FORSA…Mari Kita sukseskan Konser “Selebrasi 55 Tahun Soneta”. FORSA Administratif, & FORSA Umum.

Img 20251105 wa0052

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-TAK Usah dijadikan Analisis dan Perbandingan, dengan Konser Musik lainnya.

Kita sebagai Fans of Rhoma Irama And Soneta (FORSA) , Baik itu yang FORSA Secara Administratif (ada Susunan KSB : Ketua Sekretaris Bendahara) maupun FORSA sekedar penikmat maupun penerima manfaat.

Bacaan Lainnya

Helat Akbar SONETA GROUP (13 Desember 2025) di Jakarta Internasional Velodrom, adalah momentum penting bagi sejarah musik Dangdut Asli Indonesia yang membahana di seluruh Penjuru dunia.
Dari Gunung, di Desa sampai di kota kota. Irama Dangdut orang sudah semua tahu.
Di Jepang, Eropa bahkan di Amerika..
Irama Soneta menggema dan Berkumandang.
Ini asal musik kini Dangdut SONETA
Dengan ramu dan padu SONETA
Menggema di Dunia merk Indonesia.
Indonesia punya dangdut
Indonesian punya SONETA
Asuhan Rhoma Irama
Marilah semua FORSA
Menyukseskan acara nya.
SONETA Group dipelopori oleh Sang Maestro (Raja Dangdut) Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama—memiliki rekam jejak lebih dari lima dekade. Sebagai pionir dangdut yang memadukan unsur melayu, rock, dan pesan religius-sosial dalam lagu-lagunya.

SONETA GROUP Warisan artistik ini adalah langka di dunia. Dan Hanya di Indonesia saja adanya.
Kita sebagai FORSA harus lah ikut bangga dan bersyukur, sebagai bagian dari FORSA.

Keberadaan SONETA GROUP, dan kita sebagai FORSA, adalah menjadi modal “Emosional kuat” yang harus ikut dan dapat menarik basis penggemar lintas generasi.
Dari zaman ke jaman sepanjang zaman.
Dan tak ada satu pun lagu dari sang idola (Rhoma Irama), yang tergerus, terkubur oleh zaman.
Bahkan justru bisa edukasi mengingat Zaman.

Contohnya “Saat Lagu Begadang”, saat itu saya belum lahir. Tetapi ketika saya sudah dewasa, ternyata setelah saya mendengar, merenungi selain enak di dengar di hayati ternyata lagu “BEGADANG”, mengandung Edukasi untuk menjaga kesehatan.
“Kalau terlalu banyak begadang muka pucat, karena darah berkurang.
Bila sering kena angin malam, segala penyakit akan mudah datang”.
Dan lain lain,..itu lagu tahun berapa, tetapi dinikmati sekarang pun, tetep enak”.

Dari sisi lokasi dan kapasitas, pemilihan Jakarta International Velodrome cerdas: arena ini mampu memperluas kapasitas dari kursi balap sepeda standar menjadi kapasitas konser yang jauh lebih besar —sampai sekitar 8.500 penonton tergantung tata letak—memberi ruang untuk tiket kategori berbeda dan area infield/standing yang diminati penonton konser besar. Fleksibilitas ini memungkinkan promotor mengoptimalkan dan menciptakan suasana panggung besar.

Harga tiket yang sudah diumumkan (dari tier Bronze sampai VVIP) menunjukkan strategi penetapan harga yang membidik spektrum ekonomi penggemar—dari penonton massal hingga kolektor pengalaman eksklusif.

Strategi seperti sudah umum pada konser nostalgia sukses karena mengakomodasi penggemar lama sekaligus keluarga muda & Generasi baru,yang ingin merayakan warisan musikal, SONETA GROUP.

Momentum penting ini, FORSA DPC Bojonegoro Jawa Timur, melalui media online yang di beri nama skinfosuneta.com , ikut berkontribusi mengabarkan kepada seluruh FORSA di manapun berada, Lokal, Regional, Nasional bahkan Internasional agar menjadi viral. “Inilah Raja Dangdut Al-Mukharram Romo Kyai Rhoma Irama bersama SONETA, melaksanakan Konser Spektakuler.
Penerbit tidak menyebut dan membandingkan dengan jenis musik lainnya.

Yang Sangat Bisa jadi kebanggaan FORSA pada Keunggulan SONETA GROUP, adalah Banyak terdapat nilai historis plus relevansi, obyektif , indah, sopan dalam menjaga budaya Indonesia, yang notabene Indonesia adalah Bhenika Tunggal Eka.

Syair/lirik serta lagu-lagu karya cipta Sang Idola (Rhoma Irama) , membawa pesan moral/Ahlak serta nilai nilai religius keagamaan. Dengan tetap menjaga kerukunan sesama penggemar meskipun beda suku bangsa, beda warna kulit, maupun beda Agama.
Tersurat dalam lirik nya, terdapat pesan,” Janganlah saling menghina satu suku bangsa dengan lainnya. Karena kita satu bangsa dan satu bahasa INDONESIA.
Bhenika Tunggal Eka lambang negara republik Indonesia.
Walaupun bermacam macam Aliran (keyakinan), tetapi satu tujuan. Namun beda cara.

Oleh karena kasih dan sayang nya kepada Bangsa Indonesia, maka tidak heran SONETA GROUP di kalangan pemirsa , bahwa SONETA Mempunyai dedikasi dan Toleransi yang amat sangat tinggi, dan menyadari bahwa. Lain kepala lain pula kesenangan pada musik.

Karena menyenangi musik adalah terkandung unsur Hak Azasi.

Pertunjukan spektakuler (lighting, pembuka artis muda, kolaborasi lintas-genre) dengan pengemasan yang merasa bisa merangkul komunitas lintas FORSA. Yakni penggemar lama dan platform era digital / Penggemar Golongan Muda serta kader kader FORSA di masa mendatang.

Dangdut jadi warisan musik Indonesia merk Soneta, Yang di pelopori oleh Sang Maestro/Raja Dangdut RHOMA IRAMA.
SONETA Group…Jaya.
FORSA…Semakin KEREEEEN.**(Eko FORSA – Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *