Saya Belajar Amanah Dari Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama, Sebagai FORSA.

Design 20251008 195619 0000

Oleh ,: Eko Purnomo (Bag:1).

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-SEBAGAI FORSA (Fans Of Rhoma Irama and Soneta), banyak tuntunan yang bersumber dari Sang Idola yakni Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama.
Meskipun di sampaikan dengan cara beliau mayoritas media yang terkemas tajuknya adalah ‘Tontonan’ (Hiburan/kesenian).

Bacaan Lainnya

Suka tidak suka, itu hak orang lain yang memberi arti.
Tetapi Kami secara pribadi Lebih dari sangat suka.

Sebab, jikalau kita tidak sepotong sepotong atau sepenggal sepenggal atau bahasa ‘now’ adalah istilah nya jika tidak ada yang bermaksud di Politisir, bila kita mau:”Merenungkan, meresapi dan mengamalkan atau meng-implementasikan. Waooo…kita pasti akan memperoleh Kedamaian di hati di setiap saat dengan segala cuaca.

Beliau ( Kata/sebutan *Beliau* termaksud adalah Yth. Pak Kyai Rhoma Irama-red).
Mengarahkan kepada kita, intinya untuk selalu menanamkan ” *Berbudi luhur* “.
Di himbau bahwa untuk kita dalam:
Berbicara, Berbusana, Berkeluarga, Bernegara, …harus ber-akhlaq.
Karena mulia hanyalah karena Akhlak
Manusia terhina juga karena Akhlak
Karena harta dan jabatan..ooh..hoo tidak menjadi ukuran…….

Manusia adalah sebaik-baik nya ciptaan
Akhlaq lah yang membedakan jenis manusia dan hewan
Karena hewan tidak punya ke-imanan & pemikiran
Hewan hidup bebas tidak terikat oleh hukum dan peraturan.

Dalam pergaulan, perjuangan, persaingan, Pemerintah.. harus dengan cara cara ber-akhlaq.
(Yang di maksud adalah Budi pekerti yang baik)
Karena kehidupan yang indah hanya lah dengan di tanamkan dengan Akhlaq.
Dan bila semua tidak ber-akhlaq. Maka negara pun bisa rusak”.
Semoga Indonesia tidak terjadi krisis Akhlak yang baik.

Melalui Seni/kesenian, Beliau menghibur dan memberikan pesan,”Jangan suka mencela, apalagi menghina.
Jangan menebar fitnah di antara sesama.
Jujur lah dalam berbicara, jangan lah berdusta.
Karena dusta itu adalah bagian dari dosa.

Kalau bicara baik seperlunya
Jangan bicara kalau sia-sia
Kalau bicara baiknya yakni se-adanya.
Jangan bicara kalau berdusta.

Kita , dihimbau untuk mau menghargai pendapat orang lain, meskipun berbeda pandangan.
Sejauh tidak ada yang dirugikan.
Stop: Perdebatan, pertengkaran, permusuhan, pertikaian.
Jangan kita saling benci
Jangan kita saling dengki.
Mari kita saling Asah-Asih-Asuh.
Pergaulilah pada setiap insan.
Sebagai kita ini ingin di perlakukan.
Yakni pada sesama murah senyum.
Tanamkan berperilaku sopan santun.
Meskipun penampilan sederhana, insya Allah, banyak orang yang Suka.

Sebangsa se-tanah air, kewajiban kita adalah saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai-nilai HAK AZASI.

Karena Hak Azasi itu merupakan fitrah manusia.
Di dalam hak azasi, maknanya adalah manusia bebas untuk memilih, cara hidup yang di sukai.
Karena Tuhan (Allah SWT.-red) pun, tidak memaksakan segala apa pun yang di lakukan oleh para Hamba-NYA.
TETAPI…

Ada tetapi, kita hidup dalam tatanan negara berdasarkan PANCASILA. Meskipun meng-implementasikan Hak Azasi , bukan berarti langsung bebas lepas tanpa batas.
Dalam peradaban manusia modern ini pun, tetep menjunjung tinggi nilai-nilai HAK AZASI.
Jangan merubah suatu tatanan yang baik, menjadi amburadul.
Dan berujung merugikan orang lain….+Bersambung (Bag:2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *