Bojonegoro I skinfosuneta.com,-OLEH Administratur/ADM KPH Bojonegoro & Polsek Ngasem kemarin (23/6/2026) sebanyak 50 personil KRPH + Polmob mendapatkan penyegaran Kesamaptaan.
Dalam arahannya ADM KPH Bojonegoro H. Slamet Juwanto, S.Hut. Pelaksanaan kegiatan Kesamaptaan untuk personil KPH Bojonegoro, adalah tindak lanjut dari yang menjadi Atensi Direktur Utama (Dirut) Perum Perhutani, yang intens bidang keamanan & tanaman. Dari catatan bahwa keberadaan nya yang ada saat ini, kondisi keamanan masuk 5 besar terakhir dari 23 KPH. Yang dulu nya KPH Bojonegoro masuk 5 besar dari atas sekarang 5 besar dari bawah.Dengan 13 BKPH yang ada, yang mendominasi cukup rawan adalah BKPH Gondang, Dander, Pradok & Clebung.
Langkah Administratur KPH Bojonegoro, yakni bersama Korkam mengoptimalkan kembali, mulai perbaikan sarana dan prasarana Alkom, Ripiter. Guna untuk menunjang dan mengembalikan rangking kita bukan masuk 5 besar dari urutan belakang, tetapi 5 besar dari urutan depan. Karena dulu KPH Bojonegoro juga pernah meraih predikat sebagai Rangking 1.
Oleh karena itu, Alkom sudah ada, Tipiter milik sendiri sudah ada, nanti nya ada di pos pos PTM.
Sedangkan untuk belahan Selatan, secara bertahap.
“Untuk pak Waka, tolong berdayakan PLB di titik rawan, di satu titik yang di dapat dari Spionase kita PLB yang awalnya petugas tidak tahu keberadaan kita.
Sehingga saat ada sesuatu hal terkait keamanan, kita lakukan PLB dari masing-masing pos yang merasa terpanggil bisa merapat dan melangkah bersama sama.
Dulu pernah memberlakukan pos Pam Swakarsa, itu juga berjalan. karena jika ada gangguan Kamhut bila satu BKPH dirasa kurang mampu bisa PLB dari BKPH Terdekat, bahkan kita kurang kuat bukan hanya 1 KPH, kita bisa menambah kekuatan dari KPH Tetangga. Itulah hari ini kita mantapkan kembali Kesamaptaan, untuk menunjang Hutan lestari. Termasuk untuk bidang tanaman dengan langkah pembibitan swadaya. Reboisasi selalu kita laksanakan tetapi jika keamanan hutan kurang optimal, tentunya ini yang menjadi PR.
Kapolsek Ngasem IPTU H. Mujianto,SH. Kondisi bencana alam dan di hutan, harus kita jaga dan kita lestarikan hutan kita. Bisa terget Zero untuk pencegahan. Karena bila kita sering sering muncul di kawasan, tentunya yang akan mencuri pun berfikir dan batal. karena kami yakin mereka yang akan mencuri jadi takut tertangkap dan takut di penjara.
Dan petugas keamanan hutan juga jangan sampai lengah. Tetep kita waspada dan mewaspadai serta jangan mudah kita terperdaya oleh karena ulah pencuri yang dalam pergaulan dengan kita baik. Karena timbulnya kejahatan bisa jadi ada kesempatan.
“Ini suatu pengalaman ketika kami masih menjadi Kanit di Polres, mengingatkan pada petugas Perhutani, harus tetep waspada. Ternyata pada suatu hari, di wilayah Petugas termaksud kebobolan. Setelah kami indentifikasi ternyata sang oknum petugas tersebut pergi di ajak minum dan mabuk. Sehingga apapun resiko dan konsekuensi atas keteledoran itu tadi. Maka bobol.
Oleh karena itu, rajin rajinlah berpatroli dan dan berangkat lalu kembali pada jalan yang sama dan juga pada jam sama. Tetapi Patroli pada jam rawan agar petugas tidak mudah di terka jam jam patroli (Patroli jangan monoton)”,papar Kapolsek Ngasem.
Selanjutnya, setelah pembekalan dan motivasi dari ADM & Kapolsek.
Dilanjutkan peragaan PBB, Senam memborgol dan Senam Penthungan/kenthes, dengan instruktur dari Polsek Ngasem.
Usei peragaan, di lanjutkan materi wawasan tentang:
Penanganan perkara, termasuk bagaimana cara membuat pemberkasan, pemeriksaan tersangka, mengamankan barang bukti. Termasuk pemahaman agar tidak terjadi rusak/tidak hilang barang bukti. Dengan KUHP yang baru, kita perlu pemahaman yang lebih mantap”, ulasan Kapolsek Ngasem.
Tanggapan KRPH diantaranya, KRPH Grogolan, Ngunut, Putuk, Kebonagung, wadang, Soko, Klino. Yakni sangat senang adanya pembekalan ini. Memang ada yang agak belepotan, karena saat Kesamaptaan di beberapa tahun berlalu, saat itu belum menjadi KRPH.
Sekaligus tanggapan positif tersebut di sampaikan oleh perwakilan Asper BKPH Tengger KPH Bojonegoro, H. Eko Budi P. “Oke…Baik”. Sebagai Jargonnya BKPH Tengger.**(Eko-Hang-Zulfikar/red).






