Mak ‘Yat’ Alias “Mbah Jagung”. Sudah Pulang Memenuhi Panggilan ‘illahi’. Selamat Jalan ‘Mak Yat’.

Img 20251122 wa0029

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SEORANG WANITA, Bernama ‘Yatemi’, dengan sebutan Akrab”Mak Yat/Mbah Jagung”, berprofesi sebagai Penjual Kopi, Gorengan, Lontong sayur. Sudah meninggalkan kita semua yang mengenalnya.”Semoga Mak Yat, di Ampuni segala dosa dan kesalahannya, di golongkan wafat yang Husnul khatimah ‘. Ammin.

Mak Yat, memberikan beragam kenangan Baik. Penjual Kopi Aloon Aloon Bojonegoro yang menempati di dalam Aloon-Aloon, Belakang Mistar Gawang dekat dengan Lapangan Tennis. Dan Pindah di Pasar Sukorejo Bojonegoro, Pertokoan ujung Selatan.
Kini (22/11/2025) Sudah tinggal kenangan.
Janda Tua, penuh humoris, melayani pelanggan super prima. Ingin di imbuhi di imbuhi. Ingin imbuh sendiri yaa di persilahkan. “Ndang ambil ambil Kono, diimbuhi po imbuh dhewe”. konsep nya Mak Yat.

Bacaan Lainnya

Konsep nya lain..”Bayar kurang rapopo, ra mbayar berarti ya durung duwe duit. Yaa rapopo, suk nak menawa wes due duwek mesti yo ingat. Mak Yat”.

Lucunya ceritanya mak Yat. Disaat sedang tidak ada pelanggan.”Dari pada di larang merokok oleh suaminya, lebih baik bercerai saja. Hehehehe.”.
Ikhwal nya, begini: “Pada suatu hari, entah suami minta di bikin kan apa, mak Yat, bilang.”Sik rokok-ku ulung (Rokok Klobot) produksi Sumberjo Bojonegoro, habis. Pe golek rokok dhisik.
Dilalah suami nya ‘nggremeng/ngomel pelan tanpa selesai ‘. Oleh mak Yat, langsung di Tegasi. Aku dari pada mbok larang mbok penging rokok, lebih baik bercerai. Sebab aku rokok’an kawit sak durunge kenal awakmu. Mulane ojok penggak. Aku abot rokok kog Tinimbang awakmu. Aku ora rokok pikiran ku ora lancar. Po neh Ulung, karemenanku kawit biyen”.
Sak banjure piye mak ?.
“Bar padu/tukaran kui, kog enek tanda tanda aku pingin urip nok kota. Pikir ku aku melu sopo, terus piye tata cara urip nok kota ?.
Lanjut cerita nya mak Yat.
Saben jare ada cerita Bojonegoro Banjir, suara klakson Sepoor , krungu. Akhirnya aku pamit Bojo, Kang aku pe metu ko omah. Melu karepmu ra melu, aku tetep Budal. Aku pingin urip nok Bojonegoro.
Bla..bla..bla..Tahun 1981 mak Yat hijrah (Urbanisasi ke Kota Bojonegoro), dengan cerdasnya untuk membangun komunikasi, mak Yat jualan Semangka.di sekitar pasar kota, terus pindah dekat Stasiun Halte Banjarjo/Ngrowo Bojonegoro.

Hanya beberapa Kali Suami nya Nyusul. Demikian pula mak Yat juga jarang tilik rumah di dusun Dibal desa Deling (kecamatan Sekar/Dulu masih kecamatan Ngambon)/ Dusun Tengaring Desa Krondonan (Kec. Gondang)/dulu masih kecamatan Bubulan.

Akhirnya berpisah lah, mak Yat dengan Suaminya.

Dengan keramahannya mak Yat, komsos nya Sukses, mak Yat bisa pindah jualan di Dalam Aloon Aloon mepet Pagar Lapangan Tennis Lapangan. Dengan khas kopi kotok dan tempe anget irisan tipis namun lebar, mak Yat, Semakin melegendaris. Mungkin wafat nya mak Yat, tentu para mantan pelanggan nya yang sudah pensiun, mendengar kalau ‘mak Yat’. So pasti turut berbelasungkawa, seraya mengucapkan ‘Innalillahi wa innailaihi Raji’un ‘.

Selamat Jalan ‘Mak Yat’. Yang baik hati, sosial tinggi, humoris dan jadi warunge menjadi tempat ngobrol penuh ceria. Yang tanpa menghitung harga, bayar atau belum tidak di tanya. Ditinggal begitu saja juga tidak apa-apa. Sering sering ngambil pembayaran di taruh di bawah lepek kopi. Tetapi pelanggan lain juga hafal, jika mak Yate, bertanya. Ki maeng ko nggone sopo, kog akeh men ? .
“Wis to mak, berarti nyeleh, berarti uwong e ra butuh pengembalian. Kui rejeki Mak”.kata yang umum.
Karena mak Yat ikhlas, Rejeki nya juga bisa memutar supaya mak Yat, tetep lancar bisa Kula’an. Dan dapat Hasil.

Atas nama pribadi dan YouTube SUNETA CHANNEL serta media online skinfosuneta.com , turut berbelasungkawa atas wafatnya ‘Mak Yat’/’mbah Jagung’ penjual Kopi Kothok & Tempe goreng irisan Ombo.
Semoga Diampuni salah dan khilaf nya, serta di terima amal baiknya.
Serta kelak di golongkan sebagai penduduk syurga. Amiin.

Innalilahi wa Inna ilaihi Raji’un.**(Eko / Tim/Zulfikar/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *