Blora I skinfosuneta.com,– PADA Tanggal 27 Juni 2026 berlangsung Haul Akbar Tahunan Bani Mahalli. Diselenggarakan dengan penuh kekhidmatan di Makam Wakaf Keluarga Al Mahalli, Desa Secang, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Haul KH. Abdul Syukur Al Mahalli ke-126, Haul KH. Maimun Zubair ke-7, serta Haul Masyayekh Bani Mahalli Tahun 1448 Hijriah.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen, beserta para ulama, tokoh masyarakat, keluarga besar Bani Mahalli, dan jamaah dari berbagai daerah.
Penyelenggaraan kegiatan ini diprakarsai oleh Forum Silaturahmi Bani Mahalli, Koperasi Mahalli Patra Mulia, serta Ikatan Pemuda Bani Mahalli (IPBAMA).
Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dalam menjaga tradisi, mempererat tali silaturahmi, dan mengenang jasa para ulama.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, sambutan dari para tokoh dan tamu undangan, kemudian acara inti berupa doa bersama dan haul. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan khidmat.
Melalui kegiatan Haul Akbar Tahunan ini diharapkan nilai-nilai keteladanan para ulama dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persaudaraan di tengah masyarakat.
*Melacak Silsilah Perjuangan Masyayekh Bani Mahalli*
PERINGATAN Haul Akbar yang sudah ke-126 untuk ‘KH. Abdul Syukur Al Mahalli ‘ ini, sekaligus menjadi momentum penting bagi keluarga besar untuk mempertegas kembali catatan silsilah dan sejarah perjuangan para leluhur.
Berdasarkan penuturan perwakilan keluarga, garis keturunan Bani Mahalli menyambung hingga tokoh ulama besar Lasem, yakni Raden Sambu (Sayyid Abdurrahman).
Silsilah tersebut ditarik dari pernikahan KH. Abdul Syukur Al Mahalli dengan Mbah Sarifah. Pernikahan tersebut menurunkan Mbah Aisyah, yang kemudian diperistri oleh Mbah Abdul Karim—seorang tokoh yang nasabnya tersambung kepada Bin Itawangsa, Bin Sayyid Muhammad, Bin Sayyid Ahmad, hingga Raden Sambu Lasem.
Dari garis perjuangan inilah lahir generasi-generasi penerus, termasuk Mbah Umar, Mbah Mughni Umar, hingga Mbah Muhammad Rifa’i (Mbah Modin Malo) yang saat ini menjadi saksi hidup generasi kelima Bani Mahalli.
Rangkaian Prosesi Acara yang Khidmat…
Suasana khusyuk sangat terasa sepanjang jalannya acara.
Rangkaian utama kegiatan diisi dengan pembacaan Surah Yasin, tahlil, serta doa bersama untuk para masyayekh yang dipimpin langsung oleh KH. Muhammad Saifuddin selaku imam.
Selain dihadiri oleh tokoh masyarakat dan Kepala Desa Secang, Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH. Taj Yasin Maimoen, turut memberikan sambutan sekaligus *mauidzah hasanah* (nasihat keagamaan). Dalam tausiyahnya, KH. Taj Yasin menekankan pentingnya sifat:” *nerimo* (ikhlas dan bersyukur) dalam membangun kesalehan keluarga, sebagaimana yang dicontohkan oleh para istri nabi dan sahabat”.
Beliau juga mengingatkan jemaah agar senantiasa menyeimbangkan tuntunan ilmu agama dengan ilmu umum agar siap menghadapi perkembangan zaman di tengah masyarakat.” Sebuah Harapan untuk Masa Depan Keturunan
Ketua Panitia Haul, Taufiqur Rahman, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam atas gotong royong seluruh keluarga besar dan kepanitiaan sehingga acara ini dapat berjalan dengan sukses. Mengingat besarnya perkembangan keturunan Bani Mahalli, pihak keluarga berharap agar kegiatan rutin tahunan ini dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan dengan lebih semarak di masa-masa yang akan datang.
Menutup momentum haul, Mbah Muhammad Rifa’i, selaku sesepuh keluarga yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sejak tahun 1989, menitipkan pesan mendalam untuk generasi muda.
> “Harapan kami, anak-anak dan seluruh generasi penerus tidak hanya mempelajari ilmu agama dengan sebenar-benarnya, tetapi juga menguasai ilmu umum sebagai pendukung penting untuk hidup dan bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.**(Eko-Lia-Zulf/red).






