Saya FORSA Belajar Dari Amanah Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama. Oleh : Ekopurnomo (Bag:3).

Img 20250319 Wa0000

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-SEBAGAI FORSA (Fans Of Rhoma Irama and SONETA).
———————————————–
Sebelum nya Saya Sampaikan, bahwa ada kata: “*Idola* atau *Beliau*, di narasi Artikel ini, sebutan Idola, Beliau, yang di maksud adalah ” *Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama* “.
—————————————>
……..Sambungan dari Bagian 3….
Suatu saat pasti terang juga.
Maka hiduplah dengan berjuta harapan, “*Habis gelap, akan terbit terang*”.

Sebagai FORSA, selalu berusaha untuk mengingat Amanah Dari Beliau. Yakni Jangan sampai lupa diri tinggi hati.

Bacaan Lainnya

Jangan lupa diri tinggi hati.
Karena sebagai makhluk sosial, bermasyarakat tentunya dengan pergaulan- berkumpul berserikat- dengan orang orang yang berlainan karakter, serta beda kemampuan ekonomi, kondisi Phisik, dan pastinya ada komunikasi dengan orang orang yang berlainan wajah, sikap, bentuk tubuh dan lain-lain.

Dengan adanya seperti itu, jangan sampai lupa diri tinggi hati.
Karena, Beliau mengatakan,”Hei.. tidak kah kau perhatikan
Dari apakah dulu dirimu di jadikan.
Hei… dari tetes air hina, kau di ciptakan, lalu dirimu (bakal nya dirimu-red) di sempurnakan,
oleh Allah SWT.

Bukankah engkau dilahirkan dalam keadaan telanjang, tanpa sehelai benang.
Kemudian dari berkat Rahmat Tuhan, kau bisa jadi orang.
Tak malu kah tak sadar kah, kau kira dirimu siapa.

Hei …silahkan punya dan berkuasa, tetapi jangan lah angkuh sombong pada sesama.
Apalagi kehidupan sehari-hari kondisi pas-pasan bahkan kondisi serba kurang.
Termasuk juga merasa pintar, cerdik pandai, cendikiawan.
Kemampuan pikiran tersebut, hanya ibaratnya hanya sejumlah setetes air di lautan. Kalau di bandingkan dengan kepandaian Tuhan.

Ini agar kasar dikit.. hehehehe.
Beliau mengajak ,”Coba kau buka lebar lebar matamu itu, dan lihatlah betapa Maha Besar Maha Dahsyat Tuhan-mu, di antara dari semua makhluk Ciptaan-NYA.

Berbuat baik bukan hanya terbatas pada se-level saja.
Tetapi sang Idola, pernah menyampaikan,”Muliakan jangan kau hinakan.
Kaum-mu yang lemah ini.
Jangan kau turuti nafsu mu, dan dendam membara di jiwa.
Sebab kalau manusia hanya demi memuaskan nasfu, tentunya Setan turut memburu diri manusia. Sambil mengatakan,”Ohe…ada teman baru ” hehehehe..

Padahal, sang Idola, mengingatkan bahwa:”Setan Durjana adalah musuh yang nyata. Manusia yang lemah iman nya adalah jadi incaran nya/ mangsa.

Dengan cara kelicikan syaiton, yakni Manusia di berikan cara kesenangan keindahan yang begitu menawan bahkan di janjikan ke-abadian.
Dengan bujuk rayunya yang gemerlapan penuh pantasi dan fantastik, inilah menjadikan jiwa terlena bahkan tergila gila.
Padahal kemilau dunia, terkadang membuat lupa pada manusia. Yakni di balik kemilau itu terkadang juga terdapat lentera pada suatu yang menyesatkan. Yakni meng-keramatkan.
Padahal Tiada ampuh di dunia..Selain dari ibu mu sendiri juga.
Bukan nya Gunung, tempat kau meminta.
Bukan lautan tempat nya kau memuja.
Bukan pula dukun, tempat kau meng-iba.
Bukan kuburan tempat memohon do’a.
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari do’a ibu mu juga.
Do’a ibu mu di kabulkan Tuhan
Dan kutukan nya jadi kenyataan
Ridho illahi, karena ridlo seorang ibu
Murka illahi karena murka seorang ibu
Bila kau patuh pada Raja mu, lebih patuhlah pada ibu mu
Bila kau sayang pada kasih mu
Lebih sayang lah pada Ibu mu.

Tapi kalau, ingin nya instan campur bantuan Setan…
“Dan jika tidak tercapai angan, maka jadilah *STREEES*.

*STREEES*…kerap melanda manusia, tak peduli miskin atau pun kaya. (Karena yang miskin berangan tinggi tanpa mengukur kemampuan diri , tak mengenal bersyukur. Bahkan yang kaya semakin menjadi jadi, ingin berlebihan hasrat nya berkuasa dan kaya raya….

Dengan hal tersebut, saya sebagai FORSA, berusaha untuk selalu hati-hati, “jangan sampai salah jalan.
Jangan sampai jadi korban dalam kancah pergaulan”.
Karena di dunia ini penuh Cobaan, penuh tantangan penuh misteri.
Dunia…penuh misteri.

Memang dari masa ke masa, selalu berkembang peradaban.
Hingga di mana mana..ada yang ingin merubah tampilan dunia.
Padahal Alam dan isinya itu adalah ciptaan – NYA.
Dan kalau aturan Tuhan, sudah di rubah rubah akan terdapat kepincangan dan Malapetaka.
Arahan dari Sang Idola,’Renungkan sekali lagi.
Kau berpikir tentang diri, yang selalu terbawa nafsu serta tinggi hati.

Padahal tidak di ciptakan Jin dan Manusia, selain hanya untuk mengabdi kepada-NYA.
Tapi mengapa urusan dunia yang selalu kau sanjung dan kau puja puja.

Lebih parahnya lagi, adalah… kemolekan harta. Jadi jurang pemisah.
Kata Beliau,”Lebih rugi lagi orang yang merasa
Harta sebagai pembeda harkat manusia
Si miskin di pandang rendah di matanya
Rasa hormat hanya sesama kaya “……….

Bersambung (Bag:4).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *