Bojonegoro I skinfosuneta.com,- PEMERINTAHAN Desa Trucuk kecamatan Trucuk di bawah kepemimpinan kades Sunoko, S.Sos.SH. Ibaratnya memutar lagu dari Karya Cipta Pak Kyai Rhoma Irama, berjudul Perjuangan dan Do’a, terputar dengan volume dari 1 langsung 9. Tanpa suara fals/gleyor. Perangkat nya selalu ‘Ok’.
Masyarakat pun tinggal ‘he-eh’ Lembaga yang ada pun, siap ‘Rambate rata Hayo’.
Karena apa pun yang raih oleh Kades yang Juga sesepuh salah satu perguruan seni bela diri, itu seperti tertuang dalam lagu berjudul ‘Generasi Muda’ yakni terbesit lirik..”Jangan cuma kata, mari nyatakanlah”.
Realitanya memang di wujudkan.
Bahkan terbentuk lah acara ‘Cangkruk’an’ bersama sama lintas yang ada di Trucuk. Maka terwujudnya TRucuk ‘BAGUS’.
Sehingga apa yang di gagas, apa yang ada, apa diimplementasikan. Adalah hasil dari kesepakatan bersama. Sehingga tidak ada kata “Gagal”.
Dengan Pola Flexible yang di terapkan itulah, bisa jadi pada awalnya, kesannya kayak nya berat. Tetapi begitu tahu arah dan finishing, akhirnya bisa faham dan bisa ‘ngenok’. Sehingga dengan pola pak kades nya ibaratnya dalam perkapalan (Bahtera) , Nahkoda nya, punya Gagasan Arah mengapa Kapal itu dalam mengarungi Lautan atau Samudera, meskipun depan ada ombak besar, awak kapal (Perangkat desa) harus ikut dan yakin, bahwa dengan support serta contoh disiplin waktu, disiplin administrasi, disiplin muatan, tidak memuat penumpang melebihi kapasitas. Maka sampai lah kapal tersebut di pulau harapan, dengan keadaan Selamat.
Alhamdulillah wal Alhasil, Desa Trucuk kecamatan Trucuk, mampu mengarungi berbagai tantangan sehingga teraih kemajuan yang signifikan.
Awalnya terkesan ‘do sambat’ kog ngene yuooo. Tapi sekarang…ooo..tiba’e ngene.
Pada awalnya pola Pak Kades Sunoko, S.Sos.SH. Tanda kutip, “Biyuh…rada angel ladenane. Hehehehe…
Tetapi dengan gegap gempita Pemdes Trucuk Bojonegoro-bisa di Klik di Geogle ‘www.pemdes trucuk Bojonegoro. ..Biyuuuh, Sungguh terlalu signifikan kemajuannya.
Pola kepemimpinan yang fleksibel itulah, kini Perangkat dan tokoh tokoh desa, sudah faham. Kemajuan desa Trucuk yang diraih yang dedikasi itulah, setiap orang luar berkenalan, alamat mana ‘Luur ..,?”.
Jawaban ‘Trucuk’. Biyuuuh. Desa nya kondang, tentu kita perlu belajar.
Begitulah kira kira…
Ada saatnya, dalam tata kelolanya di Pemdes Trucuk, yakni perihal tugas, ditetapkan Disiplin tinggi dan harus bertanggung jawab atas tugas yang jadi tanggungan nya. Dengan tata waktu yang tepat pada umumnya.
Dan tidak boleh ‘marahi/mengajari sesama perangkat, jika tidak dimintai tolong oleh perangkat yang bersangkutan. Karena semua rata rata faham kondisi dan kondisi tupoksi nya, yang bukan tupoksi nya tidak berlaku menggurui, kecuali ada yang belum tahu dan dipandang ada teman yang tahu, maka bisa minta tolong. Dan yang dimintai tolong harus wajib menolong. Karena keberhasilan di institusi Pemdes adalah keberhasilan bersama.
Begitulah kira kira Management Kades Trucuk Sunoko, S.Sos. SH. Yang kini memasuki tahun ke Tujuh.
“Kalau sudah tuntas tugas, pe piye yo Monggo Monggo mawon. Tapi, kalau belum tuntas Yo jo nok ndi-ndi, alasan ngopi, jika perlu bawa kopi/teh sak tremos e mesisan… hehehehe.
Oleh tatanan disiplin namun fleksibel itulah, bertugas menjadi aman, nyaman, bahkan bisa nyantai bareng bareng. Termasuk meskipun sama sama sepuh, bila belum saatnya jam pulang berkantor, keluar dari halaman/gerbang kantor desa Trucuk, istilah Pamit, akan ke …
Namun bila hanya ngopi rehat di kantin mbak Sri, tidak usah pamit pada kades maupun Sesama perangkat.
Begitulah keindahan pola, berujung keberhasilan Pemdes Trucuk Kecamatan Trucuk.
*Bersambung….***(Eko P-Zulf/red).






