Profil: Sebagai Rimbawan Terkader Dari Remaja. Ini Dia Eko Sudiarto Asper BKPH Bubulan KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur.

Img 20240531 Wa0003 Wm 630056.9000000001

Bojonegoro I skinfosuneta.com, – POSTUR dan warna kulit yang putih bersih, sekilas memang tidak menunjukkan bahwa Putra Pertama dari 4 bersaudara, dari pasangan mbah Kung Hariyono mbah Putri Sunarti., Roman dan Postur tubuh yang full good body. Sekilas seperti bintang film Korea, atau mirip Pilot pesawat. Tetapi garis tangan sosok Eko Sudiarto yang lahir pada tanggal 13 Juli 1972, adalah jabatan saat ini sebagai pilot Rimbawan BKPH Bubulan KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur.

Masuk sebagai Rimbawan adalah napak tilas/mendampingi sang ayah yang juga seorang Rimbawan (Perum Perhutani) pensiun tahun 2006, bagian ‘Lodder/alat berat’ yang sebelumnya driver truck Mercedes-Benz.
Pak Eko (sapaan akrab Asper BKPH Bubulan -red), masuk sebagai Rimbawan tahun 1993 dengan gaji awal Rp.60.000,-/bulan.”ketika itu, awalnya hanya ngikut ayah sebagai operator ‘Lodder’. Dari Lulus SMAN 2 , mendaftar ke STAN (Perguruan tinggi ikatan dinas), tidak berhasil, maka selama belum ada kerjaan, membantu ibu berdagang di pasar besar. Tatkala pulang dari pasar, (sebagai Remaja Ganteng dan kreatif, serta sisi kepatuhan pada orang tua serta anak pertama, hendaknya harus memberikan contoh adik adiknya. Kakak rajin, kakak semangat, kakak calon penasehat adik adik), maka di waktu longgar, karena rumah berdekatan dengan tempat tugas sang ayah berjarak 300 meter ‘nyabrang jalan Munginsidi’. Ketika belum mendaftar diri, cukup melihat cara cara jadi Operator alat berat tersebut.
Dari Lulus sekolah Juli 1991, pada tanggal 8 Agustus 1993, resmi jadi karyawan Perum Perhutani KPH Bojonegoro, tugas pertama sebagai staf Traksi. Dan berbekal sudah punya kemahiran karena sudah menguasai teori dan sesekali pernah praktek, tahun 2002-2004 naik tugas sebagai Operator, kedudukan sama dengan sang ayah.

Bacaan Lainnya

Dengan Boddy yang gagah dan ganteng itu, mungkin Sang Maha kuasa ‘sayang/ngeman), mosok karyawan yang ganteng kog di bagian sesekali jibrat olie. Saat Kanit II Perum Perhutani Jawa Timur (sebelum di ganti Divre), Ir. Bagio. Maka Eko Sudiarto yang punya 2 adik Rimbawan (Dwi Yudi Hariyanto, Tri Agung Suharsongko) 1 lagi yang terakhir PNS Di Pemkab Pasuruan. Pak Eko, tahun 2004 – 2008 di alih tugas sebagai Scurity Kantor Unit II (Divre-red) jawa Timur. Tetapi ada kesempatan ikut pendidikan PMK tahun 2006 lulus 2007 (masih status bagian scurity), tahun 2008 kembali ke Bojonegoro, saat itu Adm Bojonegoro- Ir. H. Harmono. Jabatan baru pak Eko adalah sebagai KRPH Sumberarum BKPH Dander, Asper nya Hari Priatna.
Sebagai KRPH Sumberarum (2008-2011).
Pada tahun 2011-2014 Alih Tugas sebagai KRPH Mundu BKPH Tondomulo, Aspernya Bambang DP.
Tahun 2014-2017 sebagai Kaur Tanaman.
Tahun 2017-2020 sebagai KSS Produksi, tahun 2020-2022 sebagai KSS Pembinaan SDH/Tanaman, Tahun 2022- sekarang sebagai Asper BKPH Bubulan KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur.

Img 20240531 Wa0002 Wm 629341.7

Selanjutnya perihal Riwayat Sekolah, SDN 3 Sukorejo, SMP N 2 Bojonegoro lulus 1988 (maaf.. berarti adik kelas penulis sama sama Alumni SMPN 2 Bojonegoro-1984). SMAN 2 Bojonegoro, lulus 1991.
Menikah dengan seorang gadis pujaan nya dari Lingkungan Keluarga Pondok pesantren bernama ‘Masrurotun’ pada tanggal 1 September 1998 (masih berkantor tugas di lingkup TPK Bojonegoro), di karuniai 3 (1 Putri 2 putra), bernama Ulfiya Rifki Azizil Mukaromah, Achmad Achsah Khuluki, Muhammad Rizal Alfarizi.

Pola yang di terapkan oleh Asper BKPH Bubulan, adalah di awali dengan orientasi serta belajar memahami karakter lingkungan. Dari pengalaman sebagai KRPH ternyata penerapan masing masing wilayah adalah berbeda. Sehingga jika cukup dengan komunikasi sosial (Komsos) masyarakat memahami. Tetapi komsos tidak mempan maka menerapkan ketegasan. Yang penting jangan berulah yang membuat mereka menjadi berani karena sebagai penanggung jawab melakukan menurut mereka juga pelanggaran tugas.
Secara garis besar, semua personil BKPH Bubulan, sering di pesan di arahkan secara lisan dan juga nota Dinas, maka bila ada yang melanggar dalam melaksanakan tugas, resiko atau sanksi menanggung sendiri. 3 RPH masyarakat nya beda karakter, dan jika dengan komsos mereka memahami Alhamdulillah, jika dengan komsos tidak cukup, maka tegas juga perlu. Yang penting guyup rukun sesama team dan sampai ada yang bermain main dengan tanggung jawab sebagai Rimbawan yang harus bertanggung jawab, pada tugasnya di bidang tanaman, keamanan, produksi.
“Keluarga tidak ada masalah, dan selalu mendukung. Tidak menempati rumah dinas karena kondisi. Kalau dulu saat di Sumberarum dan di Mundu kami bersama sama sekeluarga, bahkan sekolah SD anak anak kami juga di SD tempat kami di tugaskan “, ulasan Asper BKPH Bubulan Eko Sudiarto. (Bersambung…. Perihal kiat Memimpin).**(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *