Bojonegoro I skinfosuneta.com,- BERTEMPAT DI area Cungkup JOTRUNO…
pada hari Jum’at pahing (10/4/2026), berlangsung acara adat yang di sebut “MANGANAN”.
Amanat Kepala Desa Kedungsumber Ir.Sukardi, didampingi kasun Tretes juga Babinsa Anas Mucklisin dan Bhabinkamtibmas M. Ilham Muzakir, menjelaskan bahwa, Kegiatan ‘Manganan’/Sedekah bumi ini adalah bentuk kegiatan warga setahun sekali. Yang merupakan wujud Syukur kepada Allah SWT. Atas limpahan karunia yang telah di terima oleh warga, pada hari ini yang melaksanakan adalah warga dusun Tretes Desa Kedungsumber. Ini adalah tradisi turun temurun sejak dahulu. Kita sebagai generasi penerus adalah ‘nguri-nguri’/melestarikan budaya yang berlaku. Karena kegiatan ini jadi ajang silaturahmi dan untuk memupuk rasa persatuan, persaudaraan dalam bertetangga dan bermasyarakat. Kami selaku kepala Desa, mengucapkan Alhamdulillah dan berterima kasih pada seluruh warga, dengan terpupuk nya rasa kebersamaan, meskipun ada perbedaan pendapatan , tetapi tetep dalam guyup rukun, tentrem. Dan persamaan cita- cita, dusun yang gemah Ripah loh jinawi, Karta Raharja, ayem tentrem guyub rukun bahagia dan membanggakan.
“Di satu lokasi Banca’an/syukuran 2 x. Pagi khusus bancaan yang satu ambeng 1 ingkung (ayam panggang), di season kedua Banca’an umum, ada ingkung maupun tidak ada ingkung..Loos. Begitulah, hehehehe”. Papar Kades meskipun insinyur pertanian tetapi mahir dalam tata kelola Pemdes, bahkan ilmu Bisnis (Rumah jati kawak) yang sudah go publik lintas Nusa.
Lebih lanjut, di jelaskan pula kemajuan pembangunan Desa & tertib administrasi adalah mewujudkan komitmen bersama yang Transparan dan saling melengkapi. Sehingga dengan menanamkan pola disiplin, hasilnya adalah terciptanya kebersamaan sesama warga Kedungsumber secara menyeluruh. (Antar dusun dalam satu desa). Dan untuk masing-masing dusun punya agenda manganan sendiri sendiri. Meskipun agenda tahunan 1 tahun sekali dengan tempat dan tanggal yang berbeda. Lain lain, bisa tanya mbah Wo (Kasun Tretes).”, himbau kades yang penuh senyum empati dan penuh Wibawa.
Selanjutnya Kasun Tretes, menjelaskan bahwa Agenda MANGANAN, adalah setahun sekali hari nya Jum’at pahing, soal tanggal dan bulan sesuai kesepakatan warga.
“Warga Tretes cuma 2 RT. Yakni RT.8 & RT.9, wilayah RW.3. Jumlah KK 170. Dengan sebanyak 502 jiwa, gedhe-cilik, lanang-wadon (Pria 246 orang, Wanita 256 orang). Warga Tretes ini, meskipun di bawah Pegunungan jauh dari kantor pemerintahan desa (jarak tempuh 4,5 KM), jauh juga dengan tempat tinggal pak Kades, kisaran 7 km dengan melewati hutan jati yang lebat. Tetapi warga Tretes, tetep ngugemi apa yang di pesan oleh pak Kades. Yakni tetep terjalin guyub rukun, sesrawungan. Sedangkan untuk hiburan ‘MANGANAN’ itu Langen tayub, siang hari seusei Jum’at an hingga sore di Area Cungkup mbah Danyang ‘Jo Truno’. Lha tadi di sampaikan oleh pak Kades Banca’an ping pindho. Khusus yang jam 08.00 . Iku kagem warga yang ‘ngluwari uni ‘ /Nadzar atau ‘KAULAN’.
Nadzar apa ?.
Mungkin.. Jika panennya berhasil tanpa di ganggu hama, atau lain-lain. Akhirnya Tasyakuran saat pelaksanaan Manganan, akan ikut Banca’an dengan tumpeng ada lauknya “Ayam Panggang”.
Sedangkan langen Tayub, sore nya berpindah ke halaman rumah kasun (Rumah kami). Kalau live siang itu istilah nya para mbah-mbah biyen yakni untuk suko pari suko kanggo kanoman (pemuda), sedangkan yang malam hari untuk umum.
Dan tiap ada kegiatan warga, juga ada pendampingan dari Polsek & Koramil, selain Linmas. Lha mbah inggi/pak Kades Insinyur Sukardi, itu..whaaooo, supel, grapyak, tegur sapa tanpa tebang pilih. Sehingga bisa sebagai Pengayom, sebagai Bapak, sebagai Guru juga sebagai teman. Dan etos kerja, disiplin tinggi. Demikian. Sehingga rasa pakewuh dan sungkan pada beliau, meskipun beliau itu disiplin tapi sumeh. Namun jangan sampai mencampur adukkan antar tugas utama dengan obrolan saat waktu ‘guyon’ ?. Begitu kah ?.**(Eko-Zulfikar/ red).






