Bojonegoro I skinfosuneta.com, SOSOK Eris Edi Susianto KRPH Ngunut BKPH Dander KPH Bojonegoro, lahir pada tanggal 10-9-1979, putra kedua dari pasangan mbah Inggi Handoyo (Alm) + Marsilah, yang dulunya Almarhum Mbah Handoyo Sebelum menjabat sebagai kepala desa Ngunut kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, adalah seorang Rimbawan dengan jabatan terakhir sebagai mandor Tanam.

Liku liku Sosok Eris Edi Susianto, bukannya lulus sekolah langsung bekerja di Perhutani KPH Bojonegoro, tetapi begitu lulus dari SMPN 3 (Mastrip), melihat kondisi orang tua tatkala itu masih berstatus sebagai mandor, maka Sang Eris, tidak mau bersekolah lagi, karena kondisional orang tua saat itu, maka memutuskan untuk bekerja saja. Yakni ikut sebagai kenek/asisten sopir truck materialan di Jakarta. Tidak kerasan ‘nyereti besi beton eseer, junjung semen. Pulang dan pindah kerja sebagai tukang sablon di Surabaya. Tidak seberapa lama, mengulang sebagai asisten sopir Trailer Surabaya – Jakarta.
Setelah itu muncul ingin bekerja tetap dengan dekat rumah. Entah di bagian apa saja, bisa bergabung sebagai orang Perhutani. Diterima lah perjuangan sang Ayah, saat itu sebagai Mandor. Dan dibegehi membantu di persemaian. Setelah selesai persemaian selesai di perbantukan di bagian penjaga teresan. Teresan selesai di perbantukan di bagian keamanan.
Pada tahun 1997 – 2001 membantu bidang keamanan di BKPH Pradok hingga tahun 2012. Dan tahun 2013-hingga 2015 diangkat sebagai Mandor persemaian di BKPH Pradok. Dengan gaji per periode kisaran Rp.283.000,-/bulan (tahun 1998-2000).
Tahun 2015 sebagai PLH KRPH Suruhan BKPH Pradok. Tanggal 16 -3-2016 hingga tahun 2021 sebagai KRPH Suruhan BKPH Pradok. Lalu mutasi lintas KPH Bojonegoro- KPH Parengan, tahun 2021-2023 sebagai KRPH Malo, lalu 2023 pindah lagi ke RPH Ngunut BKPH Dander KPH Bojonegoro.”Sekali lagi, motivasi nya adalah Ingin meneruskan perjalanan sang ayah sebagai Rimbawan, jika orang tua sudah purna tugas sebagai Rimbawan.
Menikah dengan gadis tetangga beda RT, bernama lengkap Tutik Sulistyaningsih putri dari mbah Suhartono dan Katmi, dan kini di karuniai 3 (putri Putri putra) yang bernama 1. Natasya Tri Erlistanti (Semester 6 di Unesa), 2. Rara ( Dinata Aurora Ramadhani) kelas 2 SMA. 3. Naza Riris Pujianto. Dan istri dengan menerapkan loos percaya dan mendukung seluruh jiwa raga. Cemburu pun tidak, karena sudah fasih menjadi seorang Rimbawan harus bagaimana. Yang penting mendoakan keselamatan dan kesehatan nya. Selain sebagai IIK yang tiap bulan dapat binaan dari Ibu ketua Cabang IIK Tingkat KPH, Juga tingkat Daerah yakni tingkat BKPH. Sehingga konsekwensinya sebagai istri Rimbawan siap mental lahir dan batin. Kata Istri KRPH Ngunut Tutik,S.
“Kami sudah Haqul yakni tugas dan tanggung jawab sebagai Rimbawan. Sebab saat belum resmi jadi istri, di setiap diajak ke rumah nya (Rumah ini-red), enak enak ngobrol, ditinggalkan begitu saja karena ada panggilan Patroli Gabungan. Itu tidak sekali dua kali. Sehingga ketika sudah syah hidup berpasangan, rasa cemburunya sih sangat tipis. Cuma saat masih Temanten baru, hujan hujan saya kira istirahat, ternyata jadwal piket jaga. Begitu lah. Tapi bagaimana lagi, karena sudah konsekwensinya sebagai istri Rimbawan. Kepikiran nya gelisah itu, secara manusiawi wajar, kepikiran. Kita dirumah dengan nyaman, sedangkan suami di malam yang gelap dan hujan berada di pos kecil. Tetapi mau bagaimana lagi. Sekali lagi…itu semua konsekwensinya”, ulasan istri KRPH Ngunut , dengan berprofesi sebagai perintis berdiri/guru PAUD Cempaka dari tahun 2013. Yang sekarang (2024) dengan jumlah siswa 17.
