Bojonegoro (KPH Padangan) I skinfosuneta.com,-KESATUAN Pemangkuan Hutan (KPH) Padangan terus berkomitmen dalam menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan “Sosialisasi Tumbuhan Invasif, Penggunaan Benih Hasil Rekayasa Genetika (GMO), serta Penggunaan Pupuk & Pestisida Kimia dalam Kawasan Hutan” yang digelar di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kaliaren Timur pada hari Rabu (16/9/2026)
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh jajaran petugas Perhutani dan masyarakat pemangku kepentingan desa sekitar hutan.
Kegiatan penting ini dihadiri secara langsung oleh Kepala Sub Seksi Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) KPH Padangan yang hadir mewakili Administratur KPH Padangan, seluruh tim jajaran Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kaliaren Timur, serta perwakilan pengurus dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Jati Lestari dan LMDH Madya Wana Lestari. Sinergi antara pengelola hutan dan masyarakat desa hutan ini menjadi kunci utama keberhasilan menjaga keanekaragaman hayati kawasan.
Fokus utama dari penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada para peserta mengenai identifikasi jenis tumbuhan invasif serta teknik pengendalian di dalam kawasan hutan. Tumbuhan invasif jika dibiarkan tanpa kendali berpotensi merusak dan mengancam keberadaan vegetasi asli hutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan penekanan khusus pada bahaya penggunaan pupuk tak berimbang serta batas aman penerapan pestisida kimia di area kerja hutan.
Mewakili Administratur KPH Padangan, Kepala Sub Seksi K3L KPH Padangan, Datin Waluyani, menegaskan pentingnya edukasi berkala kepada para pesanggem dan masyarakat sekitar hutan. “Kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah kami untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan lahan hutan. Kami ingin memastikan peserta memahami betul dampak negatif dari penggunaan benih pertanian GMO seperti jagung atau padi hasil rekayasa genetika yang belum teruji dampaknya bagi kesehatan manusia maupun lingkungan hutan serta pentingnya menghindari penggunaan bahan kimia berbahaya yang dilarang di kawasan hutan,” tegas Datin Waluyani.
Selaku tuan rumah penyelenggara kegiatan, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kaliaren Timur, Nanang Waras Santoso, menyambut baik dan siap menindaklanjuti arahan dari manajemen KPH Padangan di lapangan. “Kami di BKPH Kaliaren Timur sangat mendukung penuh jalannya sosialisasi ini. Wilayah kami yang berdampingan langsung dengan pemukiman warga sangat rentan terhadap masuknya spesies invasif dan paparan pestisida berlebih.
“Harapan kami, jajaran lapangan bersama LMDH dapat mengawasi dan menerapkan pola pertanian yang lebih ramah lingkungan demi keberlanjutan fungsi hutan kita,” ujar Nanang Waras Santoso.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh perwakilan pengurus masyarakat desa hutan. Siswandi, yang hadir mewakili Ketua LMDH Madya Wana Lestari, menyampaikan apresiasi atas materi dan kepedulian yang diberikan oleh pihak KPH Padangan. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh para petani hutan agar mereka tidak salah dalam memilih benih maupun bahan perawatan tanaman.
“Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi yang diberikan oleh KPH Padangan dan BKPH Kaliaren Timur. Sekarang kami dari pengurus LMDH Madya Wana Lestari beserta LMDH Jati Lestari jadi lebih paham akan bahaya penggunaan pestisida kimia yang dilarang serta dampak tanaman GMO bagi lingkungan. Informasi ini tentu akan langsung kami teruskan dan sosialisasikan kepada seluruh anggota pesanggem di desa agar kelestarian hutan tetap terjaga dan hasil pertanian warga tetap aman,” ungkap Siswandi menutup jalannya kegiatan.**(Eko-Adam-Zulf /red).
Sumber berita: Humas KPH Padangan/(Kom-PHT/Pdg/Aa).






