Bojonegoro I skinfosuneta.com,-ASPER BKPH Tretes KPH Bojonegoro, yang Sekarang ini (juli 2026), sebelum nya sebagai Asper BKPH Deling KPH Bojonegoro (Lukir dengan Asper Deling yang sebelumnya nya Asper Tretes). Singkat cerita, menurut Pak Agus Ivan (Sapaan akrab Asper BKPH TRETES KPH Bojonegoro), di ceritakan bahwa:”Pembangunan akses jalan di kawasan Gunung Pandan menyimpan cerita perjuangan dan dedikasi yang mendalam dari masyarakat serta tokoh setempat. Jalur yang kini dapat dinikmati oleh masyarakat luas tersebut lahir dari semangat menjaga kelestarian alam dan kebudayaan Jawa”.
Lebih lanjut, Asper yang ang punya Tongkat ‘Antik’ menceritakan pula bahwa di kawasan tersebut ada, Salah satu tokoh perintis yang terlibat langsung dalam proses ini mengungkapkan bahwa inisiasi awal pembangunan ini dimotori oleh sekelompok sesepuh mbah DAMPIT, dukungan & di fasilitas antaranya adalah Pak ADM H.Slamet Juwanto,S.Hut. Dan kami (Agus Ivan-red) termasuk juga diantaranya Mbah Dampit secara Bersama-sama, mereka mendirikan sebuah paguyuban yang diberi nama **MGPL (Mangku Gunung Pandan Lestari)**.
> “Pada saat itu, Pak ADM memiliki keinginan yang kuat untuk *nguri-uri* (melestarikan) budaya Jawa serta menjaga kelestarian alam yang asri, yang mana keasrian seperti ini tidak ada selain di Gunung Pandan,” ujar narasumber yang saat itu bertugas sebagai Asper (Asisten Perhutani) di wilayah Deling/(Agus Ivan Hariyanto BScf -red).Saat itu, yang sekarang jadi Asper BKPH Tretes.
“Kami di cawe/di perintah untuk mendampingi beliau (ADM -red), meskipun kami bukan lagi Asper BKPH Deling. Namun diawal kegiatan terkait itu, Beliau Bapak ADM saat membahas tentang itu, kami yang mendampingi. Sehingga kami di dawuhi untuk mendampingi pula saat kegiatan itu. Disamping ada juga Asper Deling Pak Sarmin, SH.
Begitulah ceritanya..brow.Hehehe”. Kenang Agus Ivan.
*Transformasi Jalan Setapak Menjadi Akses Mobil*
Mendapat mandat penuh untuk merealisasikan visi tersebut, sang mantan Asper bersama masyarakat bergerak melakukan aksi nyata. Dengan mengandalkan kerja bakti dan gotong royong, mereka mulai merombak medan yang awalnya hanya berupa jalan setapak yang sempit.
Proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan alat seadanya. Setiap minggunya, aksi sosial ini berhasil menggerakkan massa dalam jumlah besar, berkisar antara 100, 150, hingga 200 orang secara bergantian. Mereka bahu-membahu mencangkul dan membuka jalur baru.
Berkat konsistensi dan semangat kebersamaan yang tinggi, target pembangunan jalan sepanjang **7 kilometer** tersebut akhirnya berhasil dicapai.
*Manfaat yang Dirasakan hingga Kini*
Jalur yang dibuka dengan peluh dan kerja keras tersebut kini telah bertransformasi menjadi jalan yang layak dan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat (mobil). Keberadaan akses ini membuka konektivitas yang krusial bagi masyarakat, bahkan kini jalurnya sudah terhubung dan dapat dilewati hingga ke wilayah Jatisworo.
Hingga saat ini, infrastruktur jalan hasil swadaya tersebut terus memberikan manfaat besar bagi mobilisasi warga sekitar, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kekuatan gotong royong mampu mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan”, Ulasan Mbah Agus Ivan Hariyanto BScf.(Asper BKPH Tretes KPH Bojonegoro/Pindahan dari BKPH Deling).**(Eko-Lia-Zulf/red).






