Perhutani KPH Ngawi Salurkan Biaya Pengamanan Agroforestry Tebu, Sebanyak Rp.86,6 Juta kepada 3 (Tiga) LMDH.

IMG 20260326 WA0033

Ngawi I skinfosuneta.com, SEPEKAN Yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Maret 2026, Perhutani KPH Ngawi bersama PTPN XI PG.Soedhono, menyerahkan biaya pengamanan Agroforestry Tebu skema P.81, sebanyak Rp.86,6 juta kepada 3 (Tiga) Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Berlangsung di kantor BKPH Kedawak Selatan.

Adapun LMDH tersebut diantaranya berikut rinciannya:
LMDH Wono Salepok Mulyo, senilai Rp.20.542.500,-. LMDH Tani Manunggal sebesar Rp.28.575.000,-.LMDH Cipta Wana Sejahtera, sebesar Rp.37.528.500,-.

Bacaan Lainnya

Penyaluran dana tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama (PKS), antara Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi dengan PT. Kebun Nusantara XI dengan memanfaatkan kawasan hutan untuk budidaya tebu guna mendukung swasembada gula dan ketahanan pangan Nasional.

Melalui skema P.81, Perhutani mengoptimalkan pendapatan dari sektor non-kayu dengan tetap mengedepankan prinsip hutan lestari.
Sinergi ini memperkuat peran masyarakat sekitar hutan dalam menjaga keamanan komoditas strategis yang di tanam di kawasan Hutan Negara.

Administratur (ADM) KPH Ngawi, Bayu Nugroho, S.Hut. Menyatakan bahwa penyerahan biaya pengamanan ini adalah bentuk transparansi dan apresiasi atas peran aktif LMDH Dalam mengawal produktivitas lahan.”Perhutani ber- komitmen memberdayakan masyarakat melalui kemitraan yang saling menguntungkan. Kami berharap dana pengamanan ini memotivasi LMDH untuk semakin intensif menjaga kawasan Hutan dari gangguan. Sehingga target swasembada pangan melalui budidaya tebu dapat tercapai tanpa merusak ekosistem hutan.”, Tegas ADM KPH Ngawi.

Perwakilan PTPN XI, Slamet Budi, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat crusial bagi keberlangsungan pasokan bahan baku di PG.Soedhono.”Keamanan di lapangan adalah kunci utama dalam keberhasilan budidaya Agroforestry ini.”Kami meng-apresiasi kerja sama Perhutani dan LMDH yang telah memastikan tanaman tebu tumbuh dengan baik, sehingga memberikan nilai ekonomi positif, bagi industri gula Nasional, maupun Kesejahteraan petani”, ungkapan Slamet Budi.

Ketua LMDH Cipta Wana Sejahtera, Sugiono menyampaikan rasa terima kasih nya atas penyaluran biaya pengamanan tersebut yang di nilai sangat membantu operasional LMDH.”Kami selaku mitra Perhutani merasa sangat terbantu dengan adanya realisasi anggaran pengamanan ini. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan hutan dengan skema P.81 memberikan manfaat ekonomi langsung bagi Masyarakat Desa Legokkulon dan sekitarnya”, imbuhnya.

Acara ini di hadiri oleh jajaran internal Perhutani KPH Ngawi (meliputi: ADM KPH Ngawi, Wakil Adm Sub Timur, Kasi Produksi & Ekowisata, KSS Agroforestry, KSS Kemitraan Produktif, Asper BKPH Kedawak beserta jajaran). Hadir pula perwakilan PTPN XI & Masing-masing ketua LMDH penerima dana pengamanan.
Melalui penyerahan ini, seluruh pihak terkait sinergitas antara sektor kehutanan dan perkebunan terus meningkat demi kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Sumber berita:(Kom-PHT/Ngw/Put).**(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *