Bojonegoro I skinfosuneta.com,- SEJAK Kemarin (23/12/2024) PPL Pertanian kecamatan Ngasem, Melaksanakan Kegiatan Sekolah Lapang di Desa Dukoh Kidul.
Menurut Korluh Pertanian kecamatan Ngasem Sugiyono, S.Hut. Didampingi Narasumber lain yakni Kartini, Muji Setyo Waluyo. Mengatakan bahwa, dari kemarin Penyuluh Pertanian kecamatan Ngasem, melaksanakan sekolah lapang bagi perwakilan kelompok tani di kecamatan Ngasem. Dibuka oleh Camat Ngasem Iwan Sopian, ST. MM. dalam sambutannya, Camat Ngasem berharap sekolah lapang bagi perwakilan poktan di desa Dukohkidul dapat meningkatkan SDM petani dan mampu berinovasi serta dapat menerapkan pertanian modern. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan petani.
Masih menurut Korluh Pertanian Kecamatan Ngasem, untuk sekolah lapang, materi tanggal 23/12/2024, adalah pembuatan Biosaka. Sedangkan Hari selasa (24/12/2024) Budidaya Padi dengan sistem tanam Jajar Legowo. “Setelah Sekolah Lapang selesai Kepala Desa Dukohkidul Dssa Ngasem yang di dampingi Korluh Pertanian kecamatan Ngasem, menyerahkan bantuan bibit jagung NK 212 Alias NK ‘Wiro Sableng’. Kepada seluruh peserta sekolah lapang dari perwakilan poktan di desa Dukohkidul. Dipilih nya NK ‘WIRO SABLENG”, menyesuaikan kesukaan Petani Wilayah kecamatan Ngasem banyak yang minat. Karena bisa meningkatkan hasil hingga 1 ton per hektar nya.
Petani Ngasem Tergolong Petani Cermat, dan kreatif untuk bisa mendapatkan hasil yang meningkat. Balance nya PPL pun selalu siaga bila ada yang butuh pelayanan konsultasi, dan belajar bersama untuk mendapatkan solusi.
Menurut Senior/Komandan PPL Pertanian kecamatan Ngasem, Sugiyono, S.Hut. Dari 17 desa, ada 3 desa yang katagori Poktan di atas rata rata, yakni Poktan desa Wadang kreatif dan terdukung faktor sehingga bisa panen padi 3 x dalam setahun. Poktan Jampet katagori Poktan Inovatif, Dukohkidul Poktan gemar pertemuan rutin untuk peningkatan SDM guna tanggap potensi wilayah. “Padi yang paling diminati varitas Inpari ’32’. Sedangkan untuk Sekolah Lapang, secara bergantian sesuai kesiapan Poktan dan Pemdes yang bersangkutan.
Harapan tahun 2025 nanti adalah merevitalisasi Pos Penyuluhan Desa (Posluhdes), menggiatkan pertemuan rutin Poktan per bulan, agar bisa mendorong tercapainya swasembada pangan.
“Kami (Sugiyono, S.Hut./Korluh) mempola personil PPL Ngasem, mungkin sama dengan Korluh Pertanian kecamatan lainnya. Yakni membagi wilayah kerja penyuluh pertanian, namun bila ada hal yang sekiranya butuh personil untuk percepatan pelaksanaan tugas, bisa serentak”, lanjut Korluh.
“Terbangun sinergitas antara Balai Penyuluhan Pertanian Ngasem dengan instansi pemerintah Kecamatan Ngasem”. Tambahan dari Korluh Pak ‘Gik’.
Sekcam Ngasem H. Winarto, SE. Mengapresiasi kinerja Korluh Pertanian kecamatan Ngasem Sugiyono, S.Hut.”Dengan figur Korluh yang dari pengamatan kami bersama sama dengan teman teman yang ada di kantor kecamatan Ngasem, Pak ‘Gik’ Kinerja bagus, disiplin, penuh dedikasi dan inovatif. Koordinasi bagus. Sesuai Tusi-nya, ke atas bagus ke tingkat bawah juga bagus. Sesuai regulasi nya. Dan tidak ‘neko-neko’. Demikian.**(Eko- Zulfikar/ red).