“Kami Fokus melaksanakan tugas sebagai Tupoksi KRPH. Sebagai pekerjaan sampingan adalah bertani. Namun ketika masih jadi Mandor, bisa nyambi beternak kambing, pemeliharaan ikan lele. Selain bertani dengan jenis tanaman padi, padi, kacang tanah.
Memang saat masih PLH KRPH Suruhan pernah akan mengundurkan diri, tetapi sang istri mensupport ‘wes kadung teles, teguri mesisan. Ra kathik setengah setengah. Terima kasih untuk sang istri, karena motivator utama bagi kami.
Adapun yang berjasa dan berkenang, tentunya ada, siapa saja. Yang memberikan motivasi agar kami bekerja sambil sekolah adalah saat itu, ADM KPH Bojonegoro Bapak Ir. Yaya Soenarya. Ketika di tanya lulusan apa, umurmu berapa. Akhirnya saya di arahkan untuk bersekolah sambil bekerja. Lalu bersekolah lagi di SMA PGRI Ngasem dengan kepala sekolah Bapak Paemo Sayogo. Dan ijasah Asli tidak persamaan. Lha pak Asper yang terkenang yakni pak Nasik, saat itu sering sering pekerjaan tanaman di evaluasi dengan telaten dan mengantarkan tugas yang saya laksanakan mendapatkan rangking 2 tingkat unit II Jawa Timur (Divre Jawa Timur -red) tahun 2011, saat Asper Pradok yakni Bapak Digwanto. Dari masukkan dari pak Nasik, pak Nasik pindah ternyata saat penilaian dengan Aspernya pak Digwanto, berhasil meraih prestasi tingkat Divre/ Unit. Kami bekerja demi perusahaan/ BUMN, hasil demi keluarga juga tentunya. Alhamdulillah keluarga mendukung, cuma anak Lanang dhewe itu, saat kelas 3 Madrasah Diniyah, pernah mengeluh pada ibunya. Hehehe..”, ungkapan KRPH Ngunut yang berpostur seperti bintang India. Eris Edi Susianto.
“Bener mas, si putra yang ragil Naza, begini. Ayah kemana buk, baru pulang kog tidak ada ?.
Nok Alas (hutan).
Ke hutan kog terus, ora ngurusi keluarga.
Demikian juga saat awal punya mobil, kapan ya jalan naik mobil bersama sama. Kog nok alas ae.
Demikian juga saat tugas di Malo, saya (Tutik) juga Loos, WA maupun telpon pun tidak pernah, jika ayah/pak mantri Eris Edi ini yang tidak menelpon/WA. Karena sudah faham. Ntar saat telephon, lhaa ayah nya anak anak sedang bersama pimpinan. Lha akan saya WA , kuatir juga sedang mengerjakan laporan tugas. Sehingga saling do’a mendo’akan. Alhamdulillah bisa kembali bertugas di dekat rumah sehingga sering berkumpul dengan keluarga, sedang longgar waktu. Karena sebagai Rimbawan tidak ada prehi, jadi yaa jika senggang waktu bisa ketemu, begitu. Pokoknya yang penting sama sama di berikan kekuatan iman dan lahir batin, serta sehat jiwa raga. Begitulah. Terima kasih pada ibu ketua IIK Cabang maupun daerah yang selalu mensupport kita, agar percaya penuh tentang tugas dan tanggung jawab suami sebagai Rimbawan “. Pungkas istri KRPH Ngunut.
“Ini tadi kebetulan ada kegiatan Takziyah di 2 tempat, warga desa Ngunut. Sehingga menyisihkan waktu sebentar, pas mas eko WA tadi baru pulang Takziyah yang putranya mbah Modin, dan ini yang satunya dekat rumahnya mertua. Pokoknya, kita bagi bagi waktu, nggeh. Terima kasih atas kedatangan mas skinfosuneta.com”, ulasan KRPH Ngunut Eris Edi Susianto.**(Eko-Zulf/red).






