Bojonegoro I skinfosuneta.com,-DAPAT Penumpang ramah, curiga pun tidak. Akhirnya diantarkan sesuai dengan kesepakatan yakni Rp.120.000,-(Pulang Pergi).
Mintalah di antar sampai tempat yang di Tuju. Yakni ngopi yang ada karaoke. Ternyata kehilangan yang kedua.
Ternyata ceria punya carita, ternyata Mbah ‘Khodir) Curiga pun tidak, apalagi berprasangka buruk pada orang lain, meskipun baru kenal. Karena pribadi mbah Khodir adalah seorang ulama di desa nya, yakni sebelum punya menantu dari muda adalah seorang Imam sholat wajib di Mushalla milik nya dengan jamaah sekeliling rumah. Episode ke 2.
Yang pertama, yakni Ketika mangkal, dipinjam oleh teman kerjanya yang bernama ‘Wk’.
Karena alasan dipinjam, sehingga pulang diantar oleh peminjam di antar sampai ke gudang kapok Ngulanan.
Keesokan harinya, disusul ke rumah ‘Wk’ , ketemu istrinya WK , dikandani kawit kemarin belum pulang.
Akhirnya mbah *dir* ketemu WK di jalan , alasane *Wk* “Aduuuh Dir, sepedahe di tipu *uwong*, suk nak duwe tak ijoli.
(Basa Jawa):Di enteni nganti pirang-pirang sasi raenek tembuse. Nganti bolak balik terkesan “ngilang”.
“Karena kejengkelen, akhirnya, keluar ucapan mbah *Dir*, jangan kan kamu ijoli. Reel gapuk awakmu ra ngarah nduwe”. Entah itu ilmu apa, termasuk apa maksudnya.” Ungkapan mbah *Dir*, dengan nada datar.
Sedangkan kisah nya yang ojekan ke karaoke, kisahnya sebagai berikut:
Ada penumpang turun dari Bus, sebab sudah ada yang menawari, mbah *Dir* tetep hanya *nganjir* terus duduk lagi, ternyata oleh teman nya bernama sebut saja ‘PG’ , mbah *Dir* di kandhani, “Dir ..awakmu di golek i ‘M’. Jare Kon ngangkut.
Akhirnya karena ada pasrahan, dari *M* , diangkut lah, karena *M* juga mengatakan,”Angkut Dir, kui langgananku wes kenal apik”.
Ujung ujungnya, Sampai sampai motor di gondol, belum di ongkosi Rp.120.000,-, hanya dapat Kopi dan sebungkus rokok. Hehehehe..
Masih menurut mbah *Dir*, dalam keyakinan, Allah SWT. Maha kaya.
Ternyata hikmah di balik tipuan yang sesekali membuat sumpek saat itu. Maka cukup melaksanakan shalat wajib yang tidak lalai, dan Sunnah karena hajat tertentu utamanya, minta rejeki Kepada Allah SWT.
Alhamdulillah and Alhasil, saat kehilangan pertama dapat borongan kerja bangunan membuat *Apotik Nusa*, meskipun kembali naik sepeda *onthel*, plus bisa menggadai sawah bengkok sekdes Ngablak, lalu bisa beli motor Shogun.
Setelah punya *Shogun* di lawan, berangkat profesi sampingan yakni ‘ngojek’.
Ternyata.. tertipu lagi. Lalu nangis lagi kepada Allah SWT. Akhirnya, tidak seberapa lama dapat borongan tebang kayu MAHONI, atas petunjuk dari pemilik Resto MCM saat itu. Hingga bisa beli lagi, hingga sekarang.
Karena sudah 2 x , maka setiap penumpang cukup di antar saja, tidak usah pakai nunggu nunggu plus meminjamkan. “Karena merasa Malu, bolak balik..kog nangis sambat Gusti Allah SWT. Dengan sambatan yang sama, hehehehe “, kesan mbah Kadir.
Karena era globalisasi, lagi pula ingin tahu dunia jalanan, tatkala senggang bertani, biasanya bikin krupuk dan ider, dipilih lah profesi baru, yakni nyambi ngojek.
Mbah ‘Dir’ memang ramah, dan tidak ndosok’an, alias nrimo ing pandum.
Alhasil..pada suatu hari, ada penumpang turun dari Bus. Minta di antar ke suatu tempat karaoke. Sepakat harga Rp.120.000,-.
Singkat cerita, sampai jua. Karena sepakat pulang pergi (Pangkalan ojek), karena seandainya akan kembali ke pangkalan nanti sekitar nya di jemput saat selesai, juga tidak mungkin karena jauh. Sekitar 34 KM. Pikiran nya akan dapat bayaran jelas, dari pada Zoong dan bisa istirahat sambil ngopi dan juga rokok kretek favorite yang di belikan oleh sang penumpang.
Pangkalan ojek Jetak BOJONEGORO, selain ada penjual gorengan, bakul bunga, juga ada Mas Heri (informan Bus Jetak – Cepu, Jetak-Ngawi). Ternyata Mas Heri, juga seorang PELUKIS kanvas, Sekarang motiv Burung Rajawali. Ukuran 80 cm x 115 cm , pasang harga Rp.750.000,-“Sebagai pengisi waktu, sambil monitor perjalanan Bus yang jadi tanggung jawab nya sebagai mitra monitor penumpang pos Jetak.Jelas mas Heri berpostur Gendut.
Pengalaman kaya mangkono kui, mbah *Dir* , pesen marang konco sak profesi, supaya ati ati ben ra kaya sing dilakoni.
Nuwun…**(Eko P -Zulf/ red).






