Mbah Modin Malo: Kisah Pengabdian, Ketulusan Hati, dan Hidup dalam Kesederhanaan.

IMG 20260629 WA0016

BOJONEGORO I skinfosuneta.com,-KONSEKWENSI Menjadi seorang pemuka agama sekaligus pelayan masyarakat di desa bukanlah perkara mudah.

Namun, bagi Mbah Modin Rifai (Sapaan akrab), tugas tersebut dijalani dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan materi.

Bacaan Lainnya

Di tengah derasnya arus modernisasi, ia tetap teguh memegang prinsip hidup sederhana,’*qona’ah* (merasa cukup), dan *nrimo ing pandum* (menerima pemberian Yang Maha Kuasa)*.

*Menolak Materi, Mengutamakan Ketulusan*..

Dalam kesehariannya, Mbah Modin dikenal tidak pernah memasang tarif atau mengharapkan uang dari warga yang ia tolong.
Baginya, kesembuhan dan ketenteraman orang lain adalah kebahagiaan yang utama.

IMG 20260629 WA0015

Ada satu kisah unik yang mencerminkan ketulusannya. Suatu ketika, saat melakukan perjalanan pulang setelah membantu warga, ia kehabisan bensin di daerah Trucuk karena tidak memiliki uang sepeser pun. Alih-alih mengeluh, ia dengan besar hati menukarkan sebungkus rokok pemberian pasien (pemberian dari warga yang ditolongnya-red), dengan seliter bensin agar bisa melanjutkan perjalanan pulang.
> “Saya tidak mengharapkan uang dari orang yang sakit. Kalau orang itu tidak punya uang, lalu mau berobat ke mana? Padahal obat saya mandraguna (mujarab/manjur),” kenang Mbah Modin dengan bersahaja.

**Pekerjaan Serabutan Demi Menafkahi Keluarga**

Meski sosok nya yang dihormati sebagai seorang khatib dan imam masjid, Mbah Modin tidak pernah merasa gengsi untuk melakoni pekerjaan kasar dan mungkin sebagian orang lain yang tidak tahu, demi menghidupi istri dan anak-anaknya. Ketika tidak sedang bertugas di masjid, ia bekerja serabutan mulai dari mencari rongsokan (rosokan), menjadi penjual sate, hingga turun ke sawah sebagai petani.

Bagi Mbah Modin, setiap rezeki yang diberikan oleh Allah SWT melalui usaha apa pun harus diterima dengan lapang dada. Jabatan sebagai imam di masjid adalah sebuah kewajiban dan amanah untuk memimpin jemaah, bukan status sosial yang harus disombongkan di luar masjid.

**Jadwal Keagamaan yang Padat**

Sebagai sosok yang diandalkan, Mbah Modin memiliki jadwal khotbah dan bilal yang terjadwal rapi di beberapa masjid, antara lain:

* **Masjid Malo**: Bertugas sebagai Bilal pada Jumat Legi.
* **Masjid Panjunan**: Bertugas sebagai Khatib dan Imam pada Jumat Pon.
* **Masjid Mbringin (Beged, Kecamatan Gayam)**: Bertugas sebagai Khatib dan Imam.

Pesan Kebajikan di Bulan Muharram:

Memasuki bulan Muharram (Suro), Mbah Modin berpesan kepada seluruh umat Islam untuk memanfaatkan momentum ini sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa Muharram adalah bulan yang mulia, di mana banyak peristiwa besar dan keberhasilan para Nabi dalam melewati ujian terjadi di bulan ini.

Ia juga menekankan bahwa amalan yang paling utama dan mulia di atas segalanya adalah memiliki **hati yang bersih**—hati yang terhindar dari rasa iri, dengki, dan selalu senang melihat orang lain bahagia.**(Eko-Lia-Zulf/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *