Sinergi Poktan Margo Utomo V – LMDH ‘Jati Agung’ 2-3 , Untuk Mengajukan Pupuk Bersubsidi tahun 2025.

Img 20240529 Wa0004 Wm 92752.79999999702

Bojonegoro I skinfosuneta.com, -MAHAL nya harga pupuk non subsidi memang, jadi berat membebani petani. Berikut wawancara komplit media online skinfosuneta.com dengan Ketua Poktan Margo Utomo V desa Bareng kecamatan Sugihwaras Jiyan (43), Asper BKPH Bareng Slamet Winarno, dan ketua LMDH Jasman.

Menurut Jiyan, Kelompok Tani Margo Utomo V beranggotakan 193 dengan luas lahan baku (pemajakan/RDKK) 96,3 Hektar (ha), dengan adanya Permentan yang baru ini (Amral Imran), adanya di perbolehkan untuk petani lahan hutan bisa mendapatkan jatah pupuk bersubsidi, sehingga jumlah plus minusnya yang bergabung mengajukan pupuk bersubsidi untuk tahun 2025, sebanyak 280-an orang, dari Margo Utomo V dengan LMDH.
“Kita sudah melakukan sosialisasi tanggal 22 Mei 2025 ,dari Dinas Pertanian termasuk PPL (Farida SP. Suwarto, Winda, Luluk).”Begini, desa Bareng kecamatan Sugihwaras terdiri dari 23 RT , dan berkelompok menjadi 6 kelompok. Untuk yang baru saja verifikasi ini adalah Poktan Margo Utomo V. Dengan LMDH ‘JATI AGUNG’ 2-3. Penunjang kegiatan hari ini (verikasi) meliputi pengisian formulir, melampirkan foto copy KTP, KK, (Untuk tanah pemajekan melampirkan SPPT asli). Sedangkan untuk yang LMDH menambahkan lampiran keterangan PKS (antara LMDH & Perhutani). Untuk rincian dosis berapa?, kita belum tahu. Karena ada tahapannya yaitu Data masuk/input ke aplikasi simultan, persetujuan kementrian dan terbit E-alokasi dari Kementan. Sedangkan untuk penyaluran/ realisasinya yakni melalui kios ‘Barokah Bersama’. Harga pupuk yang bersubsidi dengan non Subsidi, sangat terpaut jauh, hampir 2 x lipat plus “. Uraian kapoktan (ketua Kelompok Tani-red) Margo Utomo V Jiyan dengan rinci.

Bacaan Lainnya

Img 20240529 Wa0003 Wm 91845.79999999702

Sedangkan salah satu ketua LMDH JASMAN, untuk LMDH di naungan BKPH Bareng KPH Bojonegoro Divre Jawa Timur, menyesuaikan domisili. Sehingga nantinya juga ada yang tergabung lagi di Poktan Margo Utomo selain Poktan Margo Utomo V ini. “Merasa senang dan Alhamdulillah, LMDH bisa kolaborasi dengan Poktan agar sama sama bisa ‘roh rasane’ pupuk bersubsidi, dan bisa sama-sama dengan hasil yang maksimal. Kini kisaran 2,5 ton/ha. Jika dapat jatah pupuk bersubsidi bisa dengan hasil pertanian jagung yang ada di tanah pemajakan.

Asper BKPH Bareng KPH Bojonegoro Slamet Winarno,. Didampingi KRPH Alasgung (Purwanto), Polhut , mandor tanam, juga kaur TK Abdullah, di sebutkan bahwa keberadaan petani adalah penyangga perekonomian bangsa dan negara di bidang pangan. Untuk LMDH Jati Agung jumlah kisaran 300 orang lebih terbagi dalam beberapa Poktan, sesuai domisili penggarap.

Asper BKPH Bareng yang tidak lama lagi bergeser ke BKPH lain, menyebutkan bahwa untuk kewajiban Perhutani adalah mensupport kebijakan ini, serta menjelaskan perihal mekanisme pendataan, RDKK, dan khusus nya para penggarap yang ternaungi dalam kemitraan Perhutani. Serta kewajiban penggarap masuk dalam PKS. “Kalau perihal pupuk subsidi tersebut (di Poktan), penyaluran nya tidak di perhutani. Perhutani hanya penyaji data.
Harapannya dengan kolaborasi bersama sama ini, bisa sama-sama mensukseskan program pemerintah dengan peran masing-masing secara bersama sama/dalam kelompok.
Dan adanya program pupuk bersubsidi ini, diberikan juga kepada petani penggarap lahan perhutani, selain pangan tercukupi dan melimpah, hutan tetap terjaga kelestariannya sesuai fungsinya. Kesejahteraan Masyarakat sekitar hutan meningkat, dan juga bisa untuk peningkatan pendapatan devisa negara dari sektor pertanian di sebagian kawasan hutan yang tidak menggangu tanaman pokok Perhutani “. Ulasan Asper Bareng Bareng Slamet Winarno”.(Bersambung jilid 2…. Estimasi peningkatan hasil pertanian”.***(Eko-Zulf/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *