Melihat dari Dekat Progres 95 Persen, Pembangunan Jalan BKKD Desa Mori Hampir Rampung

IMG 20260115 WA0066

BOJONEGORO | skinfosuneta.com — Pembangunan jalan desa yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) di Desa Mori, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, kini hampir rampung. Hingga pertengahan Januari 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 95 persen, dengan target penyelesaian pada 17 Januari 2026.

Ketua Tim Pelaksana BKKD Desa Mori, Romim, saat ditemui di lokasi proyek pada Kamis (15/1/2026), menyampaikan bahwa seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Bacaan Lainnya

“Alhamdulillah progres sudah sekitar 95 persen. Insya Allah dua hari lagi bisa 100 persen. Memang sempat terkendala hujan deras sejak pukul 10.25 WIB, tetapi secara umum semua kami kerjakan sesuai RAB dan petunjuk teknis,” ujar Romim.

IMG 20260115 WA0067

Ia menegaskan, setiap tahapan pekerjaan diawasi dengan ketat, mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga tahap finishing, guna memastikan hasil sesuai standar kualitas.

“Semua tahapan kami kawal agar kualitas dan volume pekerjaan benar-benar sesuai ketentuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mori, Wahyudi, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tersebut menjadi salah satu prioritas desa untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas dukungan melalui program BKKD. Jalan desa ini sangat dibutuhkan warga untuk menunjang aktivitas sehari-hari,” kata Wahyudi.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan kegiatan BKKD telah dilakukan sesuai mekanisme yang berlaku, mulai dari proses lelang hingga monitoring dan evaluasi.

“Monitoring dilakukan setiap hari oleh tim pelaksana desa, kecamatan melakukan mitigasi dan kunjungan rutin setiap minggu, bahkan Inspektorat juga turun melakukan pengawasan. Semua ada mekanisme dan laporan evaluasi mingguan,” tegasnya.

Antusiasme warga Desa Mori pun terlihat jelas., salah satu warga, yang pesan namanya tidak usah di sebut namanya, mengaku senang dengan pembangunan jalan tersebut.

“Sekarang jalannya jauh lebih bagus dan nyaman. Kalau dulu rusak, sekarang sudah halus dan enak dilewati,” ujarnya.

Hal senada disampaikan katanya warga RT 03 Desa Mori. Menurutnya, perbaikan jalan sangat membantu kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi warga.

“Akses jadi lebih lancar. Semoga ke depan desa kita semakin maju,” katanya.

Beberapa warga lainnya, seperti Mariyati (RT 08), Sulikah (RT 08), dan Kuntinah (RT 07), juga menyampaikan rasa senangnya. “Seneng, Pak. Wes ya mas, ki pe hujan maneh.” ujar mereka singkat.

Romim menambahkan, pekerjaan di sisi kanan dan kiri sekitar Balai Desa Mori belum dilakukan pembentukan bahu jalan (berm) karena hujan deras.

“Sebenarnya hari ini dijadwalkan, tapi karena hujan pekerja terpaksa berteduh,” jelasnya.

Ia juga menerangkan bahwa sekitar 250 meter jalan ke arah utara masih berupa paving dan tidak termasuk dalam penganggaran program BKKD 2025. Namun, ruas tersebut sudah tembus ke perempatan jalan yang masuk dalam rencana peningkatan status jalan.

Terkait pelaksanaan program BKKD di Kecamatan Trucuk, Kasi PMD Kecamatan Trucuk, Shandy Lugito, menegaskan bahwa pihak kecamatan berperan sebagai fasilitator.

“Kami mendampingi desa sejak tahap perencanaan, asistensi dengan instansi terkait, hingga fasilitasi pencairan dana. Ada dua tahap pencairan, yakni pencairan pertama sebesar 50 persen dan pencairan kedua setelah progres fisik minimal 90 persen tercapai,” jelasnya.

Menurutnya, pihak kecamatan rutin melakukan pengecekan fisik di lapangan setiap minggu untuk memastikan kualitas dan kuantitas pekerjaan sesuai volume dan mutu yang ditetapkan.

Secara khusus untuk Desa Mori, Romim menegaskan bahwa percepatan pekerjaan dilakukan tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas.

“Kami percepat karena pertimbangan efisiensi waktu dan agar warga segera bisa memanfaatkan jalan. Kalau terlalu lama, justru bisa menimbulkan spekulasi dan keluhan karena lalu lintas terganggu,” ujarnya.

Ia optimistis pekerjaan dapat selesai sesuai target pada 17 Januari 2026. “Intinya tetap sesuai ukuran dan kualitas. Kalau untuk finishing sebenarnya masih ada waktu,” pungkasnya (Ek & Bud/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *