPH. Itu dari data yang kita laporkan ke KPH. Dan hutan BKPH Gondang masih terdapat kayu kayu K-U besar besar (tua), tragis lagi keberadaan hutan di kelilingi desa, yang notabene adanya ketergantungan masyarakat pada hutan, serta adanya regulasi yang belum ada kepastian.
Disebutkan pula oleh Asper yang sebelumnya menjabat sebagai Asper BKPH Tondomulo, bahwa untuk dari 4 RPH yang rawan pencurian 1. RPH Sukun, 2. RPH Dodol , 3. RPH Gondang, 4 .RPH Soko. Dan karena jumlah personil terbatas maka untuk bidang keamanan, tidak melakukan patroli gabungan seperti BKPH Lain, tetapi beck-Up dari KPH yakni BKO dari Polmob dan Brimob.
Sedangkan untuk komsos per RPH melaksanakan sebulan sekali, tetapi khusus di dusun kenongo desa Sambongrejo sebulan 2 x Komsos. Walau musim kemarau dan musim ‘buwuhan’ … Alhamdulillah sudah banyak penurunan dan situasi kondusif.
Harapan kami, semoga adanya komsos menjadikan langkah mujarab untuk penurunan pencurian. Seperti RPH Soko – lah, terkendali. Serta puncak harapan adalah upaya perum perhutani dengan bekerja maksimal untuk menuju Hutan lestari terwujud. Dan slogan BKPH Gondang ‘APIkK’ (Aman Produktif Inovatif Kompak & Kreatif). Ulasan Asper Gondang dengan optimis.
Mari kita bergeser Informasi ke BKPH Bareng.
Adanya hal demikian, Adm KPH Bojonegoro melalui Waka Adm Bojonegoro sub Tengah yang sekaligus juga mewakili sub timur, Wawan Gunawan, S.Hut, penjelasan nya sebagai berikut: Terkait kegiatan persiapan lapangan tanaman khusus nya BKPH Gondang sudah berjalan sesuai tata waktu, tinggal percepatan untuk kesiapan bibit Gamal/Glirisidea untuk kegiatan kegiatan tanaman tahun ini. Kalau pengaman hutan, melihat kondisi Sumber daya hutan nya yang masih ada tegakan tua dan tegakan tegakan ‘cemolong’, selain dengan meningkatkan komsos Komsos, juga memang betul… BKPH Gondang di Backup Polmob dan Brimob, ini berkaitan dengan kondisi Gukamhut yang terjadi, serta keterbatasan personil yang ada di BKPH Gondang itu sendiri. Dan semoga tahun ini semua nya yang ada di KPH Bojonegoro bisa berjalan dan tercapai sesuai dengan target dari pimpinan Perhutani “. Ulasan Waka Adm KPH Bojonegoro Wawan Gunawan,S.Hut.*(Ep+Zulfikar).






