KPH Bojonegoro-Adakan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan Dan Bencana Alam Di Persemaian Grogolan.

Img 20250115 Wa0001

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- PERHUTANI KPH Bojonegoro- pada hari Selasa (14/01/2025), melaksanakan Pelatihan Pengendalian Kebakaran Hutan, lahan dan Bencana Alam di persemaian Grogolan. Dalam upaya meningkatkan ke-siap-siagaan terhadap kebakaran hutan, lahan, dan bencana alam Kegiatan tersebut berlangsung di Persemaian RPH Grogolan, BKPH Pradok, KPH Bojonegoro, dengan menggandeng BPBD dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bojonegoro.

Pelatihan ini melibatkan sejumlah pihak, antara lain Damkar Bojonegoro, BPBD Bojonegoro, Polsek Dander, Koramil Dander, Camat Dander, Kepala Desa Ngunut, perwakilan LMDH se-KPH Bojonegoro, dan dari Perhutani. Yang terdiri dari Administratur KPH Bojonegoro, Wakil Administratur, Asper, KRPH, dan Polhut.

Bacaan Lainnya

Administratur KPH Bojonegoro, H.Slamet Juwanto, dalam amanat apel pembukaan menyampaikan: Pentingnya ke-siap siagaan menghadapi bencana, terutama di musim hujan yang rawan banjir bandang dan tanah longsor. “Mengacu pada situasi terkini, kita perlu meningkatkan antisipasi bencana melalui sinergi dengan berbagai pihak. Fokus utama saat ini adalah pengendalian bencana alam yang sering terjadi, baik di wilayah kita maupun di daerah lain,” ungkap nya.

Img 20250115 Wa0000

“Pak Ju” ,,(sapaan akrab ADM KPH Bojonegoro-red) juga menegaskan, peran penting hutan dalam menjaga ketahanan pangan dan lingkungan. “Perhutani terus berkomitmen mengembangkan pola tanam yang mendukung ketahanan pangan tanpa mengorbankan fungsi ekologis hutan. Pembukaan lahan harus dikelola dengan bijak untuk mencegah bencana,” tambahnya.

Agus, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro, mengapresiasi inisiatif ini. “Ini luar biasa. Terima kasih kepada Perhutani atas kegiatan ini yang mempererat koordinasi dan komunikasi antar aparat serta masyarakat dalam menghadapi bencana,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Teguh, Kabid Pencegahan Damkar Kabupaten Bojonegoro. “Kami berterima kasih atas undangan ini. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencegah kebakaran hutan. Jika hutan lestari, kehidupan manusia juga akan lebih baik, dan risiko bencana lainnya bisa diminimalkan,” jelas Teguh.

Kegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan mitigasi bencana alam. Dengan sinergi yang solid, diharapkan penanganan bencana dapat berjalan lebih efektif dan terarah.**(Eko-Nyo-Zulf/red).
Sumber:<span;>(Kom-Pht/Bjn-/Nyo).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *