Bojonegoro I skinfosuneta.com,– LAJU Percepatan sesuai regulasi yang tertuang dalam skala prioritas yang di utamakan pembangunan phisik desa Kemamang. Selain selalu upaya penertiban secara administratif tata kelola pemerintahan desa Kemamang kecamatan Balen kabupaten Bojonegoro. Itulah tekad kuat yang di lakukan oleh sosok Satu Kades diantar 2 Srikandi yang ada di kecamatan Balen, Yakni Hajjah Khusnul khatimah.
Adapun langkah kongkret yang di lakukan oleh di antara 2 Srikandi di kecamatan Balen, yakni diantaranya Kades Kemamang ini, adalah konsep menuju sejahtera bersama sama, diantaranya bidang pertanian.
Dan dengan pengaliran air menggunakan jenis ‘vero’ maka Pengairan sangat lancar dan sesuai sasaran Pengairan untuk lahan pertanian di 3 dusun (Kemamang, Karanglo, Jetis). Dengan vero ini selain efisien juga aman dari kebocoran. Dan setahun desa Kemamang yang dengan luas lahan pertanian 120 hektar, bisa panen 3 x. Dengan pola tanam Padi-Padi-polowijo (variatif; Kedelai – Tembakau – Bawang merah juga terkadang kecang hijau).
” Untuk varitas padi serentak yakni jenis Inpari 49. Selain sudah cocok dengan pilihan petani. Menyamakan ini, juga bila ada gangguan hama, maka kebutuhan obat pembasmi juga sama. Sedangkan yang di maksud dengan menanam serentak, yakni bukan berarti dari keluasan tersebut, sehari selesai, akan tetapi jeda sehari. Sekitar 2 Minggu tuntas usei menanam secara manual. Dan untuk menyemangati mereka, kami pun ikut nyemplung sawah juga. Hehehehe”, urai Bunda Hj. Khusnul.

Lebih lanjut, Kades istri dari Sekdes kemamang yang baru beberapa tahun purna Bhakti. Menjelaskan bahwa, di desa Kemamang ada 3 Poktan yakni Poktan Sri Rahayu 1,2,3.
Perihal urusan kebutuhan pupuk bersubsidi sesuai dengan RDKK dan lancar lancar saja. Serta pihak kios pun, kami himbau agar menjual nya jangan sampai melebihi HET.
Sedangkan untuk panen, masih di atas 9 ton di bawah 10 ton/hektar. Akan tetapi soal penjualan pas Gudang Bulog belum buka. Sedangkan BUMDes, dari kisaran jumlah panen tersebut hanya mampu membeli hasil pertanian panen padi tersebut kisaran 20-an, selebihnya di beli oleh tengkulak luar daerah. Karena Bulog pas belum saatnya buka. Sehingga harga pun berkisar Rp.4.000,- lebih sedikit, mas. Tapi mau gimana lagi. Karena petani juga segera butuh uang, merawat Hasil panenan sekian banyak juga tidak mungkin dirawat sendiri.
Alhamdulillah… peningkatan kesejahteraan selama kami menjabat, ada–lah, kisaran 60 %> . Tolok ukur kami, diantaranya Pemberian BLT DD dari mengalami penurunan dari 80-50-44-22. Serta merta yang lahan luas dan sedang-pun sudah banyak yang memiliki mobil pribadi. Alhamdulillah..
Selain pertanian yang sudah terkoordinir, termasuk bila ada hama tikus, juga ada tradisi ‘gropyok tikus’ secara bersama-sama.
Perihal Peternakan, populasi lumayan baik jenis sapi maupun kambing. Tapi tidak sebanyak desa lain -nya (23 desa kecamatan Balen). “Prinsip kerja kami, karena sebagai kepala desa, tentunya juga seperti Jargon Pendidikan.’Ing ngarso sun tuladha, ing madya wangun karsa, tutwuri Handayani”.
Perihal memimpin itu bilang aman aman aja. Juga tidak, karena orang banyak. Jadi jika ada yang kurang pas, justru itu cambuk/semangat untuk kita sebagai pelaksana roda pemerintahan. Dan wajar wajar saja.hehehe.
Soal apa visi ?. Diantaranya meraih sejahtera dengan bertani. Pembangunan phisik sudah ada timlak, pelayanan warga sudah ada petugas, yang penting guyup Rukun, untuk mencapai desa Kemamang yang ‘Baldatun Thoyyibatun wa rabbun Ghafur”.
Bunda Hj. Khusnul khatimah, untuk fasilitas umum, banyak lah, untuk pendidikan selain ada Sekolah Dasar, juga ada RA. & MI. Serta ada ponpes ‘Darul Najjah’.
Pola memberikan wawasan kepada warga, adalah ada suatu acara kumpul kumpul, termasuk kegiatan agama (Manaqib, Tahlilan, Pengajian), dan saat saat rembug desa/, rembug dusun. Dan juga kumpulan musyawarah menjelang musim tanam.
Harapan kami, apa yang telah kita capai selama ini, kita syukuri. Bila ada yang belum tercapai kita perjuangkan bersama sama. Tetap jaga kerukunan bertetangga, berwarga. Kita sama Berjuang dan berdo’a untuk kemajuan desa Kemamang, dan berjuang untuk mendapatkan sumber ekonomi yang meningkat dari hari kemarin. Dan kita songsong desa Kemamang yang gemah Ripah loh jinawi. Karta Raharja nawa karya lan Donga (,Do’a)”, ulasan Kades Kemamang yang berkharismatik.**(Eko P-Zulf/ red).
___________________________________________






