Berkutat di Jajaran KPH Parengan, nyambi Ngangsu Pitutur Dari Kung Yaksim SH.(Asper Parengan Selatan KPH Parengan DIVRE JATIM).

IMG 20260506 WA0041

Tuban I skinfosuneta.com,-DENGAN Bertambah nya rasa syukur, Berkelana yang pada titik teratas mencari informasi untuk bahan berita, yang berujung nya juga perihal untuk mendapatkan rejeki.
Akan tetapi, sesampainya di KPH Parengan dapat ilmu ‘manfaat’, dari Asper sesepuh di jajaran KPH Parengan DIVRE JATIM. Yakni Kung Yaksim SH.

Pada intinya, difinisinya, adalah semua Makhluk ciptaan Allah, SWT. Namun yang lebih di cintai adalah punya arti dan manfaat, terutama pada sejenis.

Bacaan Lainnya

IMG 20260503 WA0022

Pilarnya hidup punya sifat dan rasa asah asih asuh.
Asah, adalah memberikan wawasan yang positif untuk di kembangkan pada yang lain.
Asih, tanamkan rasa tenggang rasa, solidaritas, memahami dan membantu.
Karena jika mau membantu pada orang lain yang membutuhkan bantuan, maka bantu meskipun mungkin sekedar dan sesuai dengan ke-ikhlasan.
insya Allah, meskipun yang di bantu kemungkinan tidak bisa membalas. Akan tetapi hukum alam semesta pasti berjalan. Tanam padi pasti akan tumbuh padi, satu bulir bisa jadi 84-92 bulir. Dan tanam padi tidak akan tumbuh ilalang atau Otok.

Asuh, harus mau ada jiwa ‘ngemong’ ngayomi, dan beri solusi untuk bisa dapat jalan menuju sumber kehidupan. Dan memberikan arahan yang bermanfaat..

“Dengan menanamkan sifat demikian, pada suatu saat kondisi kita ini terkadang mengalami perubahan atau berbalik kondisi. Mudah mudahan kita tidak sampai berbalik keadaan, dan syukur-syukur bisa berkembang sukses lagi. Karena hari ini kita berusaha untuk bisa lebih baik dari hari kemarin dan hari esok kita berupaya untuk lebih baik dari ini. Sehingga jika bertemu dengan sesama namun tidak berhasil seperti kita. Kita tidak usah mencela, menghina, mencemoohkan atau menyalahkan. Karena bisa menjadi biang rasa Bencinya orang tersebut pada kita, jika memandangnya dengan sebelah mata.
Ingat lagunya Mansyur, “Hari ini dia pandang jadi hamba, namun kita tidak tahu kalau kelak dia yang kita rendahkan sekarang bisa jadi Raja, Atau kepala Desa.

Dengan kita menanamkan rasa Asah, Asih, Asuh. Tidak tidak ada sifat iri, dengki kepada keberhasilan orang lain. Dan bila kita tahu pada seseorang yang mungkin kondisi nya di bawah kita, maka kita tidak usah mentang-mentang punya bahkan mentang- mentang kuasa alias hati terhias angkuh sombong pada sesama. Kalau sudah bisa bersandar sabar dan syukur, ikhlas dalam melaksanakan tugas hidup ini, kita akan merasa aman, nyaman, banyak kawan, banyak saudara, dan Bahagia. Demikian, inilah ‘aru-aruan’ tempatkan diri, sebagai makhluk sosial. Maka pada yang berkenan pada yang kami sampaikan, jika mau, yaa tidak ada rasa kemrungsung. Dan menyadari dengan apa yang di sebut ‘titah-NYA’ Allah SWT.

Bersambung “Kalau sudah ada kemudi, mudah untuk mengarahkan nya.
Dan kalau sudah mengenal diri sendiri, insya Allah, mudah menghilangkan angan-angan yang hampa.
Karena tahu siapa diri, harus bagaimana diri kita. Dimana keberadaan kita.
Desa sebagai nya……(Intinya: Selalu Mawas diri).

lain waktu. Jika longgar.***(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *