Bojonegoro I skinfosuneta.com,-KBKPH Malo Gelar Sosialisasi Program MUK Tanaman Alpukat di RPH Giwang
BKPH Parengan (26/05/2026) | Dalam upaya mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa hutan sekaligus optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan produktif, Perhutani KPH Parengan melalui KBKPH Malo melaksanakan kegiatan sosialisasi Program MUK (Multi Usaha Kehutanan) tanaman alpukat di wilayah RPH Giwang, Selasa hari (26/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Giwang beserta perangkat desa, perwakilan pesanggem, serta komunitas alpukat TBL. Sosialisasi ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan pola pengembangan budidaya alpukat berbasis kemitraan antara Perhutani dan masyarakat desa hutan.
Dalam pemaparannya, pihak Perhutani menjelaskan bahwa program MUK tanaman alpukat diharapkan mampu menjadi peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Selain itu, program ini juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan serta pengembangan komoditas unggulan lokal di wilayah BKPH Malo.
Asper BKPH Malo Isnan Winarno, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
“Program MUK tanaman alpukat ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga menanam harapan dan kesejahteraan bagi masyarakat desa hutan. Kami berharap adanya sinergi yang kuat antara Perhutani, pemerintah desa, dan para pesanggem agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Giwang Susanto, menyambut baik adanya program tersebut dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini secara serius.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Perhutani BKPH Malo yang telah membuka peluang ekonomi baru bagi warga kami. Tanaman alpukat memiliki prospek yang baik, sehingga kami berharap para pesanggem dapat mendukung dan menjaga program ini bersama-sama demi kemajuan Desa Giwang,” ungkapnya.
Perwakilan komunitas alpukat TBL, Joni, juga turut memberikan motivasi kepada masyarakat terkait potensi pasar alpukat yang terus berkembang serta pentingnya pengelolaan tanaman secara baik dan berkelanjutan, Tambahnya
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias, ditandai dengan diskusi aktif antara peserta dan narasumber mengenai teknis penanaman, pola kemitraan, hingga peluang pemasaran hasil panen alpukat ke depan**(Eko-A’at-Zulfikar/red).
Sumber berita Humas KPH Parengan. ( (Kom-PHT/Prg/Dgm).






