Silaturrahmi FKUB dan Kapolres, Momentum Istimewa Tiga Hari Besar Agama di Bojonegoro.

IMG 20260227 WA0012

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SILATURAHMI Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bojonegoro bersama Kapolres Bojonegoro berlangsung dengan suasana akrab dan hangat serta penuh kekeluargaan, Rabu (25/02/2026) mulai pukul 16.45 hingga 19.00 WIB di Kantor FKUB Bojonegoro, Jalan Trunojoyo, Bojonegoro.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Bojonegoro sekaligus Ketua Dewan Penasehat FKUB, Hj. Nurul Azizah, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, Kasat Intel Kodim 0813, Kasi Intel Kejari Bojonegoro, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro Dr. H. Amanullah, Kepala Bakesbangpol Amir Syahid, KH. Alamul Huda serta Hj. Tjitjik Mursyidah selaku anggota Dewan Penasihat.

Bacaan Lainnya

Hadir lengkap jajaran pengurus FKUB Bojonegoro, di antaranya H. Hanafi (Ketua), H. Ikhwanuddin (Wakil Ketua), Pdt. Iwan Sukmono (Wakil Ketua), HM. Hasan Bisri (Sekretaris), Dr. Nova Nevilla (Wakil Sekretaris), serta Maria Susan Irawati (Bendahara), bersama puluhan pengurus lainnya.

Sebelum acara dimulai, kegiatan diawali dengan doa lintas agama yang dipimpin para tokoh agama. Dari unsur Muslim oleh KH. Bardam Abdun Nasir, Katolik oleh Fransiscus Sarman, Kristen oleh Pdt. Iwan Sukmono, Konghucu oleh Kho Tjhiang San, dan Hindu oleh I Ketut Sulasta. Doa penutup sekaligus doa berbuka puasa dipimpin oleh KH. Alamul Huda.

Momentum Istimewa Kerukunan
Ketua FKUB Bojonegoro, H. Hanafi, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum yang sangat istimewa karena berdekatan dengan tiga perayaan dan momentum besar keagamaan.

“Ini momentum istimewa. Pada 17 Februari 2026 umat Konghucu merayakan Imlek, 18 Februari 2026 umat Katolik memasuki Pra Paskah atau Puasa 40 hari, dan pada 18 atau 19 Februari 2026 umat Islam mulai menjalankan Ramadhan 1447 Hijriah.

Momentum ini menjadi ruang dialog dan harus terus kita dialogkan, tentang banyak hal yang mengarah pada kerukunan dan keguyuban umat beragama di Bojonegoro untuk terus kita rawat,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman yang hadir secara bersamaan dalam waktu yang berdekatan tersebut menjadi penguat persaudaraan lintas iman di Bumi Bojonegoro.

FKUB Berperan Strategis
Wakil Bupati Bojonegoro, Hj. Nurul Azizah, menegaskan pentingnya peran FKUB dalam menjaga harmoni daerah.

“FKUB punya peranan penting dan telah berperan strategis selama berpuluh tahun. Saya pernah ikut dan masuk dalam aktivitas FKUB, merasakan betul kedamaian di Bumi Bojonegoro,” ungkapnya.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para tokoh agama terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan ketenteraman masyarakat.

Sinergi Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menekankan pentingnya kolaborasi aktif semua pihak.

“Kita perlu bersinergi dan kolaborasi aktif, agar peran FKUB dalam kewaspadaan dan deteksi dini intoleransi terus kuat dan berdaya. Di Bumi Bojonegoro ini harus terus diwaspadai bibit intoleran dan radikalisme. Peran FKUB harus kita support terus,” tegasnya.

Ia menilai FKUB menjadi mitra strategis dalam menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan dialog dan komunikasi lintas agama.

Problem Keumatan Jadi Perhatian
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Amanullah, mengungkapkan sejumlah problem keumatan yang menjadi perhatian bersama.

“Problem keumatan cukup banyak di Bumi Bojonegoro, di antaranya tingginya pernikahan dini, perceraian yang tinggi karena faktor pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol). Maka perlu antisipasi dari masing-masing tokoh agama kepada umatnya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, FKUB juga menitipkan pesan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar menyediakan makam non-Muslim di empat titik wilayah Bojonegoro sebagai bentuk pelayanan dan penghormatan terhadap keberagaman umat beragama.

Silaturrahmi yang berlangsung hingga waktu berbuka puasa itu ditutup dengan doa bersama, memperkuat komitmen seluruh elemen untuk terus merawat kerukunan, toleransi, dan keguyuban umat beragama di Kabupaten Bojonegoro.**(P.Git-Eko-Min-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *