BKPH Malo Eksis Produksi Dan Akan Meningkatkan Pendapatan Di Bidang Agrowisata.

IMG 20260410 WA0029

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- MEMANG Kalau di simak dari kalimat KPH Parengan, identik kabupaten Tuban. Tetapi untuk BKPH Malo KPH Parengan, kog Area liputan dalam pemberitaan di tulis BOJONEGORO I skinfosuneta.com, bukan TUBAN I skinfosuneta.com,-?.
Karena wilayah hukum administratif bahwa Malo kecamatan Malo ikut kabupaten Bojonegoro.
Jangankan Pembaca yang mungkin tidak mengikuti istilah teritorial Perhutani. Kami sendiri Berkelana mencari tahu untuk Liputan tengah hutan (Perhutani) kadang juga lingak-linguk.
Misalnya BKPH Kedu Utara, lokasinya dekat BKPH Banyuasin KPH Ngawi, dan juga Dekat dengan KPH Gundih.
Termasuk Hutan wilayah Kecamatan Margomulyo Bojonegoro, sebagian besar ikut BKPH Kedawak Utara KPH Ngawi.
Hutan Sambeng-Tambakmerak Kecamatan Kasiman, hutan di Kedewan kecamatan Kedewan Hutannya ikut KPH Cepu. Demikian pula Hutan di daerah Lain. Sehingga jika tidak jeli.
Memang tanda tanya, kog Bisa ?.

Berikut kembali ke BKPH Malo KPH Parengan DIVRE Jatim.

Bacaan Lainnya

IMG 20260410 WA0028

Pada awalnya sesuai petunjuk Wakil Adm KPH Parengan, Agung Wibowo, SH. Karena agenda kegiatan di Kantor KPH yang untuk ekspose kemarin (9/4/2026), petunjuk nya bisa langsung ke BKPH Malo. Lalu skinfosuneta.com memberitahukan ke Humas KPH Bojonegoro (Bu A’at) lalu awak media ini meluncurlah ke BKPH Malo, dan bisa Audensi dengan Asper Malo Isnan Winarno. Didampingi staf dan beberapa KRPH jajaran BKPH Malo.
Bahkan kebetulan kemarin tim dari KPH Parengan juga kunjungan kerja ke BKPH Malo, yakni Kasi PSDH Mu’amar beserta KSS Tanaman Jupriyanto.

IMG 20260410 WA0027

Menurut Asper BKPH Malo, dari 4 item yang di sampaikan, adalah sebagai berikut:
-Untuk tanaman BKPH Malo ada 2 petak. Di RPH Malo yakni di petak 67-a luas 23 hektar (Ha), di RPH Biangbali petak 32-G luas 1 Hektar. Jenis JPPSP.
Sedangkan untuk Sulaman tahun 2024 & 2025 sudah selesai.
Bidang keamanan, dari 5 RPH (Malo, Tinawun, Kenongo, Biangbali, Giwang) Aman terkendali. “Untuk bidang keamanan, upaya yang kami lakukan dan kita tanamkan pada personil, yang utama nya melakukan Bintal internal. Melaksanakan kegiatan patroli preventif rutin dan juga gabungan lintas RPH. Serta eksis komsos, termasuk tadi pagi (Kemarin -red) di Ngrayung.

Sedangkan untuk produksi tahun ini, ada di beberapa tempat, yakni RPH Malo, petak 66-A. Luas 14.20 ha. Jumlah tegak’an 1.868 pohon. Jenis jati. Tanaman tahun 1963, K-U 13 (interval 5 tahun). Target produksi 1.529,688 M3. Start bulan Januari 2026 Saat ini (Minggu pertama April 2026) sudah selesai.
Sedangkan saat ini masih berlangsung yakni di petak 69-E (,RPH Malo) tanaman 1962, luas 6 hektar Jum’at tegak’an 557 pohon. Tanaman tahun 1962 . K-U 14. Target 379, 410 M3.
Untuk pendapatan lain agrowisata, baru akan alias rencana/akan merintis.
“Semua kami lakukan sesuai petunjuk Management KPH Parengan. Pencapaian tanaman baik, keamanan kondusif, produksi sebagai pendapatan. Termasuk perawatan tanaman/ Sulam. adalah mekanisme yang kami lakukan. Dan semua ini adalah berkat kerjasama dengan team work BKPH Malo. karena, dengan kerjasama yang baik, akan membuahkan hasil yang baik. kita pertahankan yang sudah baik, ke depan kita tingkatkan lagi. Pada prinsipnya hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus kita usahakan lebih baik dari pada hari ini. Kita selalu sinergi dengan team work. Juga Kita tingkatkan komsos dengan LMDH, juga komunikasi baik dengan stikholder (Kades, Perangkat desa, Tokoh masyarakat, APH).”Alhamdulillah untuk BKPH Malo menjadi bagian yang selalu berproduksi tiap tahun, termasuk tahun 2027 mendatang). Untuk jenis tanaman Balsa ada di RPH Biangbali petak 34-B, 87-G”, Lanjut Asper BKPH Malo. Mr. Isnan.
Karena antrian tamu dan juga ter- agendakan termasuk kegiatan di lapangan.”Alhamdulillah apa yang sudah kita raih ini, tentunya upaya peningkatan pendapatan, kita lakukan bersama-sama team work BKPH Malo, Sukses produksi, tanaman, Sulaman, Keamanan. Menuju hutan Lestari”.Ulas Pak Asper BKPH Malo dengan roman Optimis.**(Eko-Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *