Perhutani KPH Jatirogo Dukung Langkah Pemkab Tuban Hadapi Potensi Bencana Musim Kemarau.

IMG 20260521 WA0139

Tuban I skinfosuneta.com,-PADA Hari Kamis (20/05/26) Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Jatirogo menghadiri Rapat Koordinasi Konsultasi Publik dalam rangka menghadapi musim kemarau wilayah Kabupaten Tuban tahun 2026 yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat PUSDALOPS BPBD Kabupaten Tuban.Yakni
Kegiatan rapat koordinasi tersebut diikuti oleh berbagai unsur lintas sektoral, diantaranya jajaran Pemerintah Kabupaten Tuban, instansi terkait, TNI/Polri, Perhutani, relawan kebencanaan, hingga stakeholder lainnya yang memiliki peran penting dalam penanganan dan antisipasi bencana kekeringan selama musim kemarau tahun 2026.

Bacaan Lainnya

IMG 20260521 WA0136

Forum Konsultasi Publik (FKP) tersebut dilaksanakan sebagai langkah peningkatan indeks pelayanan publik Pemerintah Kabupaten Tuban sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi akan terjadi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan mengalami curah hujan lebih rendah sehingga berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah.

Administratur Perhutani KPH Jatirogo melalui Wakil Administratur, Giman, menyampaikan bahwa Perhutani siap mendukung langkah-langkah pemerintah daerah dalam upaya mitigasi dan penanganan dampak musim kemarau, khususnya di kawasan hutan wilayah kerja KPH Jatirogo. Menurutnya, sinergitas lintas sektor sangat diperlukan untuk meminimalisir potensi bencana yang dapat terjadi selama musim kemarau.

Giman menjelaskan bahwa Perhutani KPH Jatirogo telah melakukan berbagai langkah antisipasi, diantaranya meningkatkan patroli keamanan hutan, pemantauan titik rawan kebakaran hutan dan lahan, serta melakukan koordinasi intensif dengan masyarakat sekitar hutan dan LMDH agar bersama-sama menjaga kawasan hutan dari ancaman kebakaran saat musim kemarau berlangsung.
“Perhutani KPH Jatirogo mendukung penuh kegiatan Forum Konsultasi Publik ini sebagai bentuk sinergi antar instansi dalam menghadapi musim kemarau tahun 2026. Kami berharap koordinasi yang baik dapat meminimalisir dampak kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Tuban,” ujar Giman.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmadji dalam sambutannya menyampaikan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dengan intensitas hujan yang rendah.
Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan seluruh pihak agar dampak kekeringan dapat diantisipasi sedini mungkin.

Kepala BPBD Kabupaten Tuban juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dunia usaha, hingga masyarakat dalam menghadapi potensi bencana kekeringan. Menurutnya, langkah mitigasi yang dilakukan secara bersama akan lebih efektif dalam mengurangi risiko serta menjaga keselamatan.*
Sumber berita: Eva
Humas KPH Jatirogo**(Eko-Zulfikar/ red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *