Bojonegoro I skinfosuneta.com,- UNTUK DI Musim tanam 2025, hutan di kawasan BKPH Tondomulo KPH Bojonegoro DIVRE Jawa Timur, menurut Asper Tondomulo Eko Sudiarto di dampingi Kaur TU Prayoto dan Staf TU M.Azis Sumarlin, bahwa dalam rencana program Tanaman se-BKPH Seluas 147 hektar (Ha).
Dari luas tersebut, nanti nya tersebar di dominasi tanaman Jati. Dengan rincian sebagai berikut:
1.Di RPH Malangbong: -Petak: 40E luas 8,25 ha.Jati. – 36D-3 luas 2,33 ha. Mahoni.
2.Di RPH Banaran:
-Petak: 66C-1 luas 0,89 ha. Jati. 69A luas 1,07 ha. Jati. 77B luas 13,81 ha. Jati. 67C-1 luas 5,5 ha. Mahoni.
3.Di RPH Bunten:
-Petak 81B luas 50,0 ha. Jati. 93B luas 17,2 ha. Mahoni.
4.Di RPH Mundu:
-Di Petak : 97E (9,04 ha), 98C-1 (7,75 ha), 99E-1(3,79 ha), 101D-1(16,26 ha), 103D-1(11,46 ha). Semuanya jenis tanaman Jati.”Untuk di RPH Bunten sesuai RKPH untuk tanaman 2025 sudah di tentukan dengan 50 hektar (satu lokasi) tersebut dari luas baku 90,2 hektar (Ha/ha).
Perlu kami sampaikan disini bahwa kondisi awal berupa ‘Gerumbul’ saat ada validasi data. Dan sesuai dalam rencana tetep 50 ha. Yang di sesuaikan RKPH tadi . Lokasi memang Ekstrim (maaf..bukan Eskrim-red) tapi Kondisi pinggir jalan.
Dari keluasan keseluruhan 147 hektar, yang tumpang sari seluas 31,72 ha. Yang Banjarharian 115,63 ha. Dari keluasan tersebut, ada sekitar 107 identik kurang/tidak ada penggarap, meskipun pinggir jalan, karena Gerumbul, dan memang membutuhkan alat berat. Dengan keseluruhan luas total se-BKPH Tondomulo (5/3/2025) : 3.371,66 ha. Dan sudah tidak ada potensi tebangan ‘A’. Sejak tahun 1997. Klas hutan produktif dan HAS. Dengan uraian produktif 2.339,34 ha. Sedangkan yang klas HAS (Hutan lindung) 1.032,32 ha.”.
Masih menurut Asper, “Masuk Pak Eko”, (Yang sebelum nya menjabat sebagai Asper BKPH Bubulan, untuk klas produktif dari luas 2.339,34 ha. Interval 5 tahun, katagori K.U. I: 139,08 HA. KU.II: 54,04 HA. KU III: 129, 09 HA. KU.IV: 172.27 HA. KU.V: 130,37 HA.
Sedangkan untuk target produksi tahun 2025, sebanyak 143.043 Meter kubik (M3) dari 1.239 pohon.Tebangan ‘B’.
“Untuk keamanan kondusif, menerapkan sistem piket gabungan di Pos PTM, bila terdapat gangguan/ada kejadian lalu secara serempak. Selain Kamhut pada tanaman Jati dan Mahoni, juga keamanan Tebu (ATM), yang sedang sedang berlangsung nya ‘klethek’ daun yang sudah pada Roos 11-12. Dengan total keluasan se-BKPH Tondomulo yakni 25,4 hektar yang berada di wilayah RPH Mundu, petak 100A luas 19.44 ha. RPH Banaran petak 78E luas 5,96 hektar.
Dan saat ini sedang kegiatan kegiatan sulam tanaman tahun 2023 di 6 anak petak luas 91,44 ha.
Di RPH Malangbong petak 40B (28,0 ha) jenis Jati.
Di RPH Banaran petak 77B (10,8 ha) jenis Jati.
Di RPH Bunten:
80F-1 (28,35 ha) jenis Jati.
Petak 92E (10,14 ha) jenis Jati.
Di RPH Mundu, petak:
100A-1 (5,69 ha)+ petak 103 B (8,34 ha) jenis Clyrisidia.
Sedangkan kegiatan Sulaman tanaman 2024, luas 36,93 hektar, yang meliputi jenis tanaman Jati, yakni di:
RPH Malangbong petak 76A-2 luas 2,9 ha + 83B luas 6,19 ha.
RPH Bunten petak 80 D luas 5,17 ha + 80E luas 3,85 ha + 80G luas 0,89 ha.
RPH Mundu 101B-2 luas 2,31 ha + 101D-2 luas 2,54 ha.
Sedangkan di RPH Mundu terdapat Sulaman tanaman jenis Balsa yakni 103 D-2 luas 1,37 ha. + 104B-4 luas 0,67 ha. + 102E-2 Luas 3,84 ha.”, ulasan kongkrit Asper BKPH Tondomulo Eko Sudiarto.**(Eko P -Zulf/red).
….Bersambung versi Edisi khusus, “BERITA PERUM PERHUTANI” via media online skinfosuneta.com ,dari Penggalian Informasi Arus Bawah.






