LAMONGAN I skinfosuneta.com,– UPAYA Membangun desa yang transparan dan informatif terus didorong Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) melalui kegiatan Sambang Desa yang digelar di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, insan pers, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menciptakan komunikasi publik yang sehat, terbuka, serta berimbang.
Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal acara.
Sejumlah pengurus PJI Lamongan hadir bersama unsur Polsek dan Koramil Kedungpring, perwakilan Korem 082/CPYJ, serta berbagai elemen masyarakat seperti PKK, Karang Taruna, kelompok tani hingga tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Gunungrejo, Suyono mengapresiasi kehadiran PJI di wilayahnya.
Ia menilai kegiatan semacam ini sangat penting untuk membuka wawasan perangkat desa mengenai pentingnya membangun hubungan harmonis dengan media.
Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam membantu menyampaikan berbagai program pembangunan desa kepada masyarakat luas secara cepat dan tepat.
“Sinergi dengan media perlu terus dibangun karena informasi pembangunan desa harus bisa diketahui masyarakat secara luas,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Polsek Kedungpring, A. Nur Adi mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
Dia menyoroti maraknya penyebaran berita palsu dan provokasi digital yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya. Bijak bermedia sosial menjadi langkah penting menjaga lingkungan tetap kondusif,” pesannya.
Sementara itu, Ketua PJI Kabupaten Lamongan, Handoyo menegaskan pentingnya kemitraan strategis antara pemerintah desa dan media.
Menurutnya, media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai berita, tetapi juga memiliki peran edukasi, literasi, dan penguatan transparansi publik dalam pembangunan desa.
Dirinya menjelaskan, media dapat menjadi sarana pendidikan masyarakat melalui pemberitaan yang mencerdaskan sekaligus menjadi jembatan informasi terkait potensi dan program desa.
Di tengah derasnya arus hoaks di media sosial, keberadaan media arus utama dinilai semakin penting dalam membantu masyarakat memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya.
“Ketika pemerintah desa dan media berjalan bersama, maka transparansi akan tumbuh, kepercayaan masyarakat meningkat, dan pembangunan desa bisa berjalan lebih baik,” terang Handoyo.
Tak hanya berdiskusi soal teori komunikasi publik, peserta juga mendapat pembekalan tentang cara menghadapi wartawan secara profesional dan komunikatif.
Mulai dari pentingnya menyambut jurnalis dengan sikap terbuka, memahami arah wawancara, menentukan juru bicara yang tepat, hingga menyiapkan data pendukung yang valid agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan terpercaya.
Melalui kegiatan Sambang Desa ini, PJI Lamongan berharap hubungan antara pemerintah desa dan media semakin harmonis sehingga keduanya dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan desa yang maju, transparan, dan dekat dengan masyarakat.*Sumber berita: Humas PJI***(Eko-Yul-Zulfikar/red).






