Selalu Siaga Cegah Peredaran DBD, Pemdes Trucuk Bagikan Abate Pada Warga, Secara Gratis.

Img 20241207 Wa0003

Bojonegoro I skinfosuneta.com,- PEMERINTAH Desa Trucuk, Dalam upaya meminimalisir penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Menurut Kades Trucuk Sunoko, S.Sos. Didampingi para perangkat diantaranya mbah Wo Sukri, Mbah Wo Kedung Lestyobudi, Bayan Agus, Jogoboyo suyono, termasuk bayan Suparmi juga dan lain lain, menyebutkan bahwa Pemerintah Desa Trucuk mengadakan kegiatan pembagian abate kepada warga pada (06/12/2024).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Trucuk Sunoko, S.Sos., SH., dengan didampingi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Trucuk, Ketua TP PKK Desa Trucuk, dan kader jumantik desa, selain para perangkat desa.

Kegiatan ini diawali dengan pengarahan dari Kepala Desa Trucuk yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memutus mata rantai perkembangan nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD.

“Pembagian abate ini adalah langkah awal untuk melindungi kesehatan warga. Namun, kami juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dengan cara rutin menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar Bapak Sunoko.

Petugas dari Puskesmas Trucuk memberikan edukasi kepada warga tentang cara penggunaan abate yang benar. Ketua TP PKK Desa Trucuk, bersama para kader jumantik, turut serta mendistribusikan abate langsung ke rumah-rumah warga, sambil memberikan sosialisasi tentang pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Salah satu kader jumantik, Ibu Sri Wahyuni, mengatakan bahwa peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran DBD.

“Kami berharap pembagian abate ini dapat diikuti dengan aksi nyata dari masyarakat untuk menjaga lingkungan rumah masing-masing,” katanya.

Kegiatan ini disambut baik oleh masyarakat Desa Trucuk. “Kami merasa terbantu dengan adanya pembagian abate ini. Selain itu, informasi yang diberikan petugas juga sangat bermanfaat bagi kami,” ujar salah satu warga yang menerima abate.

Dengan langkah kolaboratif antara pemerintah desa, puskesmas, PKK, dan kader jumantik, diharapkan kasus DBD di Desa Trucuk dapat ditekan seminimal mungkin. Desa Trucuk menunjukkan komitmennya untuk menjadi desa yang sehat dan bebas dari DBD.**(Eko- Gus-Zulf/red).

___________________________________________

Selamat & Sukses 20241205 162158 0000

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *