Tuban I skinfosuneta.com,-TABIAT Sabar dan penyayang dan komitmen pada Kung Yaksim SH. Bukan hanya pada keluarga saja, Akan tetapi pada siapapun yang menjadi tanggung jawab nya. Termasuk menanamkan nilai-nilai santun pada siapapun yang tidak dikenal namanya pun.
Dan selalu menghargai pendapat orang bila terdapat beda pandangan sejauh tidak ada yang sifatnya tidak akan merugikan secara moril maupun materiil.
Hal menanam budi pekerti dan berakhlaqul karim serta saling asah asih asuh bukan hal yang tabu.
Sehingga siapa pun pemimpin nya serta siapa pun yang dipimpinnya tidak canggung. Karena semua diliputi dengan rasa, yakni seandainya saja saya disalahi oleh orang lain bagaimana perasaan saya. Bagaimana kalau orang itu berbuat baik kepada kami ?.
Itu lah yang di sebut ‘Bisa rumangsa tapi bukan selalu rumangsa/merasa bisa’.
Kalau pondasi pribadi demikian, yakinlah tidak akan muncul ikhtikad menjadi orang yang lupa diri tinggi hati.
Sehingga dalam melaksanakan Tugas, selama kita bisa rumangsa dan tidak angger merasa bisa. Maka pimpinan niscaya akan tidak sembrono. Demikian pula yang dipimpin pun tidak akan ‘nglunjak’.
Sehingga, bila sudah pernah kenal atau bersama pasti mengenang.He..he..he..
Soal Hobby ?.
“Kami soal Hobby waktu di sekolah saja, sepak bola. Kalau ngaji..
Itu karena hidup di lingkungan Ponpes, so pasti bisalah. Cuma yang fasih ilmu agama adalah Sang Istri. karena pendidikan di Madrasah. kalau kami di sekolah umum. Cuma, soal ada benih cinta sejak anak anak. Lha Hobby saya, sebenarnya bukan hobby.. hehehehe..angger ada acara akan sekiranya ‘Tawur’ itu pasti di pakakno dhisik/terdepan, karena postur paling gedhe.Hehehe…kadang ngguyokne, “Atasi Sik..!”.
Lha infonya, kalau sudah terdengar kabar, Yaksim bereng ya pe melu. Akhirnya batal tawur. Padahal saya juga ngga’ ngapak-ngapakno.
Tapi era Darah Muda, waktu itu..terbesit yaa pingin jadi jawara. Tapi, pitutur dari Ayah,”Yen umpomo dadi gajah ojo ngandalno Gedhe, yen dadi macan ojo ngandalno senggrangmu, yen dadi Menjangan ojo ngandalno banter playumu. Dadi sing Sabar nanging waspada syukur Waskito’.
Intinya.. Hobby, jane Qori’ & nyanyi dan cepet hafal.
KEMBALI ke Riwayat pekerjaan.
Tahun 1996 di tempatkan di Biro perencanaan Malang, di situ satu kantor dengan pak Agung Wibowo SH.(Sekarang beliau Waka Adm KPH Parengan/pemimpin kami). Kami sebagai pelaksana ukur di malang, saat itu.
lalu di mutasi di PHW Bojonegoro (saat itu namanya Kantor Perencanaan Hutan (SPH), sampai 2 Mei 2009- sampai 20 Februari 2019.
Lalu di promosikan di BKPH Montong sebagai Asper BKPH Montong KPH Parengan. Tanggal 2 September 2024 alih tugas sebagai Asper BKPH Parengan Selatan KPH Parengan, hingga saat ini (30/4/2026).
ketika di KSS Wilayah Bojonegoro selama hampir 11 tahun. Prinsip tersendiri yakni bagaimana teman teman di lapangan itu bisa mengenal dan mengenang saya. Tidak pandang bulu kami srawung dengan semuanya.(Mandor, mantri, Asper). Sehingga meskipun di KPH Parengan.. mereka mereka yang di KPH Bojonegoro, tetep komunikasi aktif. entah yang saat kami di Bojonegoro.. mereka ada yang sudah jadi Asper, atau masih mantri dan masih mandor. Dengan kung Yaksim, tetep biasa. Tetep mengenal dan ga tetep mengenang saya.Karena tidak ada tabir penghalang untuk bersilaturahmi sebagai Teman maupun sebagai saudara.**
Bersambung, ..,…episode 3. Mengenal lebih dekat dengan Sosok figur Publik Kung Yaksim SH.
Kisah dalam keluarga, dari Masih bersama istri hingga di Tinggal istri tercinta, telah tiada.🙏🙏.**(Eko-Zulfikar/red).






