Bojonegoro I skinfosuneta.com,-DAPAT Penumpang ramah, curiga pun tidak. Akhirnya diantarkan sesuai dengan kesepakatan yakni Rp.120.000,-(Pulang Pergi).
Mintalah di antar sampai tempat yang di Tuju. Yakni ngopi yang ada karaoke.
Curiga pun tidak, apalagi berprasangka buruk pada orang lain, meskipun baru kenal. Karena pribadi mbah Khodir adalah seorang ulama di desa nya, yakni sebelum punya menantu dari muda adalah seorang Imam sholat wajib di Mushalla milik nya dengan jamaah sekeliling rumah.
Karena era globalisasi, lagi pula ingin tahu dunia jalanan, tatkala senggang bertani, biasanya bikin krupuk dan ider, dipilih lah profesi baru, yakni nyambi ngojek.
Mbah ‘Dir’ memang ramah, dan tidak ndosok’an, alias nrimo ing pandum.
Alhasil..pada suatu hari, ada penumpang turun dari Bus. Minta di antar ke suatu tempat karaoke. Sepakat harga Rp.120.000,-.
Singkat cerita, sampai jua. Karena sepakat pulang pergi (Pangkalan ojek), karena seandainya akan kembali ke pangkalan nanti sekitar nya di jemput saat selesai, juga tidak mungkin karena jauh. Sekitar 34 KM. Pikiran nya akan dapat bayaran jelas, dari pada Zoong dan bisa istirahat sambil ngopi dan juga rokok kretek favorite yang di belikan oleh sang penumpang.
“Pak pinjam motore sebentar mo marani langganan duet, katanya tak ada motor”, kata mbah *dir*
Ditunggu sampai kopi habis sambil jedal jedil *’rokok – rokok ‘an*, hingga ber-jam-jam, tak datang. Akhirnya, pulang sambil setengah resah.
Takdir…Bu, pancen yo ujian urip ya macem macem. Motor ku Shogun di gondol penumpangku. Astaghfirullah… rausah mbok srengeni rausah sedih. Gusti Allah SWT, Sugih. Paring cobaan. Ikhlaskan rejeki akeh sing mburi. Pokok e aku ojo seneni”, Kandani mbah *Dir* Senadjan Sedih tapi nglipur Bojone.
Pengalaman kaya mangkono kui, mbah *Dir* , pesen marang konco sak profesi, supaya ati ati ben ra kaya sing dilakoni.
Nuwun…**(Eko P -Zulf/ red).






