Bojonegoro I skinfosuneta.com, NAMA Bojonegoro Provinsi Jawa Timur, bertambah harum dengan tampilan Kades Trucuk kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro, mendapatkan suatu kesempatan mewakili Jawa Timur di acara Peacemaker yang di selenggarakan di Jakarta.
Dan yang memberangkatkan adalah Sekdaprov, Kementrian Hukum Kanwil Jawa Timur.
Terpilihnya kades Trucuk bersama 5 kepala Desa dan satu Lurah di jawa timur bukan sekedar tunjuk. Namun melalui uji kompetensi yang Penuh persyaratan, tentunya didukung pula kecerdasan yang benar-benar Cerdas dan bukan APS (Asalkan Panitia Senang).
Peacemaker Justice Award (PJA)…. awalnya dengan sebutan ‘Para Legal Justice Award’. Keberadaan nya berlangsung sejak tahun 2023, dan menjadi wadah bagi para kepala desa/Lurah di seluruh Indonesia.
Keberadaan nya untuk meningkatkan kapasitas sebagai mediator atau juru damai di wilayah masing masing. Program ini meliputi pelatihan intensif namun sebelum nya melalui seleksi ketat.
Tahapan Penyaringan Hingga Maju ke Tingkat Jakarta.
Menurut Kades Trucuk kecamatan Trucuk, terkenal kreatif dan inovatif untuk kemajuan bidang yang jadi amanah nya. “Awal 1.380 kades & lurah, di seleksi tinggal 802 peserta. Tidak cukup sampai di situ saja, tetapi untuk menuju siapa yang berhak untuk tingkat Nasional. Dari 803 Petinggi/ Kades & Lurah, di seleksi lagi, ketemu jumlah 130 kades – Lurah se-Indonesia, termasuk kades Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur (Sunoko, S.Sos.SH. NL.P). Yang berhasil mengikuti tahapan penilaian Final menuju katagori Top Ten and Top Three.
Bisa jadi kebanggaan Bojonegoro/Jawa Timur, memiliki 5 kades 1 lurah (Bojonegoro, Pasuruan, Mojokerto, Banyuwangi, Malang & Lurah Malang Kota) sebagai Delegasi bidang Peacemaker Justice Award tingkat Nasional. Dan ini bisa menjadi kebanggaan Seperti hal nya Kabupaten Bojonegoro, berhasil mengukir prestasi mewakili Jawa Timur untuk tingkat Nasional.
Figur Bojonegoro mewakili Jawa Timur, (Mas Noko/sapaan akrab Kades yang juga bagian Pendekar di satu organisasi Bela Diri), Merasa bangga bisa mempersembahkan prestasi bukan hanya tingkat Kabupaten tetapi tingkat Provinsi di ajang bergengsi yang di selenggarakan oleh beberapa kementerian (Kementerian Hukum, Kementrian Desa, Kementrian Dalam Negeri) serta lembaga Tinggi Negara (Mahkamah Agung).”Pokoknya kami amat sangat bersyukur bisa ikut berkontribusi untuk bisa mendapatkan predikat ini. Harapan kami, agar ke depan semakin banyak dan lurah dari Bojonegoro yang ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Dan karena bisa mengikuti program ini bisa memperkuat peran Pemerintahan desa maupun kelurahan dalam penanganan untuk suatu misal penyelesaian sengketa, peningkatan pelayanan publik, dan pengelolaan konflik di tengah masyarakat. Dan semoga ini menjadi inspirasi bagi pemerintahan Desa se-Jawa Timur, khusus nya Bojonegoro. Yaa maaf, sering kami sebutkan Bojonegoro, karena kami dari Kabupaten Bojonegoro. Hehehehe. Tentu nya untuk terus berkembang dan membuka diri terhadap program program yang mengarah pada bidang peningkatan Kapasitas, sebagai Aparatur Pemdes, khusus nya “, ulasannya Pak Noko (kades Trucuk) dengan kata Bijak nya.**(Eko-TB Tungga Dewi-Zulf/red).






