KEGIATAN Manajemen KPH (24/4/2026) Sekaligus Membahas Pengelolaan Tanaman Tebu Persiapan Petik 2026.

IMG 20260425 WA0020

Bojonegoro I skinfosuneta.com,-Pada hari ini (Jum’at:24/4/2026) bertempat di PTM 05 RPH Soko BKPH Tengger KPH Bojonegoro, direncanakan akan dilaksanakan kunjungan Direktur Utama ke lokasi tebu ATM (Argo Forest Tebu Mandiri). Namun, kunjungan tersebut ditunda dikarenakan adanya agenda mendadak di Kediri.Dengan Kata ADM KPH Bojonegoro H.Slamet Juwanto.

Meskipun demikian,Siaga penuh mobile maupun standby di pos-pos juga siaga Asper rayon berikut para KRPH, Polhut. Sehingga di lanjutkan dan terdapat beberapa arahan penting dari Kepala Departemen (Kadep) kantor pusat, antara lain, ADM KPH Bojonegoro, Waka Adm
. Dan juga penjelasan dari PT.Rajawali Satu1.

Bacaan Lainnya

Diawali oleh ADM KPH Bojonegoro, di jelaskan bahwa Pengamanan tanaman tebu menjelang musim kemarau agar terhindar dari risiko kebakaran. Hal ini penting karena kebakaran dapat menurunkan kualitas serta harga tebu yang akan berdampak pada produktivitas (protas) dan nilai jual.

IMG 20260425 WA0021

kedua,Tebu yang dihasilkan rencananya akan disetorkan ke PG Rajawali 1, yang bekerja sama dengan Perhutani.
Namun, saat ini kerja sama tersebut masih menunggu proses PKS (Perjanjian Kerja Sama) karena belum adanya MOU yang resmi.

ketiga, Diharapkan proses panen dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan.Untuk tahun 2026, diperkirakan terjadi penurunan produktivitas (protas), mengingat sebagian tanaman telah memasuki fase RC 2 dan RC 3, di mana secara umum tingkat produktivitas mulai menurun. Namun demikian, tetap diharapkan adanya hasil yang optimal melalui pengelolaan yang baik.

Upaya yang dapat dilakukan antara lain:

– Mencegah terjadinya kebakaran pada lahan tebu.
– Mengatur waktu panen secara tepat agar tidak terlambat.
– Mengoptimalkan teknik tebang, termasuk menjaga tinggi tunggak agar tidak terlalu tinggi.

Selain itu, dalam rangka persiapan kerja sama tebang angkut (TMA), diharapkan:

– Ketersediaan tenaga kerja yang memadai.
– Kesiapan armada angkut untuk mendukung kelancaran distribusi.

“Kegiatan hari ini masih berupa survei lapangan untuk mengetahui potensi produksi, dan belum MoU”, disampaikan oleh Dita.

Selanjutnya dari Direksi (Kadep Agro) Arif, menjelaskan bahwa Program pengembangan tanaman tebu di kawasan hutan merupakan bentuk dukungan Perum Perhutani terhadap swasembada gula Nasional. Hingga tahun 2026, Perhutani telah mengelola:

– Lebih dari 18.000 hektar lahan tebu,
– Sekitar 3.000 hektar di antaranya merupakan penanaman mandiri,
– Sekitar 15.000 hektar melalui skema kerja sama.

Khusus di wilayah KP Bojonegoro, tahun ini direncanakan panen seluas 279 hektar. Saat ini telah dilakukan uji kadar gula oleh tim Perhutani dan PG Rajawali 1, dengan hasil yang telah memenuhi syarat untuk dilakukan panen.

Rencana panen akan dimulai pada bulan Mei 2026 secara bertahap, dengan tujuan pengiriman ke PG Rajawali 1 di Madiun. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi BUMN dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor gula.

Wakil ADM KPH Bojonegoro (Kiswanto & Kuntoro), Sebagai kepanjangan dari ADM Bojonegoro menyatakan, kesiapan untuk mengawal seluruh proses Tebang muat angkut (TMA) dari awal hingga selesai. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan panen berjalan sesuai jadwal dan tidak melewati bulan Agustus, mengingat risiko kebakaran akan meningkat pada puncak musim kemarau.

Dengan pengawalan yang optimal, diharapkan hasil produksi tebu dapat mencapai hasil maksimal sesuai target yang telah ditetapkan.

Demikian laporan ini disusun sebagai bahan informasi dan tindak lanjut kegiatan di lapangan. “Diharapkan seluruh pihak dapat bersinergi untuk mencapai hasil yang optimal. Hindarkan dari kebakaran, Tata waktu yang tepat/bisa memanage waktu, keprasnya jangan terlalu tinggi tonggaknya.”, Ulasan Waka Kiswanto.**(Eko-Yul-Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *