Bojonegoro I skinfosuneta.com, – GIAT Rapat Staf Saat Ada Kunjungan dari KPH Bojonegoro , hingga sore. Karena menyangkut perihal internal, maka wartawan segera berpamitan setelah data yang dibutuhkan sudah di dapat, sebelum rapat di mulai.
Berikut laporan skinfosuneta.com HASIL liputan saat di BKPH Tengger. Dapat informasi sebagai berikut.
Menurut Asper Tengger H. Eko Budi didampingi KRPH Wadang Dosri, KRPH Bonagung Agung Marsudi, bagian Tata Usaha Darsono, menjelaskan bahwa untuk program tanaman
Tebu sudah selesai.”Bagi KRPH yang tidak punya tugas menanam adalah pengamanan asset. Yang ada tanaman tebu diantaranya RPH Soko, RPH Putuk dan RPH Bonagung.”Artiannya begini, yang punya program tanaman ATM yo tetep pengamanan hutan juga, dong… hehehe”, ucap Asper Eko Budi, sambil nunggu tamu dari KPH.
Lebih lanjut Asper Tengger, menyebutkan pula bahwa untuk tahun 2024 ini, untuk RPH Wadang Rencana tanam dapat paling luas. Dari target 1.200-an lebih, untuk RPH Wadang 709 hektar (ha), RPH Soko 317 ha. RPH Putuk 195 ha. RPH Bonagung 21 ha. Dengan jenis tanaman Jati dan sedikit Mahoni. Dan tahun ini (2024), target produksi tebangan se-BKPH Tengger, tebangan ‘B-1″ kisaran 1.200 M3. Soal realisasi kalau tebangan ‘B’ kisaran 62 %, sudah bagus. Ya itulah..59-62-67 %. Tapi lebih dari itu pun bisa..tapi sangat ‘djlimet’.
“Pokoknya tahun 2023, kemarin iyaa, bayaran tetap, tinggal ubeng-ubengan hutan/patroli. Pokoknya *Dipenakno* tenan. Hhhhhhh..lha tahun ini menjelang akhir tahun yo *peng-pengan*, rencana yaa sak mono ambane. Yaa do’a-nya ‘di paringi sehat’.ungkapan KRPH Senior yang mahir *meng-ijo royo royo* penghutanan kembali selama di RPH Wadang yang sebelumnya identik *Padang gembala.**
Selanjutnya untuk statement Management, bersambung edisi selanjutnya.. selamat menunggu sambungan naskah ini.. Terima kasih.***(Eko-Zul/red)..






