Bojonegoro I skinfosuneta.com, – MARAKNYA pinjaman online (pinjol) Ilegal akhir-akhir ini sangat meresahkan masyarakat tanpa pandang bulu. Mereka bergerilnya di sekitar kita untuk mencari sasaran dengan segala cara dengan iming-iming yang mengiurkan dengan persyaratan yang mudah.
Seperti baru- baru ini terjadi yang menimpa mahasiswa /i Universitas Sunan Giri (UNUGIRI), ,berinisial TBD (Semester 2)
Bojonegoro jawa timur. Mahasiswa tertarik, karena dengan iming yang menjanjikan.
Menurut orang tua korban EP (55 Thn), agar terhindar dari hal tersebut, jangan mudah dengan iming iming dari orang yang belum pernah secara langsung. Di ada WA yang isinya justru menipu, ajaklah transaksi di kantor Polisi.
Sementara Ketua BPP UNUGIRI ( Drs. H. Saefuddin Idris, MM.) saat ditemui awak media ini (skinfosuneta.com) di ruang kerjanya Jl. A.Yani Bojonegoro, jawa timur . pada hari Rabu, (21/02/2024). Menghimbau kepada masyarakat , terutama keluarga besar UNUGIRI Bojonegoro/Mahasiswa +Mahasiswi ‘harap hati hati’ terhadap atau menghadapi hal pinjaman online (pinjol) ilegal yang memberatkan membebani masyarakat, dan kami berpesan khususnya para orangtua keluarga besar mahasiswa /I di Unigiri,
Dr. H. Munzar Fahman, MM, Sekretariat Yayasan Unugiri, menerangkan kepada awak media ini, Sebenarnya kejadian pinjaman online sudah sering dengar kita ketahui di medsos, vidio, berita hoax tentang pinjaman online, ,, hati -hati terhadap pinjaman online ilegal dengan penipuan sangat memberatkan masyarakat maka jangan mudah percaya dengan rayuan-rayuan terhadap colon konsumenya,,
Mesih menurut Munzar (sapaan akrapnya) mantan Direktur Radar Bojonegoro Jawa Pos.
“Dengan banyak khasus-khasus penipun tentang pinjaman online ilegal khusus mahasiswa/I Unugiri harap hati-hati, jangan mudah percaya dengan rayuan segala cara, yang bisa mencuci otak korban.
Bahkan sering memberikan ancaman karena para pinjol ilegal ini sudah mempunyai data nasabahnya, sehingga bahkan selalu mengancam untuk menyebarkan data calon nasabahnya. Pungkas mantan ketua KPU.**(Eko-Kim-Zulf/red).






