Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SECARA Jujur, disampaikan oleh Korluh Pertanian kecamatan Ngasem Sugiyono, A.Md. S.Hut. Didampingi seluruh staf nya termasuk pawang hama yakni Mbah H. Suryono. bahwa perihal hama tikus itu tidak bisa tuntas..tas..tas..100 %.
Tetapi upaya untuk pengendalian secara riil pun di barengi dengan spiritual (kalau judul lagu dari Karya Cipta Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma irama, judulnya “Perjuangan & Do’a”.).
Tidak sebatas ikhtiar dengan berbagai pola di terapkan, tetapi do’a juga bagian dari keharusan untuk di sertakan.
“Tetapi…!?”, sebagai bentuk upaya dan Formula yakni ‘Coba mencoba lagi…’.
Yang tidak membahayakan jiwa manusia. Misalnya pasang jeratan kabel dialiri listrik.. yang berujung petaka. Tetapi dengan TTG (Technology Tepat Guna) harga terjangkau dan mudah di dapat, di dukung para petani di wilayah, Alhasil. Formula, meskipun terdengar ironis, tetapi mujarab, dan bisa menghalau si hama. Dan tikus pun akhirnya tidak bisa menghalooo teman nya. (Ingat… Menghalau vs Menghaloo, beda arti).
Dengan apakah ?.
Kata Pak Gik (Panggilan akrab Korluh Pertanian kecamatan Ngasem -Red), adalah cukup dengan Jaring emprit+ Olie/stempet plus sedikit racun. Itu lah formula termutakhir tidak membahayakan jiwa manusia dan lebih efektif.
Korluh Pertanian kecamatan Ngasem juga mensosialisasikan terkait dengan hal tersebut di atas, yang dilaksanakan pada hari Senin tanggal 23 Juni 2025, bertempat di Bareng kecamatan Ngasem di rangkaian pertemuan rutin kelompok Tani Makmur Bareng II.
Yang di ikuti oleh seluruh PPL, Pengurus Kelompok Tani, beserta perwakilan anggota.
Dalam pertemuan tersebut, Korluh BPP Pertanian kecamatan Ngasem Sugiyono,A.Md. S.Hut. Menyampaikan materi, diantaranya:
1. Penguatan kelembagaan kelompok Tani dalam penyampaian AD/ART.
2. Sosialisasi Penyusunan RDKK Pupuk Bersubsidi tahun 2026.
3. Sosialisasi pengendalian tikus dan himbauan pelarangan menggunakan setrum sebagai jebakan tikus di sawah. (Formula yang terbahas di atas).
“Alhamdulillah petani secara personal maupun kelembagaan pro-aktif dan selalu sepakat segala perihal yang menjadi kesepakatan bersama, dan kompak.
Dan PPL pun juga menampung aspirasi mereka yang untuk di bahas bersama sama untuk di dapatkan solusinya. Dengan Kekompakan dan respon petugas itu, sekali lagi.. Alhamdulillah semua bisa tercapai sesuai harapan. Meskipun target hasil pertanian nya belum maximal plus. Tetapi normatif”.
Kekompakan tim PPL juga jadi acuan sukses membangun kebersamaan. Meskipun di satu desa terkadang PPL tidak sama namanya. Tetapi penjelasan selalu sama, bahkan ‘GONG’ Jawaban dari pak Korluh nya juga sama.
Misalnya, Kata Pak Waluyo begini. Tapi kata Pak Haji Suryono Begini. Hal tersebut tidak terjadi. Karena komunikasi yang harmonis itulah yang membuat Petani Kecamatan Ngasem, jadi mahir dalam mempola lahan pertanian, termasuk antisipasi tikus agar pembiakan nya tidak Loos.
Adapun dalam struktur BPP Pertanian kecamatan Ngasem, sebagai berikut:
Koordinator Penyuluh BPP Ngasem Sugiono,A.Md. S.Hut.
PP (Penyuluh Pertanian) wilayah Binaan Desa:
– Muji Setya Waluya: Ngasem & Sendangharjo.
– H. Suryono: Wadang.
– Kartini, A.Md.: Dukoh kidul & Sambong.
– Feryzal : Setren
– M. Mukhti Rizal.SP.: Trenggulunan & Butoh.
– Hendra Widiya P. SP. : Mediunan & Bandungrejo.
– Santi Mujayana, A.Md.: Ngantru & Tengger.
– Yulian M, S.Tr.P : Bareng
– Dania, SP.: Jelu & Jampet.
– Zahra, SP : Kolong & Ngadiluwih
“Sesanti bertugas, “Tidak ada tugas yang berat selama kita kompak, komunikasi dengan baik. Dan tak ada dusta diantara Kita”. Lagu nya…”Ringan sama sama dijinjing berat sama dipikul…
Dengan bekerja sama..
Yang susah jadi mudah.
Begitulah seharusnya kita bekerja”, ulasan Korluh Pertanian kecamatan Ngasem, dari masuk sebagai Petugas Pertanian hingga Koorluh Pertanian hingga 9 pergantian Camat Ngasem.**(Eko -Zulf/red).






