Penyerahan Kambing Dari Pak Dul Dander, Untuk Acara Tasyakuran Kemenangan Paslon 02 WANNUR (Periode 2024-2029).

Fb Img 17338797038236781

Bojonegoro I skinfosuneta.com,– RASA Syukur bersama warga desa Soko kecamatan Temayang Bojonegoro, atas terpilihnya Paslon 02 WANNUR (Setyo Wahono-Nurul Azizah) Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro periode 2024-2029. Bersama warga desa soko kecamatan Temayang, Boos Ayam Panggang Dander, dengan sapaan akrab ‘Pak Dul’ (Ridwan Abdullah), melaksanakan Tasyakuran Kemenangan.

Rangkaian acara yang di laksanakan di Lapangan Volly desa Soko, pagi hari dilaksanakan Bhaksos warga puluhan Kepala keluarga (Sembako, Ayam utuh, dana tunai), siang hari penyerahan Kambing untuk untuk pesta gembira nyate bareng. Dan malam harinya Tasyakuran bersama 50 Tumpeng kebersamaan Warga desa Soko, yang di motori Pak Dul.

Bacaan Lainnya

Hal peduli sosial sudah jadi kebiasaan pak Dul, dari 10 % pendapatan/kerja, disisipkan untuk diberikan orang lain yang sekiranya layak di bantu. Dan tidak tebang pilih suku, agama, warna kulit.” Pengamalan Pancasilais Sila ke 3/Persatuan Indonesia”.

Img 20241211 Wa0001

Tekad nya ‘Pak-Dul’ adalah didikan dari Mamanya (ibunya-red), bahwa tidak miskin dan mengurangi datangnya rejeki, Jika setiap dapat rejeki, sisihkan untuk lain yang perlu di bantu.
Itulah kisah nyata yang di rasakan dari kebiasaan menyisihkan rejeki. Karena ketika ada niat, dan Do’a di kabulkan Tuhan, tetapi 10 tidak segera di berikan orang lain sebagai sedekah. Akhirnya malah nggeret modal selama 6 bekerja selalu Zoong. Dari pengalaman itulah, secepatnya bila terima rejeki dari ragam usaha, sesegera di realisasikan.
“Memang Brand, adalah Ayam Panggang ‘Swan’ Dander. Selain itu dari beli jual tembakau, juga peti mati (di jual & ada untuk sosial) bagi warga yang meninggal yang tidak mampu. Dan Anugerah lain, yakni ‘liur burung wallet’.

Pak ‘Dul’ bersosial peti mati, karena pernah berta’ziah pada jenazah orang dhuafa, saya mayat di kubur sebelum di pendam tanah, ditutuplah dengan kayu ‘landak’ , dan ‘ jebol’ jenazah terinjak. Dengan itu, sepulang dari tak’ziah Ber-Ikrar jika ada orang mati keluarga tidak mampu untuk beli landak/peti, siap memberi dengan cuma cuma.

“Kami dulu juga pernah hidup kondisi susah. Orang susah itu di sapa orang kaya, itu sudah merasa di orangkan. Orang susah itu di beri orang lain dengan ikhlas, do’a baik dari orang susah pasti mendambakan agar dapat balasan yang berlipat dari Tuhan.
Begitulah….(Bersambung..kisah yang lain).***(Eko P-Zulfikar/ red).

___________________________________________

Selamat & Sukses 20241205 162158 0000

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *