Bojonegoro I skinfosuneta.com,- KRPH Wadang BKPH Tengger, Sunarto. Beragam upaya untuk bisa mendapatkan keberhasilan dalam melaksanakan tugas sebagai Rimbawan. Bahkan meskipun sebagai pendatang di lingkungan desa pinggir Hutan. Mbah Mantri Sunarto juga terkadang Sebagai imam Tahlil di desa tempat domisili Rumah Dinas.
Pertanda sukses membaur dengan masyarakat untuk di ajak sama sama memahami bahwa tupoksi Rimbawan selain menjalin komunikasi dengan masyarakat juga bertanggung jawab atas amanah dari pimpinan (Perhutani), yakni bertanggung jawab, hal Tanaman, Sulaman, Keamanan, Produksi.
“Kami bekerja di Perhutani mulai dari pengabdian (sebelum di terima resmi sebagai pegawai Perhutani) sudah kisaran 27 tahun.
Mulai jaga PTM.
Awal memakai sebutan orang Perhutani, yakni tahun 1999-2009 jaga di pos PTM RPH Kebonagung BKPH Tengger 2009-2010 di PTM Soko BKPH Tengger, 2010-2024 di RPH Bonagung. Dan 2025-sampai sekarang (3/5/2026) menjadi KRPH setelah mendapat prestasi pencapaian Agro tahun 2024.
Langkah empati bisa komsos dengan cara yang humanis. Dengan cara cara itulah apa yang di sampaikan oleh KRPH Wadang (mbah Sunarto) masyarakat yang memang ada hubungan dengan tugas dan pekerjaan Rimbawan di pahami dan didukung alias bisa di terima.
Namun KRPH Mbah Sunarto, masih tetep waspada waspada untuk antisipasi dari segala sesuatu yang diluar dugaan.
Makanya meskipun dirasa antara info informan dan juga laporan riil personil yang sedang berpatroli yang tidak Bersama, tetep di amini. Namun juga di analisa. Sehingga sebutan kata Aman. Berarti bisa di pertanggung jawabkan untuk laporan kepada Pimpinan, yakni Asper BKPH Tengger KPH Bojonegoro, H .Eko Budi P.
“Fokus keamanan hutan jati RPH Wadang petak 8, 9, 4,11,3,12,13,14. (KU:5-6). Namun tidak mengabaikan KU Kecil di petak 1. Dan tanaman Mahoni di petak 10,15, 31.systm patroli bersama sama, pada titik rawan. Akan tetapi juga berpencar sistem silang (berpencar 1:2) dengan Alkom standby.”, ungkap KRPH dengan postur yang gagah dan tampan.
“Kami tidak punya PTM, namun ada beberapa pos bayangan untuk istirahat saat siang maupun malam. Dan produksi tahun ini tidak ada. Kalau tahun 2025 ada tebang ‘E’ petak 8,9,11,12. Sedangkan untuk petak 10 tanaman Kayu putih dan Mahoni”. Lanjut Mbah Mantri Sunarto.
“Support kami pada personil, adalah keterbukaan dan selalu berembuk. Sebelum bertugas kita berkumpul dan memastikan tugas pada sehari semalam, dengan keesokan harinya juga demikian. Sehingga sekecil apapun permasalahan di lapangan tetep di lakukan secara bersama-sama. Dan bila ada yang sakit, sebelum nya memberitahukan lalu mengirim surat keterangan dari dokter. karena untuk bukti laporan kami sebagai KRPH kepada Asper. Dan kalau prestasi yang kami raih, itu adalah kewajiban sebagai petugas Agro. Dan ini meraih keberhasilan bisa juga karena komsos bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan pimpinan. Itulah sebabnya kami komsos secara administrasi seminggu sekali, meskipun kadang bisa juga 2-3 hari sekali. Dan itu upaya kami komsos, perihal Agro, juga pentingnya untuk ikut menjaga tanaman”, papar Pak Sunarto.
“Bahkan keunikan dan merealisasikan program Agro, LMDH Tumbuh Wadang, minta pembayaran malam. Dan di Amini oleh pak Mantri & Petugas. karena alasan petani, siangnya kerja. Dan kalau malam bisa antri sambil istirahat. Dan berhasil tuntas. Pokoknya Alhamdulillah, warga yang punya kewajiban Agro, baik baik dan tahu kewajibannya”. ujar KRPH Wadang.
“Di RPH Wadang ini, 3 personil termasuk Mantri, adalah Petugas 2 yang prestasi. Kami KRPH pengalaman meraih prestasi juara I. Mandor Moh. Nurchozin juara 3 Agro. Itulah kondisinya. Dan untuk tahun ini 91 %, karena gagal tanam/tidak di tanam. Dan RPH Wadang memiliki 2 kecamatan (Kalitidu & Ngasem) untuk petaninya Desa Wadang Leran (dusun Sidokumpul, Kristen ) Bareng (dusun Nglingi, Bareng, Kalimati) kecamatan Ngasem (Wadang). Sekali lagi, selalu koordinasi dengan personil setiap hari, dan evaluasi hasil kegiatan yang dilakukan kemarin. Sehingga jika ada pertanyaan dari siapa pun, jawabannya pasti sama. Dengan apa yang di raih oleh RPH Wadang adalah keberhasilan bersama sama, termasuk keberhasilan pimpinan dalam memberikan amanah kepada Kita yang ada di RPH Wadang BKPH Tengger KPH Bojonegoro. Demikian*. Ulasan KRPH Wadang di dampingi Personil Moch. Nurchozin. Karena yang mbah Marjuki, masih preventif setelah berpencar 1 jam yang lalu.**(Eko-Zulfikar/ red).






