Bojonegoro I skinfosuneta.com– BUPATI Bojonegoro H. Setyo Wahono secara resmi melepas keberangkatan rombongan PCNU Bojonegoro menuju Malang untuk mengikuti rangkaian kegiatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama, Sabtu (07/02/2026).
Pelepasan rombongan berlangsung di Bojonegoro dengan dihadiri jajaran PCNU, panitia pemberangkatan, serta aparat pengamanan.
Acara dilaksanakan di halaman Kantor PCNU Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro menekankan pentingnya menjaga adab, norma, dan kepatuhan terhadap aturan selama perjalanan maupun saat berada di Malang.
“Saya hanya ingin berpesan kepada Bapak, Ibu, agar tetap menjaga adab, menjaga norma, dan mematuhi aturan yang sudah disampaikan oleh panitia dan Pak Kapolres. Kita saling menjaga diri dan saling mengingatkan satu sama lain,” pesan Bupati Bojonegoro.
Bupati juga mengingatkan, bahwa sikap jamaah wajib mencerminkan nama baik daerah dan organisasi.
“Kalau menjadi tamu, jadilah tamu yang baik. Kalau adab itu tidak dijaga, bukan hanya Bapak Ibu yang terdampak, tetapi seluruh masyarakat Bojonegoro dan khususnya warga Nahdlatul Ulama,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan keyakinannya bahwa warga NU dikenal sebagai kelompok masyarakat yang selalu menjaga kebhinekaan dan norma di mana pun berada.
“Saya yakin seluruh warga NU selalu menjaga ke-bhinekaan, menjaga adab, dan menjaga norma di mana pun kita berada. Karena itu saya berpesan, jaga diri, jaga nama besar NU, jaga perilaku, dan jaga martabat orang Bojonegoro yang dikenal beradab dan menjalankan nilai-nilai Nahdlatul Ulama dengan baik,” lanjutnya.
Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi turut memberikan pesan khusus terkait keselamatan perjalanan. Ia mengapresiasi antusiasme warga NU Bojonegoro yang akan berangkat ke Malang.
“Alhamdulillah, saya melihat antusiasme warga NU Bojonegoro luar biasa sekali yang akan berangkat menuju Malang untuk merayakan Harlah Satu Abad NU. Semoga kita semua selamat sampai di tujuan,” ucapan AKBP Afrian Satya Permadi.
Namun Kapolres juga menekankan pentingnya peran jamaah dalam saling mengingatkan, khususnya kepada para pengemudi kendaraan rombongan.
“Saya mohon, kalau sopirnya ngebut jangan malah dipanas-panasi. Dan jangan dikatain ‘wah keri iki’ terus malah ditambah gas.
Tapi diingatkan, Pak, hati-hati. Keselamatan itu yang utama,” pesannya.
Ia juga mengingatkan kondisi lalu lintas di Malang yang cukup padat sehingga kewaspadaan harus terus dijaga.
“Malang itu padat. Insya Allah, jamaah kita sampai di sana dengan selamat dan kembali ke Bojonegoro juga dengan selamat. Semua ini berkat kerja sama kita semua, dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, PCNU, dan seluruh elemen masyarakat,” jelasnya.
Menurut Kapolres, sinergi dan kebersamaan menjadi kunci dalam mewujudkan Bojonegoro yang aman dan membanggakan.
“Saya yakin, insya Allah, semua bisa kita raih dengan sukses melalui kebersamaan. Mudah-mudahan Bojonegoro menjadi daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.
Sementara itu, Hasan Bisri Ketua Panitia Pemberangkatan Rombongan PCNU Bojonegoro mengatakan, sebenarnya jatah untuk PCNU Bojonegoro hanya 1000 jamaah.
“Namun antusiasme warga Nahdliyyin Bojonegoro sampai 2414 jamaah. Kita gak bisa membatasi hanya bisa mengkordinir,” terang Bisri.**(Eko-Amin-Zulf/red).






