Tuban I skinfosuneta.com,– SOSOK Gagah & Pendiam serta Manut ‘Mituhu’ perintah dari pimpinan adalah bekal menghilangkan rasa lelah.
Sebut nama nya Pak Tarsono.
Sebagai Rimbawan, sejak tahun 2011, identik special perihal tanaman. Selama formula di laksanakan, sesuai jadwal yang di berikan oleh pimpinan, so pasti pekerjaan selalu beres. intinya, yang penting air untuk menyirami ada dan cukup.
Sebagai Rimbawan jajaran KPH Parengan DIVRE Jatim. Mandor persemaian yang pernah mendiami rumah singgah penjaga hutan pinggir jalan dekat prataan ini. Jauh dari sifat ngeluh maupun Meri/ ingin di jadikan ini atau di jadikan itu oleh pimpinan.
“Kulo nrimo seperti mengalir nya air kemawon. Nopo bagian kulo, pripun tugas dan tanggung jawab kulo. Kulo laksanakan dengan tulus demi hasil yang baik. Sehingga dari Parengan Utara dan Parengan Selatan, tetep urusan tanaman dan siapapun Asper nya, tetep kulo Alhamdulillah pikantuk porsi sesuai jatah. Hehehehe”, ungkap nya dengan suasana roman yang teduh.
“Alhamdulillah istri dan anak juga bisa sekolah dan kuliah, dan menerima keadaan sejak dulu. Yakni menempati pos mbaon/pinggir jalan, sambil jaga hutan. Lha begitulah kisah nya. Mengukur kemampuan diri dalam melaksanakan tugas sesuai dengan arahan Pimpinan. Maka di pimpin siapa pun, bisa menempatkan diri sesuai tupoksi nya.”Selama tidak timbali pak Asper di saat istirahat usei nyiram, ya tetep duduk termenung sendiri tidak apa apa. Dan melalui media ini, juga mengungkapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan yang sebentar lagi masa pensiun, yakni Yang terhormat Bapak ADM KPH Parengan, Bapak Irawan DJ. Konon bulan depan sudah MPP. Pokoknya terima kasih atas bimbingan nya di KPH Parengan. Dan kami sebagai pelaksana persemaian di BKPH Parengan Selatan.
Dan selama di Parengan Selatan ini bersama pak Yaksim SH. Ini malah kadang saya ini Sungkan, sebab tatkala jam istirahat, diajak jagong berduan, sebetulnya saya sudah menjaga jarak. Tapi kadang beliau malah nimbali ,”kene lho, kono panas”.
“Karep kulo, beliau nya Asper, saya staf, Khan saya tidak berani. kalau orang yang tahu, itu piye mandor kog dengan Asper rilexs. ngoten niku, nggeh sungkan.
Tapi pak Yaksim familiar.”, ulas Pak Tarsono.
Itulah arti dari bisa menempatkan diri, meskipun tidak di harapkan tetapi secara alami bisa menembus batas. Tanpa di skenario.**(Eko-Zulfikar/ red).






